pesanan-baju-kaos
32 °c
Pecenongan
Tue
Wed
Monday, 21 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Pendidikan Risalah

Politik Akomodatif Islam

Fisher Zulkarnaen Ph D

Edithya Miranti by Edithya Miranti
23 August 2019
in Risalah
0
Politik Akomodatif Islam

Bandung, Gontornews — Nama tokoh Masyumi, Zainal Abidin Ahmad, itu tak sepopuler tokoh lain seangkatannya seperti Mohammad Natsir, Syafruddin Prawiranegara, dan lainnya. Meski pendidikan formalnya hanya sampai Madrasah Tsanawiyah Thawalib Padang Panjang, Sumatera Barat, namun kiprah Zainal Abidin Ahmad sudah tak diragukan lagi.

Pria kelahiran 11 April 1911, Sulit Air, Sumatera Barat, tersebut diakui telah berkontribusi besar di kancah pergerakan bangsa Indonesia. Semasa hidup, Zainal kerap bergelut pada sejumlah profesi, seperti anggota parmelen, penulis buku politik Islam, dan Rektor Perguruan Tinggi Ilmu al-Quran (PTIQ) Jakarta pada tahun 1980 sampai wafatnya tahun 1983.

Bil-khusus, pergumulan Zainal Abidin Ahmad selama aktif di dunia politik telah mencuri perhatian Fisher Zulkarnaen, dalam memetakan studinya sebagai “trayektori” pemikiran politik Islam yang akomodatif di Indonesia.

Disertasi yang bila diIndonesiakan berjudul “Pemikiran Islam Zainal Abidin Ahmad dan Relevansinya terhadap Pemikiran Politik Islam di Indonesia (1945-2000)” ini pun akhirnya dipertahankan pihak kampus The National University of Malaysia pada tahun 2002 silam.

BACA JUGA

Pendidikan Inklusif Membentuk Sikap Toleransi (Kajian Etnografi di Pondok Modern Darussalam Gontor)

Bahtsul Masail dalam Perspektif Pembelajaran Berbasis Masalah

Implementasi Birokrasi terhadap Peningkatan Budaya Mutu Guru Madrasah Ibtidaiyyah Kabupaten Bogor

Pembaharuan Pemikiran Keagamaan Menurut al-Qaradawi dan Relevansinya bagi Rekonstruksi Peradaban Islam (Kajian Filsafat)

Menjadi Dayak dan Muslim: Perjalanan Identitas Oloh Salam

Menurut Fisher, setidaknya ada dua hal yang perlu dicermati terhadap sosok Zainal. Pertama, kajian tentang pemikiran politik Islam sejak dua dekade terakhir sedang ramai diperbincangkan di pelbagai institusi perguruan tinggi dalam negeri. Seiring itu, rujukan tentang pemikiran politik Islam yang ditulis oleh pakar politik Islam khususnya di Indonesia masih kurang memadai.

Kedua, Zainal Abidin Ahmad, merupakan seorang tokoh, cendekiawan Islam, dan ahli politik Masyumi yang terbentuk secara self made atau otodidak. Ia pun hidup pada masa pra dan pascamerdeka.

Kemampuannya dalam menguasai bahasa Arab, Inggris, Belanda, merupakan aset yang sangat berharga sehingga ia mampu menguasai ilmu secara mandiri. Hal ini menjadikannya setaraf dengan tokoh Masyumi lain yang lulusan perguruan tinggi secara formal.

Ia juga dikenal sebagai ideolog Partai Masyumi dan sempat menduduki jabatan wakil ketua MPRS (Majelis Perwakilan Rakyat Sementara), serta utusan partai pada sidang konstituante 1955. “Zainal Abidin Ahmad mempunyai pemikiran yang kontroversial mengenai hubungan Islam dan ketatanegaraan,” tutur Fisher Zulkarnaen, alumnus Gontor 1979.

Menurutnya, Zainal kerap menepis anggapan miring sejumlah kalangan terhadap pemikiran politik Islam yang dinilai rigid, tidak akomodatif, dan tidak toleran dengan agama lain. Mereka juga menuding politik Islam lebih mementingkan hubungan emosional dibanding rasional. Seperti lebih mengutamakan simbol keislaman daripada realitas sosial.

Beberapa tokoh ulama Islam yang melahirkan pemikiran politik Islam di Indonesia di antaranya, Zainal Abidin Ahmad, Isa Anshari, dan Yunan Nasution.

“Dari ketiga orang tersebut yang paling banyak menulis buku-buku keislaman termasuk masalah pemikiran politik Islam adalah Zainal Abidin Ahmad,” tegas Fisher, adik kandung Happy Bone Zulkarnaen (anggota DPR RI periode 2004-2009). Buku-buku yang ditulis Zainal, seperti, Membentuk Negara Islam; Pemikiran Ibnu Sina; Ibnu Rusyd; Al-Farabi; Ilmu Politik Islam (tiga jilid), dan lain-lain.

Dari teori politik yang ia tulis dalam bukunya Membentuk Negara Islam, diketahui bahwa pemikirannya sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial politik yang ada di Indonesia pada masa itu. Fisher mencatat, ada semacam bentuk akomodasi dengan pemerintahan pada masanya.

Tindakan akomodasi Zainal Abidin Ahmad dengan pemerintah dalam hal ini, menjadi salah satu kajian inti dalam disertasi Fisher yang dibimbing oleh Prof Madya Dr Faisal Otman dan Prof Madya Dr Idris Zakaria di negeri jiran itu.

