pesanan-baju-kaos
29 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Friday, 6 November, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Kasus UAS dan Ancaman Disharmoni Bangsa

Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
7 years ago
in Kolom
0
Kasus UAS dan Ancaman Disharmoni Bangsa

NKRI harga mati! Yah, itu mah dari dulu. Gak berubah. Semua rakyat paham dan menjaganya. Kecuali gerakan separatisme yang ingin merdeka. Itu baru jadi musuh bersama. Lawan politik itu bukan musuh. Jadi, jangan karena beda pilihan politik dan kritik penguasa dianggap anti NKRI.

Slogan NKRI harga mati jangan dijadikan ajang persekusi. Apalagi untuk melakukan kriminalisasi. Jangan! Kata orang Jawa: gak elok. Entar malatin!

Sekarang NKRI harga mati sedang dihadapkan pada dua kasus sekaligus. Pertama, kasus Papua. Manokwari, Sorong dan Fak Fak rusuh. Sejumlah obyek vital dibakar dan dihancurkan. Termasuk kantor DPRD dan pasar. Sejumlah bendera merah putih diturunkan. Kabarnya ada yang dibakar. Mereka teriakkan merdeka! Rakyat tanya: dimana NKRI harga mati itu sekarang berada?





Kedua, kasus UAS. UAS menista agama? Nanti dulu. Sabar! Harus secara cermat melihat duduk persoalannya. Jangan asal tuduh. Jangan asal lapor. Ini sensitif bro. Ngono yo ngono, tapi jangan juga keterlaluan.

BACA JUGA

Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

Al-Qur’an Menyeru Keseimbangan Hidup

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

Malaikat Pencatat Amal sebagai Sumber Nilai Kejujuran dan Tanggung Jawab dalam Pembelajaran Akidah Akhlak

UAS menghina salib? Jangan buru-buru menyimpulkan. Jika pidato UAS terbuka, di depan publik dan didengar oleh khalayak umum, maka patut dipertanyakan. Tapi, jika pidato UAS itu tertutup, hanya untuk internal umat Islam, dan dalam rangka menafsirkan kitab sucinya, itu bukan penistaan. Apalagi jika dimaksudkan untuk memperkokoh aqidah jama’ahnya, jelas itu bukan SARA. Kenapa membuat komperasi atau perbandingan dengan agama lain?

Semua tokoh agama juga menggunakan metode komperasi. Jangan langsung ditafsirkan menghina agama lain. Cukup berbahaya kalau setiap kajian keagamaan dan metode komperasi dianggap sebagai penistaan agama. Sebab, hampir semua tokoh agama menggunakan metode komperasi ketika mendoktrin jama’ahnya. Dan metode komperasi ini bisa ditebak isinya: membenarkan agama yang dianut dengan serta merta mengoreksi kekurangan, kelemahan dan bahkan “kesalahan” agama lain. Tidak di Masjid, tidak di Gereja, tidak di Sinagog, hampir semua tokoh agama melakukan itu. Mau dilaporkan? Kalau begitu, semua tokoh agama menista dong? Semua tokoh agama harus dipenjara dong? Ngaco!



Mesti dipahami, ada panggung internal dan tertutup, ada juga panggung eksternal dan terbuka. Di panggung internal, setiap tokoh agama meyakinkan umatnya untuk berpegang teguh terhadap iman dan keyakinannya. Cara efektif diantaranya dengan membandingkannya terhadap agama lain. Dalam perbandingan itu pasti agamanya yang benar dan agama lain salah. Kalau sama-sama benarnya, untuk apa memilih dan berpegang teguh kepada agamanya? Kenapa tidak pindah atau double keyakinan? Metode perbandingan menjadi pilihan yang dianggap efektif untuk memperkuat aqidah jama’ah.

Di dalam Al-Qur’an dan juga al-Hadis, dua sumber utama umat Islam, banyak menyinggung tema perbandingan itu. Muncul istilah kafir, munafiq dan mukmin untuk menegaskan kebenaran Islam atas agama yang lain. Apakah Al-Qur’an dan al-Hadis itu SARA? Tentu tidak.

Begitu juga pidato para pendeta di gereja. Pasti Kristen yang paling benar dan serta merta menganggap agama lain salah. Apakah para pendeta ketika menjelaskan kesalahan, kelemahan dan kekurangan agama lain di gereja itu SARA? Ya tidak!

