pesanan-majalah-edisi-khusus
27 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 13 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Penjajahan Terhadap Islam di Indonesia Tempo Dulu

Edithya Miranti by Edithya Miranti
19 August 2019
in Laput
0
Penjajahan Terhadap Islam di Indonesia Tempo Dulu

Jakarta, Gontornews — Berbicara soal pemurtadan di Indonesia, sejatinya telah terjadi sejak lama. Sebut saja sejak zaman penjajahan kolonial Belanda. Belanda telah menduduki Indonesia selama tiga abad lamanya. Selama itu pula Belanda melayangkan visi dan misinya. Baik untuk menguasai rempah-rempah juga melakukan agresi kristenisasi di Bumi Pertiwi.

Setelah berkuasa yakni selama ratusan tahun, Belanda terus memfasilitasi umat Nasrani dan penduduk pribumi yang ingin mengikuti kepercayaannya. Salah satunya terkait fasilitas pendidikan. Selain itu, Belanda juga sangat selektif memerangi dakwah ‘ekstrim’ Islam yang dapat mengancam kepentingannya. Kala itu, posisi Islam sangat tidak baik. Bahkan menjadi agama yang sangat tertekan.

“Jika dipetakan, pemetaan antara umat Islam saat disandingkan dengan Kristiani, Hindu, ataupun Budha. Maka terlihat, umat Islam paling banyak mengalami benturan yakni saat bersandingan dengan Kristen,” ujar Dr Achmad Zainuri, penulis disertasi berjudul ‘Konflik Gereja Yasmin Memerlukan Mediator’ di Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (SPs UPI).

Menghadapi beragam benturan dari penjajah yang notabene non Muslim, masyarakat akhirnya menunjukkan sikap Islam tradisional. Sikap ini adalah sikap anti budaya Barat. “Wujudnya dengan selalu berpenampilan dan berperilaku local, tanpa ada sisipan budaya luar sama sekali,” lanjutnya, kepada Gontornews.com di bilangan Cilandak.

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Sebut saja, jika warga Belanda berbusana ala Barat, maka mereka tetap menggunakan kebaya atau blangkon sebagai ciri khas rakyat pribumi. Saat pelajaran di sekolah menggunakan bangku, maka mereka cukup duduk di atas tanah (lesehan). Begitupun sikap mereka terhadap kebijakan pemerintah lainnya.

Bentuk ketidakadilan yang ditunjukan pemerintah Belanda kepada Muslimin tanah air yang paling terlihat jelas adalah dalam dunia pendidikan. Lagi-lagi kesulitan demi kesulitan terus diberikan Belanda dan dibenturkan pada kondisi finansial warga yang sangat rendah.

Pada zaman itu, pelajar yang bernamakan Islami dilarang untuk bisa studi ke luar negeri. Guru-guru Islam juga tidak berkesempatan untuk sekolah tinggi. Menyiasati hal tersebut, mereka akhirnya banyak yang mengganti nama mereka agar tertutup identitas Islamnya.

Sayangnya, saat pelajar Muslim tadi memutuskan mengganti namanya, sebagian dari mereka ada yang justru terpengaruh budaya Nasrani dan menjadi bagian dari mereka. Hal inilah yang sangat disesalkan banyak orang. Namun, tidak semuanya begitu. Masih banyak juga pelajar yang tetap berpegang teguh pada panji-panji Islam. Meskipun harus tinggal di negeri Nasrani dengan kebudayaan mereka yang tergolong sangat bebas.

Pada masa penjajahan Jepang, demi kepentingannya di kancah internasional, Jepang menyatukan organisasi masyarakat Islam di Indonesia. Saat itulah, pertama kalinya ormas Islam bersatu di Indonesia. Meski akhirnya, satu-persatu dari ormas tersebut melepaskan diri. Hingga akhirnya berpecahlah seperti sedia kala.

Sejatinya hal tersebut sah-sah saja. Karena yang terpenting dari semua itu adalah kemajemukan visi dan misi tiap ormas Islam tetap bertujuan memajukan satu sama lain. Bukan sebaliknya.

