Bandung, Gontornews – Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal, mengatakan kemerdekaan Indonesia merupakan hadiah dari para ulama. Ustadz Hasan, sapaan akrabnya, menegaskan perjuangan para ulama adalah perjuangan antipenjajahan.
“Dengan kekuatan pesantren, Indonesia bisa merdeka, bersih dari penjajahan, sejahtera, dan maju. Saya bangga menjadi bagian dari pesantren,” ungkap Ustadz Hasan saat memberikan ceramah pada Peringatan Hari Lahir ke-28 Pondok Pesantren Modern sekaligus peresmian Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) al-Ihsan, di Aula Ibnu Sina, Pesantren Modern Al-Ihsan, Baleendah, Bandung, Selasa (31/10).
“Mari kita jalankan tugas kita masing-masing, sesuai dengan nilai, risalah, dan amanah kemerdekaan kita. Bangunlah jiwanya, bangunlah raganya, untuk Indonesia Raya,” tambah putra Trimurti Pendiri Gontor, KH Ahmad Sahal, itu.
Ustadz Hasan juga mengajak kepada para santri agar terus mempertahankan kemerdekaan, menjaga NKRI serta membangun Indonesia dengan segenap cita-cita kemerdekaannya.
“Agar apa yang kita lakukan berkah,” ungkap Ustadz Hasan.
Sementara itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga mengamini pernyataan tersebut. Bagi putra mantan Menteri Agama, Saifuddin Zuhri tersebut, peran santri dalam memperjuangkan, mempertahankan serta mengisi kemerdekaan sudah menjadi catatan sejarah panjang Indonesia.
“Kita semua hidup di sini, matipun dikubur di negeri ini. Karenanya, tidak ada alasan untuk tidak mencintai Tanah Air ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Menag menambahkan bahwa menjaga keutuhan NKRI juga menjadi tugas para santri. Salah satu langkah yang bisa dilakukan oleh santri adalah dengan tekun mendalami ilmu keislaman serta mengamalkannya.
“Kita punya jargon, hubbul wathan minal iman. Seorang santri tidak bisa melepaskan ke-Indonesia-annya. Itulah ciri santri,” pungkasnya. [Mohamad Deny Irawan]






















