Depok, Gontornews – Berita wafatnya KH Hasyim Muzadi terus menggema di Indonesia. Bahkan, ribuan pelayat silih berganti datang ke tempat pemakaman terakhir jenazah di Pondok pesantren Al-Hikam, Depok, Rabu (16/3). Tak terkecuali dengan temannya sesama alumni Gontor, KH Ahmad Rosyidi.
Alumus Gontor 1965 tersebut tak segan berbagi cerita tentang sosok Pria kelahiran Tuban, 8 Agustus 1944 tersebut. Menurutnya, KH Hasyim adalah representasi Pondok Modern Darussalam Gontor yang berdiri di atas dan untuk semua golongan.
“Beliau sosok yang mampu berdiri di atas dan untuk semua golongan,” ujar Guru Rosyidi, sapaan akrab santri dan guru Attaqwa Bekasi, kepada Gontornews.com
“Beliau mampu memposisikan diri dalam menyikapi perbedaan,” tambah Guru Rosyidi.
Beliau juga bercerita bahwa KH Hasyim Muzadi termasuk tokoh yang rutin bersilaturahim dalam reuni abu sittin. Reuni abu sittin merupakan reuni yang mempertemukan alumni Gontor angkatan tahun 1960-an.
“Kalau begitu, beliau kakak kelas saya,” terang Guru Rosyidi merujuk tahun lulus KH Hasyim Muzadi pada 3 tahun lebih tua.
Dalam kesempatan yang sama, pria paruh baya yang merupakan santri KH Noer Alie tersebut mengingatkan bahwa orang-orang yang tidak mempercayai akhirat patut mengambil ibrah dari orang-orang yang sudah meninggal.
“Orang-orang yang tidak percaya dengan akhirat harus tahu bagaimana sulitnya menghadapi kehidupan setelah kematian (jika tidak disiapkan semasa hidup),” pungkasnya. Mohamad Deny Irawan





















