Pontianak, Gontornews — Perhelatan pesta politik di Indonesia belakangan ini kian memanas. Berbagai kubu partai pun mulai menyiapkan diri untuk bisa tampil di ajang Pemilihan Umum yang digembor-gemborkan akan berlangsung tahun 2024 ini.
Menariknya, dari kemeriahan pesta demokrasi yang akan diadakan, sebagian masyarakat justru ogah mengikutinya. Ada banyak hal tentunya yang melatarbelakangi sikap tak mau tahu atau acuh tak acuh akan dunia politik saat ini. Namun terlepas dari semua alasan yang ada, dunia politik adalah kekuatan utama dalam mendukung kebangkitan umat di berbagai sektor.
Dalam sebuah Kajian Online Muslimah yang diadakan Komunitas One Day One Juz (ODOJ), Founder dan Pembina Yayasan Sekolah Wanita Indonesia Hebat, Sri Wahyuni Indawati SPd MPd menegaskan, “Kaum Muslim harus melek politik, namun bukan dijadikan sapi perah dalam politik. Ngobrolin harga cabe naik aja, lanjutnya, sebenarnya kita sudah berpikir politik.
Bahkan Islam tak sekedar mengatur ibadah mahdoh, namun juga ada syariat terkait sistem politik dalam negeri, politik luar negri, ekonomi, sosial, budaya, sanksi/uqubat, dan lainnya.
Muslim yang tidak melek politik, ia akan menjadi sapi perah dalam sistem saat ini. “BBM naik, diam. Bahan pokok naik, diam. SDA dan SDM dieksploitasi, diam,” sindir Trainer Muslimah Educator itu.
Politik secara syar’i adalah ri’ayah su’unil ummah (mengurusi urusan rakyat), tentunya mengurusi rakyat dengan aturan yang diturunkan Allah SWT. “Jika ingin memahami politik yang benar sesuai Islam, yuk ngaji politik,” pungkas Founder Smart Islamic Parenting Indonesia tersebut. [Edithya Miranti]





