Dalam realitanya, Zainal Abidin Ahmad tidak seperti ahli politik lain yang lebih menonjolkan jargon dan simbol-simbol keislaman. Menurutnya, Negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila sudah mengandung unsur Ketuhanan Yang Maha Esa. Karena itu, nilai-nilai Islam sudah masuk di dalamnya.

Baginya, bentuk negara Islam tidak semestinya menonjolkan nama Islam sebagai dasar. Namun yang terpenting adalah penerapan nilai Islam yang bersifat universal. Ia juga adalah salah seorang tokoh Masyumi yang memperjuangkan Islam sebagai dasar negara.

Lebih rasional daripada tokoh Masyumi lainnya yang terjebak dalam ‘emosional’. Sehingga perjuangannya keluar dari koridor konstitusi.

Selain itu, Zainal Abidin Ahmad tidak ikut serta dengan mereka yang melakukan ‘pemberontakan’ bersenjata dengan pemerintah. Mereka, Mohammad Natsir, Kasman Singodimedjo, Syafruddin Prawiranegara, dan lainnya bergabung dengan pemberontak PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia).

“Keengganan Zainal Abidin Ahmad bergabung dengan mereka, karena Indonesia baru saja merdeka. Ia tidak ingin dalam mengisi kemerdekaan ini, sesama satu bangsa bertumpah darah hanya karena perbedaan pendapat mengenai dasar negara, yaitu Islam dan Pancasila,” papar Fisher Zulkarnaen.

Gagasan Akomodatif

Ide dan gagasan Zainal Abidin Ahmad banyak tertuang dalam bukunya tentang politik Islam, Membentuk Negara Islam dan buku politik lainnya.

Sebagian dari para cendekiawan Muslim Indonesia mencurigai pemikiran Zainal Abidin Ahmad yang mereka cap sebagai tindakan yang sangat naïf. Tetapi ada juga pemikir Islam, seperti Nurcholish Madjid (1935-2005) yang justru hampir mirip, alih-alih sependapat dengan Zainal Abidin Ahmad.

Cak Nur, panggilan akrab Nurcholish Madjid, di era 1970-an pernah mengajukan tesisnya yang terkenal “Islam Yes, Partai Islam No”. Tesis tersebut dipandang sebagian kalangan sebagai proses akomodasi terhadap pemerintah masa itu. Bahkan ada yang berpendapat jargon itu sebagai cikal bakal politik antara Islam dan Negara.

Sayang dalam menyikapinya, umat Islam di Indonesia terbelah menjadi dua kutub (pro-kontra). Respon pro-kontra tersebut menjadikan hubungan umat Islam dengan Pemerintah bersitegang.

Hingga kemudian, pemikiran akomodatif di kalangan cendekiawan Muslim mulai muncul kembali. Ditandai dengan membaiknya sikap pemerintah kepada umat Islam.

Apalagi belakangan ini, pemahaman para tokoh Islam tentang negara sudah tidak lagi membincangkan keharusan mendirikan negara Islam dalam arti yang rigid alias kaku. Mereka sudah berpikir bagaimana mengisi kemerdekaan, tidak lagi berpikir untuk memilih antara negara harus berasaskan Islam ataukah Pancasila.

Pemerintah dan umat Islam menginginkan sebuah bentuk kerja sama yang kooperatif. Gambaran itu bisa dilihat sejak berdirinya pertumbuhan ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) pada tahun 1990-an yang diketuai oleh B.J. Habibie. “Politik akomodatif Islam masa kini bisa tersalurkan melalui komunitas dan gerakan Muslim yang moderat,” tutupnya. <Edithya Miranti>

Biografi Singkat:

Nama                          : Fisher Zulkarnaen Ph D

Tempat tanggal lahir  : Bandung, 24 Mei 1960

Pendidikan                  :

  1. S3 (Ph D) bidang Pemikiran Politik di The National University of Malaysia (2002)
  2. S2 (Magister) bidang Pemikiran Islam di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1996)
  3. S1 di Islamic Call College Tripoli Libya (1984)

Kegiatan                      : Dosen Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Pengalaman Kerja      :

  1. Staf bidang agama di Sydney, Australia (1984-1987), di antaranya di sekolah Matraville Public School; Eastlake Public Shool; dan Ranwick Boys High School.
  2. Aktifis kegiatan ilmiah nasional dan internasional antara lain di Iran, Belanda, Australia, dan Arab Saudi
  3. Pengurus MUI Pusat Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional

Karya Tulis                  : Filsafat Politik Islam (Malindo Press, 2007), Alumni Gontor di Pentas Nasional (Malindo Press, 2007), dan lainnya.

Tags: alumnus Gontor 1979Fisher Zulkarnaen Ph DPolitik Akomodatif Islam
Share50Tweet31Send
Previous Post

Tak Ada Rohingya yang Mau Dipulangkan secara Sukarela

Next Post

Kasus UAS dan Ancaman Disharmoni Bangsa

Edithya Miranti

Edithya Miranti

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

17 September 2026
SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

16 September 2026
K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

16 September 2026
Pimpinan Gontor dari Masa ke Masa

Pimpinan Gontor dari Masa ke Masa

23 October 2020
Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

15 September 2026
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

0
Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

0
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

0
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

0
Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

0
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

17 September 2026
Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

17 September 2026
Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

17 September 2026
Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

17 September 2026
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

17 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result