Kembali kepada gerakan kristenisasi di Indonesia. Di desa-desa kecil khususnya, kristenisasi kembali menelusup lewat jalur budaya. Dalam beberapa acara peribadatan mereka menggunakan kostum budaya setempat, termasuk dalam berkhutbah.

Taktik lainnya disebarkan melalui proses pernikahan. Dimana diawali dengan merajut tali asmara sepasang kekasih beda agama. Lalu memurtadkannya dikala sudah terlanjur cinta.

Ada yang prosesnya terjadi dengan menghamili Muslimah terlebih dulu agar mau menikah dengan kekasihnya. Atau bersyahadat sebelum menikah setelah itu murtad kembali setelahnya. Beberapa hal mengecohkan tersebut banyak berhasil memurtadkan umat Islam di Indonesia.

Sebut saja kasus yang disebutkan Hidayatullah.com tentang pemurtadan berkedok pernikahan di Cirebon, Jawa Barat. Nurmala (33), Muslimah asal Desa Situ Wetan Plered, Cirebon dipaksa murtad oleh suaminya Stevanus yang berasal dari Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebelumnya, ia sempat dipacari dan dihamili, hingga akhirnya mereka berdua terpaksa dinikahkan.

Sekarang ini misi permutadan sudah dilakukan secara terbuka terhadap Muslimin di Indonesia. “Kelompok Kristen ini akan menghalalkan segala cara agar tujuan kristenisasi terhadap umat Muslim tercapai,” ungkap Ustadz Bernard Abd Jabar, seorang mantan pendeta.

Kaum Kristen ini memiliki target jangka panjang dimulai tahun 1970 sampai dengan 2020. Tahun 2020 itu adalah tahun penggenapan. Sedangkan “sales” mereka menyebar ke seluruh penjuru Indonesia, lanjutnya, dalam diskusi bertemakan, “Pemurtadan Makin Marak Video Membuktikan” di Masjid Abu Bakar Shiddiq, Jalan Otista, Jakarta Timur.

Ustad yang pernah menjadi pendeta ini menambahkan, Indonesia yang disebut dalam kitab injil sebagai negara Nebuyat menjadi target utama misi kristenisasi dan pemurtadan. Misi ini dilakukan dengan memanfaatkan kelemahan kaum Muslim yang masih dililit kebodohan dan kemiskinan.

“Kristenisasi dan pemurtadan akan tetap ada sampai kiamat, dan itu sudah ada dalam Al Qur’an,” tegas Abd Jabar. Ia menambahkan, umat Kristen ini akan terus berusaha memerangi umat Islam. Mereka juga tak akan berhenti sampai umat Islam mengikuti agama mereka. “Ini kan jelas terdapat di dalam al-Qur’an,” tambah Abd Jabar lagi. <Edithya Miranti>

Tags: dr achmad zainurimurtad
Share344Tweet215Send
Previous Post

Kapal Tanker Iran Berlayar Setelah Gibraltar Tolak Permintaan AS

Next Post

Kisah Unik Berdirinya Masjid Tiban Turen

Edithya Miranti

Edithya Miranti

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

9 September 2026
Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

15 January 2026
Tirakat Orangtua Untuk Anak

Tirakat Orangtua Untuk Anak

11 October 2023
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

9 September 2026
Muslim yang Sempurna

Muslim yang Sempurna

0
Pesantren Darunnajah dan Rene Turos Group Kuatkan Ekosistem Literasi Santri

Pesantren Darunnajah dan Rene Turos Group Kuatkan Ekosistem Literasi Santri

0

Gontor Pelopor Penulisan Al-Qur’an

0
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

0
Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

0
Muslim yang Sempurna

Muslim yang Sempurna

12 September 2026
Pesantren Darunnajah dan Rene Turos Group Kuatkan Ekosistem Literasi Santri

Pesantren Darunnajah dan Rene Turos Group Kuatkan Ekosistem Literasi Santri

12 September 2026

Gontor Pelopor Penulisan Al-Qur’an

12 September 2026
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

11 September 2026
Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

11 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result