Melbourne, Gontornews — Pemerintah Australia mengklaim bahwa tidak ada hubungan langsung antara kebakaran hutan dan perubahan iklim di negaranya.
Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mengatakan bahwa Australia tidak perlu memotong emisi karbon lebih agresif demi membatasi pemanasan global, sekalipun secara faktual, Australia mengalami kekeringan selama 3 tahun serta musibah kebakaran hutan terparah yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Sebaliknya, Australia mengklaim bahwa mereka merupakan negara penyumbang 1,3 persen emisi karbon dunia di belakang Amerika Serikat. Karenanya, Australia sudah selayaknya diberikan penghargaan karena target pengurangan emisinya berhasil.
“Ketika (sebuah permintaan) datang untuk mengurangi emisi global, Australia harus terlibat untuk melakukan perannya. Tetapi, kebakaran hutan adalah saat di mana masyarakat harus bersatu dan bukan memecah belah,” ungkap Menteri Energi dan Pengurangan Emisi, Angus Taylor, kepada Reuters.
Taylor menambahkan bahwa pengurangan emisi gas karbon dapat membahayakan ekonomi dalam negeri. Terlebih jika ekspor batubara dan gas Australia mengalami kerugian akibat pengurangan emisi gas karbon. Australia sendiri merupakan pengespor gas alam cari nomor dua terbesar di dunia setelah Qatar.
“Di sebagian negara besar, kami tidak dapat menerima kebijakan pengurangan emisi di mana meningkatkan biaya hidup, menghilangkan pekerjaan, mengurangi pendapatan negara serta memperlambat laju pertumbuhan ekonomi,” tambah Taylor.
“Itulah sebabnya mengapa kami tidak mengadopsi target (partai) Buruh untuk menghancurkan ekonomi dengan selalu menghasilkan pajak dari sektor energi,” katanya.
Sementara itu, para ilmuwan tetap bersikukuh bahwa perubahan iklim merupakan faktor kunci dalam kebakaran hutan di Australia.
“Salah satu pendorong utama adalah intensitas api, tingkat penyebaran api dan suhu yang mempengaruhi area kebakaran. Dan di Australia, kami baru saja mengalami rekor suhu tertinggi,” ungkap Direktur Institut Perubahan Iklim dari Australian National University, Mark Howden. [Mohamad Deny Irawan]


