Coba buka you tube, anda akan mendapatkan para tokoh agama berpidato dengan membuat perbandingan. Kalau apa yang ada di you tube dilaporkan, Indonesia gaduh. Tokoh-tokoh agama akan dipidanakan.

Dianggap SARA kalau dinyatakan secara terbuka dan sengaja untuk menghina serta merendahkan agama atau umat lain. Audiensnya umum. Itu baru penistaan. Coba lihat di Facebook. Kita akan temui betapa banyak orang menghina Al-Qur’an, Nabi Muhammad dan ajaran Islam. Itu baru SARA. Kenapa gak ditangkap ya? Kepo!

Beda dengan kasus Ahok. Ahok bicara di depan umum. Bahkan audiensnya mayoritas muslim. Lalu ia menyinggung ayat yang tak semestinya. Ya penodaan. Tapi itu politis! Terserah anda memaknainya. Yang pasti, pengadilan telah memutus Ahok sebagai penista agama. Ada intervensi! Sopo sing intervensi? Ahok gubernurnya. Presidennya temen Ahok. Mosok penguasa bisa ditekan. Justru penguasalah yang bisa menekan. Hehe

Jadi, apa yang dilakukan UAS banyak juga dilakukan oleh para tokoh agama di komunitasnya masing-masing. Tokoh agama dari berbagai agama. Itu biasa dan wajar sebagai upaya untuk mendoktrin umat masing-masing. Persoalan muncul ketika konsumsi internal diupload ke publik. Ramai deh. Apalagi Sang Tokoh lagi dicari-cari kesalahannya. Jadilah itu barang. Yang upload bebas. Loh, kok bisa? Kok beda dengan Buniyani yang upload video Ahok? Kepo lagi!

Melaporkan kasus UAS akan memicu munculnya pelaporan terhadap para tokoh dari agama lain yang melakukan hal yang sama. Jika ini terjadi, bukan hanya kegaduhan yang akan kita hadapi, tapi harmonisasi hubungan antar umat beragama di Indonesia akan terganggu, bahkan bisa terancam.

Kasuisasi UAS tidak hanya memicu munculnya banyak laporan lain terkait penistaan agama, tapi juga akan mendorong benturan antar umat beragama. Dukungan berbagai pihak akan bermunculan.

Soal agama, ini sensitif. Jika tak bisa dikendalikan, ini akan memicu konflik sosial. Dan otomatis disarmonisasi bangsa ini akan dipertaruhkan. Berbahaya!

Tags: HargaNKRIUAS
Share15Tweet10Send
Previous Post

Politik Akomodatif Islam

Next Post

Sinergi OVO dan BAZNAS Kembangkan Kampung Tanggap Bencana di Banten

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
Perkuat Branding & Promosi Kampus, UNIDA Gontor Gandeng Primago Consulting Depok

Perkuat Branding & Promosi Kampus, UNIDA Gontor Gandeng Primago Consulting Depok

30 October 2026
Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

29 October 2026
KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

2 November 2026
Ketika Nasihat Tak Lagi Menyentuh Hati

Ketika Nasihat Tak Lagi Menyentuh Hati

30 October 2026
Marching Band Gontor Ikut Kompetisi Piala Raja Hamengkubuwo X

Marching Band Gontor Ikut Kompetisi Piala Raja Hamengkubuwo X

0
masjid asmaul husna

Masjid 99 Kubah, Keindahan Arsitektur dengan Filosofi Asmaul Husna

0
roni punk

Roni Bodax: Anak Jalanan yang Menemukan Jalan Hijrah

0
Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

0
Kemenag Lantik 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026-2031

Kemenag Lantik 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026-2031

0
Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

5 November 2026
Kemenag Lantik 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026-2031

Kemenag Lantik 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026-2031

5 November 2026
roni punk

Roni Bodax: Anak Jalanan yang Menemukan Jalan Hijrah

5 November 2026
masjid asmaul husna

Masjid 99 Kubah, Keindahan Arsitektur dengan Filosofi Asmaul Husna

5 November 2026
Marching Band Gontor Ikut Kompetisi Piala Raja Hamengkubuwo X

Marching Band Gontor Ikut Kompetisi Piala Raja Hamengkubuwo X

5 November 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result