15
Tonton Selengkapnya
30 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Sunday, 7 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Pendidikan Risalah

Keamanan Manusia di Perbatasan Indonesia Malaysia

Dr Syarifah Ema Rahmaniah Almuthahar MEd, Universiti Kebangsaan Malaysia

Edithya Miranti by Edithya Miranti
24 January 2018
in Risalah
0
Keamanan Manusia di Perbatasan Indonesia Malaysia

Berdasarkan paradigma keamanan manusia, umumnya pembangunan dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan dan keamanan masyarakat. Caranya dengan adanya keseimbangan fokus pembangunan. Baik pembangunan ekonomi dan sumberdaya manusia yang ada, sebagai objek dan aktor pembangunan itu sendiri.  

Dalam hal ini ada dua komponen utama dalam keamanan manusia yakni aman  dari  ancaman dan perlindungan dari ancaman. Fokus utama keamanan manusia tidak hanya berupa tindakan untuk mengatasi ancaman.

Namun juga berupa tindakan pencegahan terjadinya kembali ancaman  tersebut dengan memberikan perlindungan dan jaminan kehidupan, juga kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan. Dengan demikian diperlukan peranan pemerintah dalam membentuk jaringan keamanan manusia.

Fokus utama dalam pembangunan perbatasan adalah bagaimana menciptakan kondisi lingkungan politik maupun lingkungan sosial-budaya yang dapat mendorong lahirnya manusia kreatif dan produktif.

BACA JUGA

Pendidikan Inklusif Membentuk Sikap Toleransi (Kajian Etnografi di Pondok Modern Darussalam Gontor)

Bahtsul Masail dalam Perspektif Pembelajaran Berbasis Masalah

Implementasi Birokrasi terhadap Peningkatan Budaya Mutu Guru Madrasah Ibtidaiyyah Kabupaten Bogor

Pembaharuan Pemikiran Keagamaan Menurut al-Qaradawi dan Relevansinya bagi Rekonstruksi Peradaban Islam (Kajian Filsafat)

Menjadi Dayak dan Muslim: Perjalanan Identitas Oloh Salam

“Caranya yakni dengan menciptakan sinergisitas kerjasama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat,” terang Dr Syarifah Ema Rahmaniah Almuthahar MEd, pendiri dan direktur Pusat Studi Pengembangan Perdesaan dan Kawasan Perbatasan.

Seperti rencana dibukanya PPLB Aruk yang kemudian menjadi proses terbukanya ruang kebebasan masyarakat. Baik dalam memberikan pendapat maupun terlibat dalam pembangunan perbatasan.

Selainitu, respons dan tindakan pemerintah daerah yang turut berusaha untuk meningkatkan pendidikan dan kesehatan, merupakan bukti bahwa pembangunan ini mendapatkan perlindungan dari pemerintah.

Komunitas adat juga berperan dalam mengelola hutan yang ramah lingkungan. Meskipun ada kebijakan pemerintah pusat yang justru membuka peluang terjadinya eksploitasi hutan.

Sayangnya, pola aliran orang dan barang yang dapat memberikan implikasi konstruktif dan destruktif seperti orientasi dan kegiatan sosial ekonomi masyarakat PALSA cenderung besar ke Sarawak, Malaysia. Karena besarnya pola perdagangan transnasional yang bersifat tradisional. Terutama sekali adalah komoditas hasil pertanian dan perkebunan.

Pola perdagangan ini memungkinkan terjadinya ancaman langsung dan tidak langsung. Namun ancaman ini masih bisa berkurang dan diatasi. Karena secara bilateral hubungan simbiosis sosioekonomi yang terjalin masih sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Secara empirik hasil kajian ini mengungkapkan bahwa pelaksanaan pembangunan perbatasan PALSA belum memberikan dampak yang konstruktif terhadap kesejahteraan komunitas, terutama komunitas setempat.

Wanita kelahiran Pontianak, 27 Agustus 1977, ini pun menambahkan, “Penyebabnya karena kebijakan pembangunan pemerintah selama ini masih berdasarkan pembangunan kawasan perbatasan, bukan kepada komunitas perbatasan (bersifat top down),”

Selain itu, lanjutnya,  usaha pencegahan agar tidak terjadinya ancaman terhadap pemberdayaan komunitas itu sendiri juga masih kurang optimal pelaksanaannya.

Ema menjelaskan bahwa dalam dimensi sosiopolitik, pemerintah daerah telah memiliki kebebasan dalam merumuskan keputusan dan menjalin kerjasama regional dengan Pemda Batam sebagai asas terbentuknya kerjasama SOSEK MALINDO.

Hal ini memperlihatkan bahwa komunitas dan pemerintah setempat telah memiliki tahap berdikari. Artinya mereka memiliki kemampuan untuk berusaha bangkit mengembangkan diri dan memberi respons positif terhadap berbagai program pembangunan perbatasan.

Dalam buku berjudul Keamanan Manusia di Perbatasan Indonesia Malaysia, Ema menjelaskan bahwa ada tiga implikasi teori yang ditemukannya. Pertama,  tulisan ini telah meneguhkan varian pemikiran dan kajian pembangunan manusia, sebagaimana yang dinyatakan Sen (1999).

