Sana’a, Gontornews — Komite Palang Merah Internasional (ICRC) telah menarik 71 staf internasionalnya keluar dari Yaman karena alasan keamanan.
Namun sekitar 450 karyawan ICRC tetap berada di Yaman, termasuk puluhan staf asing, kata juru bicara ICRC, Marie-Claire Feghali.
ICRC mendesak semua pihak yang terlibat dalam perang di negara itu untuk memberikan jaminan keamanan sehingga stafnya dapat tetap menjalankan program bantuan bedah, air dan makanan.
“ICRC menyerukan kepada semua pihak untuk memberikan jaminan yang konkret, solid dan dapat ditindaklanjuti sehingga kami dapat terus bekerja di Yaman,” ujarnya seperti dikutip Aljazeera.
ICRC mengatakan memindahkan mayoritas stafnya ke Djibouti karena risiko tinggi di negara yang dilanda perang itu. [Rusdiono Mukri]





















