Ponogoro, Gontornews –Dalam kunjungannya ke Ponorogo, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Kapolda Jatim) Irjen Pol Drs Anton Setiaji mengungkapkan kekagumannya pada Pondok Modern Darussalam Gontor. Jumlah santrinya banyak, fisiknya kuat-kuat, mentalnya juga kuat. Mereka cocok untuk menjadi polisi.
Selalu saya sampaikan kepada Kapolres untuk menjadi anggota polisi silahkan recruit santri-santri yang ada di pondok karena saya jamin mentalnya bagus, terangnya dihadapan Pimpinan Pondok Modern Gontor saat acara buka puasa bersama di Pondok Modern Gontor Rabu, (15/6).
Pesantren, menurut Anton, jumlah santrinya melimpah. Satu pesantren santrinya bisa 8.000. Dibanding pasukan Polda 43 ribu, masih banyak pondok pesantren. Kalau satu pesantren ada 8.000, di Jawa Timur saja ada berapa pesantren? Di Banyuwangi saja ada 200-an pesantren lebih, tuturnya.
Apalagi, katanya, pondok pesantren tidak mungkin gagal mendidik santrinya. Kalau pun gagal hanya 1 dari seratus anak. Tebu yang gagal dimakan rasanya kecut tak enak. Kalau yang bagus manis, paparnya.
Hanya persoalanya, kata Anton, pesantren kurang memerhatikan masalah kesehatan. Dalam hal fisik sudah bagus karena setiap hari jalan kaki dari asrama ke masjid. Subuh pasti sholat. Sering sholat pasti sehat, ungkapnya.
Dia mengakui, masih banyak personil polisi yang nakal, tapi lebih banyak yang baik. Karena itu, jika polisi direkruit dari santri, lembaga kepolisian akan lebih baik kedepannya. Saya jamin setelah santri menjadi polisi, pasti baik tidak menyakiti rakyat, tidak menyakiti masyarakat. Harapan saya polisi kedepan itu lebih baik lagi tidak seperti saat ini, tuturnya.
Hal ini juga akan berdampak pada situasi keamanan yang kondusif sehingga iklim usaha lebih baik, perekonomian naik, rakyat pun gemah ripah loh jinawi. Semua senang, cari kerja gampang ngaji juga tenang. Ini semua karena doa semua kiai, maka kita tidak lupa sinergi antara polisi dan kiai, tandasnya.
Sejauh ini, alumnus Gontor tak sedikit yang berkiprah di lembaga kepolisian, TNI, pilot, KPK, hingga kementerian dan duta besar. Bahkan Jenderal Polisi Badrotin Haiti adalah alumnus pesantren Darul Arqom Jember, yang merupakan pesantren milik alumni Gontor. [Ahmad Muhajir/DJ]