Bahwa pembangunan ialah suatu proses untuk meluaskan kebebasan, mengurangkan, dan seterusnya menghapuskan faktor-faktor yang mengekang kebebasan tersebut. Sedangkan, pembangunan perbatasan pada era sebelum reformasi menunjukkan komunitas perbatasan belum mendapatkan kebebasan dari ancaman internal dan external.

“Keadaan ini dimulai daripada proses perencana dasar pembangunan yang masih bersifat top down sehingga kurang menekankan kepentingan komunitas,” ujar dosen Universitas Tanjungpura Pontianak dan Kaprodi Magister Sosial Universitas Tanjungpura Pontianak ini.

Kedua, tulisan ini juga menguatkan pandangan terkait hubungan pembangunan yang memberikan dampak konstruktif dan destruktif terhadap kesejahteraan dan keamanan komunitas  (Steward 2006).

Dampak destruktif ini terjadi apabila pembangunan hanya menekankan kepada dimensi ekonomi dan mengabaikan dimensi lain seperti sosial, budaya, dan  politik. Pemikiran mengenai dampak destruktif pembangunan ini berdasarkan teori modernisasi yang semata-mata hanya melihat kepada peningkatan pertumbuhan dan pendapatan.

Pemikiran modernisasi ini telah dikritik  oleh pemikiran kebergantungan dan sistem dunia yang berpendapat bahwa pembangunan itu sendiri merupakan suatu projek yang memiskinkan kelompok komunitas yang tidak memiliki kuasa, uang, dan kemampuan.

Ketiga, tulisan ini turut mengkritik pandangan dalam teori modenisasi yang menekankan pembangunan ekonomi sebagai model untuk membangun dan mengembangkan kawasan perbatasan sebelum otonomi daerah.

Ema menuturkan bahwa kajian ini tengah mengutamakan penggunaan alternatif model pembangunan yang berasaskan modal manusia dengan argumentasi keamanan komunitas sebagai prasyarat mencapai kesejahteraan.

Kajian ini pun menggunakan model keamanan komunitas perbatasan PALSA yang menekankan tiga aspek yaitu pemberdayaan, pelayanan, dan perlindungan. Ketiga aspek tersebut apabila terwujud dapat menciptakan kelangsungan pembangunan yang berdampak terhadap kesejahteraan komunitas, terutama komunitas setempat.

Selain itu kajian ini juga menyimpulkan ketidakseimbangan pembangunan di kawasan perbatasan PALSA dapat  memicu wujudnya ketidakselamatan dan ancaman bagi komunitas perbatasan. Baik itu ancaman secara langsung atau tidak langsung.

Ancaman langsungnya ialah perdagangan ilegal dan kerusakan hutan. Sedangkan ancaman tidak langsung ialah pembangunan yang tertinggal dari aspek infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Oleh sebab itu, kebijakan pembangunan perbatasan yang telah dilaksanakan pemerintah selama ini tidak selalunya memberikan dampak positif. Namun turut memberikan dampak negatif terutamanya terhadap kesejahteraan sosioekonomi komunitas.

“Dampak positif ini dapat diwujudkan karena adanya keseimbangan fokus pembangunan ekonomi dengan pembangunan sumberdaya  manusia sebagai subjek dan aktor pembangunan itu sendiri,” jelas wanita penggagas gerakan Pemuda Pembaharu Desa (2016-sekarang) ini.

Merujuk perkara di atas, model pembangunan perbatasan yang sesuai untuk dilaksanakan ialah pembangunan dan keamanan manusia yang terdapat beberapa kesamaan. Yaitu penekanan terhadap  people centered dan tujuannya kebebasan manusia (human freedom).

“Dengan demikian, jika manusia menjadi tujuan pembangunan maka peluang manusia untuk mendapatkan kebebasannya dari segala  bentuk ancaman dapat diwujudkan,” imbuhnya. Selain itu kebebasan untuk menjadi sesuatu dan mendapatkan maruah yang lebih baik juga akan terbuka luas.

Paparan inilah yang Ema maksudkan dengan keamanan komunitas yang merujuk kepada pembangunan komunitas yang berkelanjutan. Menurutnya, dengan adanya kepastian dan jaminan kelangsungan kesejahteraan dan keamanan  komunitas sebagai tujuan pembangunan, manusia dapat bebas daripada ancaman dan mengenal pasti potensinya.

“Selain itu, makna bebas daripada ancaman ini juga difahami dengan mengutamakan pemberdayaan, perlindungan dan pelayanan kepada komunitas, serta memperhatikan nilai-nilai kearifan budaya setempat (local wisdom) yang ada,” pungkasnya. [Edithya Miranti]

Tags: IndonesiaMalaysiaPerbatasan
Share70Tweet43Send
Previous Post

Israel Bahas RUU untuk Legalkan Menahan Jenazah Syuhada Palestina

Next Post

Kemendes Dukung Program Desa Berdaya Rumah Zakat

Edithya Miranti

Edithya Miranti

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

4 June 2026
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

6 June 2026
Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

30 August 2021
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

31 May 2026
Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

4 June 2026
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

0
Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

0
BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

0
BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

0
Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

0
BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

6 June 2026
BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

6 June 2026
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

6 June 2026
Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

5 June 2026
Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

5 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result