Jakarta, Gontornews—Pimpinan Pondok Pesantren Modern Gontor KH Hasan Abdullah Sahal dalam acara Sujud Kesyukuran 90 Tahun Gontor di Masjid Istiqlal (28/5/2016), mengatakan Pimpinan Gontor tidak mewariskan materi tapi yang Gontor wariskan adalah pola kebijaksanaan, kepemimpinan dan nilai-nilai Gontor.
“Pimpinan Pondok tidak mewariskan gedung, bangunan megah, puluhan ribu santri dan sebagainya, kami mengestafetkan tongkat perjuangan,†tutur Kiai Hasan dihadapan puluhan ribu alumi yang memenuhi ruang utama masjid terbesar se-Asia Tenggara ini.
Menurut Kiai Hasan, sekian tahun mendampingi dalam perjuangan Gontor, banyak kebijakan yang dilimpahkan trimurti sehingga sewaktu beliau wafat pondok tetap berjalan seperti biasanya tidak ada keributan anak cucu dan yang lainnya.
Ia mengaku malu kepada trimurti karena belum banyak melakukan perjuangan untuk Pondok Modern Darussalam Gontor. “Kami malu kepada almarhum trimurti, kami belum berbuat apa-apa. Malu kami karena cita-cita masih jauh,†ungkapnya.
Sehingga di usianya ke 90 tahun dan kedepannya, lanjut Kiai Hasan, pondok harus terus berjalan sesuai dengan nilai-nilai yang ditanamkan para pendirinya. “Pondok harus tetap berjalan seperti kereta api pengemudinya boleh siapa saja tapi relnya tidak boleh berubah,†wejangnya.
Kiai Hasan mengatakan, nilai-nilai Gontor ini jangan sampai ada yang mengubah atau mencoba mengotak-atiknya, bukan bangunan, bukan orangnya. Ajaran Gontor ada tiga hal yaitu pengaturan, aturan dan kedisiplinan. “Ini harus diwariskan kepada generasi mendatang,†ujarnya.
Nilai-nilai Pondok wajib dipertahankan dan dirinya juga wajib menyampaikannya agar tetap menjadi pedoman perjuangan Gontor ke depan. “Ajal tidak tahu kapan tibanya tapi nila-nilai harus terus diwariskan ke generasi selanjutnya. Kami sudah menyampaikannya dan kalian semua menjadi saksinya,†ungkapnya.
Alumni Gontor sebutnya, ada yang menjadi jenderal, prajurit, menteri, pimpinan pondok, dan tokoh di masyarakat. Mereka berhak ikut berjuang dan memperjuangkan nilai-nilai Gontor dengan caranya masing-masing.
“Dulu Gontor sudah mencanangkan napak jejak Sangit, Santineketan, Alighar dan al-Azhar. Belajar dari mereka harus menghilangkan virus-virus yang merusak pondok,†ungkapnya.   [Ahmad Muhajir/DJ]























