Pontianak, Gontornews — Dengan pesatnya perkembangan internet dan mudahnya mendapatkan aplikasi apa pun di sebuah alat yang bernama handphone atau biasa disebut gadget/gawai, banyak menjadikan para penggunanya tanpa terkecuali anak-anak lupa waktu hingga mengabaikan banyak hal.
Sri Wahyuni Indawati SPd MPd menjelaskan bahwa ada beberapa kiat mencegah anak candu gawai. Berikut ulasannya:
Pertama, ajarkan dan pahamkan tentang standar halal dan haram dalam Islam.
Kedua, ajarkan dan pahamkan strandar prioritas seperti wajib, sunah, makruh, mubah, dan haram. Sehingga anak paham bahwa ia harus mendahulukan yang wajib/fardhu terlebih dahulu.
Ketiga, ajarkan dan pahamkan visi misi penciptaan manusia. Sehingga anak paham bahwa ia diciptakan Allah untuk menjadi abdullah (hamba Allah) dan khalifah fiil ard (pemimpin di bumi), serta supaya mengerti bahwa segala perbuatan yang dilakukannya akan dimintai pertanggungjawaban di hari kiamat kelak.
Keempat, rajinlah mengingatkan anak. Sehingga nasihat tersebut dapat tersimpan rapih dalam pikiran sampai mereka dewasa.
Kelima, orangtua harus mulai berdakwah di keluarga, masyarakat, dan negara. Mengajak kaum Muslim untuk berpegang teguh pada ajaran Islam, komitmen dalam tholabul ilmi, dan menerapkan syariat. Karena hanya aturan yang diturunkan Allah SWT yang dapat menyelamatkan manusia di dunia dan di akhirat.
Sebagaimana diketahui bersama bahwa media sosial ibarat pedang bermata dua, maka sekali lagi perkenalkan cara penggunaan medsos yang baik agar mendapat manfaatnya bukan keburukkannya.
Semua itu hanya memerlukan pembiasaan karena yang biasa dilakukan/dilihat akan menjadi habits. Maka, lanjut Founder Smart Islamic Parenting Indonesia ini, orangtua harus membiasakan habits baik pada anak.
Karena jelas yang lebih dulu bisa membedakan baik dan buruk adalah orangtua. Jika orangtua saja tidak paham baik dan buruk berdasarkan hukum syara’, bagaimana dengan si anak. “Dengan catatan, ini anak yang dimaksud adalah anak yang belum mumayyiz (di bawah 7 tahun),” pungkas Mentor di bidang Program Islamic Homeschooling tahun 2019 itu. []























