Jeddah, Gontornews — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi pada hari Selasa (30/6) menyebutkan, belum ada tanda-tanda pandemi coronavirus (COVID-19) melemah dalam cuaca musim panas. Beberapa penelitian sedang dilakukan untuk menguji kemungkinan efek sinar matahari dan panas pada virus.
“Tingkat suhu yang digunakan di laboratorium untuk mempelajari ketahanan virus berbeda dengan suhu lingkungan tempat kita hidup,” kata jurubicara kementerian Mohammed Al-Abd Al-Aly sebagaimana dikutip Arabnews.com.
“Apalagi, sebagian besar dari kita menghabiskan waktu di tempat tertutup dengan suhu sedang.”
Dia mengatakan bahwa cara terbaik untuk melindungi diri dan komunitas mereka dari virus yaitu dengan terus mengikuti saran keselamatan dan mengambil tindakan pencegahan yang direkomendasikan oleh kementerian, termasuk jarak fisik. Ini sangat penting untuk memperlambat penyebaran penyakit terlepas dari musim, tambahnya.
Arab Saudi telah menjadi bagian dari upaya internasional untuk memerangi COVID-19 sejak tahap awal wabah, dan anggota kemitraan kesehatan global Gavi, Aliansi Vaksin, kata Al-Abd Al-Aly.
“Upaya menemukan vaksin untuk penyakit itu belum selesai,” tambahnya. “Namun, negara ini memiliki kontak bilateral dengan negara-negara yang memiliki peluang atau tanda-tanda kisah sukses vaksin.”
Dia menunjukkan bahwa novel coronavirus dianggap stabil, tanpa perbedaan yang signifikan dalam gejala penyakit atau komplikasi berdasarkan faktor geografis atau golongan darah.
Kerajaan melaporkan 50 kematian akibat COVID-19 pada hari Selasa, meningkatkan total kematian menjadi 1.649.
Selain itu ada 4.387 kasus baru yang dikonfirmasi, yang berarti 190.823 orang telah tertular penyakit ini. Dari jumlah tersebut, 58.408 kasus tetap aktif dan 2.278 pasien dalam kondisi kritis.
Kementerian Kesehatan mengatakan 980 dari kasus baru berada di Al-Hafuf, 342 di Riyadh dan 308 di Dammam.
“Faktor utama di balik peningkatan jumlah yang signifikan di kota-kota itu yaitu pertemuan sosial, dengan kurangnya komitmen terhadap tindakan pencegahan dan jarak sosial,” kata Al-Abd Al-Aly.
Khaled Alabdulkareem, asisten wakil menteri untuk perawatan kesehatan primer di kementerian kesehatan, mengatakan bahwa 174.313 orang telah mengunjungi 237 klinik Tetamman yang didirikan di seluruh Kerajaan. Di tempat itu setiap orang yang memiliki gejala COVID-19 seperti demam, sesak nafas, atau batuk bisa memeriksakan kesehatannya . Dari mereka, 12 persen menerima pengobatan COVID-19, dengan 3 persen dirawat di rumah sakit.
Selain itu, 255.497 orang telah melakukan tes usapan COVID-19 di Pusat Inisiatif Taakkad yang didirikan oleh kementerian kesehatan di seluruh negeri.
“Tes-tes ini memberi kami gagasan penting tentang prevalensi virus, dan karenanya membantu kami mendeteksi kemungkinan kasus pada tahap awal, memutus rantai infeksi dan mencegah pembentukan sarang untuk virus,” kata Alabdulkareem.
Hingga saat ini, Arab Saudi telah melakukan 1.639.314 tes COVID-19. Kementerian itu juga mengumumkan bahwa ada tambahan 3.648 pasien pulih dalam 24 jam terakhir, sehingga jumlah total pemulihan di Kerajaan menjadi 130.766. []




















