Gibraltar, Gontornews — Kapal tanker minyak Iran akhirnya meninggalkan Gibraltar Ahad (18/8) malam setelah wilayah luar negeri Inggris itu menolak permintaan AS untuk menyita kapal itu.
Seperti dirilis Aljazeera, supertanker yang telah ditahan sejak 4 Juli di lepas pantai Gibraltar itu berangkat pada Ahad malam sebelum pukul 23.00 GMT dan mulai berlayar ke arah selatan.
“Kapal telah pergi dan menuju ke timur dan akan bergabung dengan jalur pelayaran internasional di Selat Gibraltar,” ujar Andrew Simmons dari Aljazeera yang melaporkan dari Gibraltar.
Dia juga melaporkan mendengar komunikasi radio dari pihak berwenang di Gibraltar dan kapal mengonfirmasi keberangkatannya.
Kapal itu berangkat dengan nama Adrian Darya 1. Sebelumnya kapal itu bernama Grace 1. Kapal ini memiliki muatan minyak mentah ringan senilai US $ 130 juta.
Mahkamah Agung Gibraltar pada hari Kamis memerintahkan pembebasan kapal setelah lebih dari 40 hari ditahan.
Keputusan itu muncul setelah pemerintah Gibraltar mengatakan telah menerima jaminan tertulis dari Iran bahwa kapal itu tidak akan menuju ke negara-negara yang dikenai sanksi Uni Eropa.
Marinir Kerajaan Inggris telah merebut kapal itu di Gibraltar pada bulan Juli karena diduga membawa minyak ke Suriah, sekutu dekat Iran, yang melanggar sanksi Uni Eropa. [RM]






















