Judul : Hijrah Bang Tato
Penulis : Fahd Pahdepie
Penerbit : Bentang
Cetakan : Pertama, Oktober 2017
Tebal : x + 246 hlm
Ada orang yang membayangkan dan bertanya-tanya, jika ada yang mengatakan bahwa Tuhan tak akan menerima taubat hamba-Nya yang dianggap terlalu kotor dan berdosa, lalu ke manakah sesungguhnya mereka akan kembali? Ke laut? Tentu saja tidak. Karena Tuhan lebih agung daripada laut.
Karenanya manusia harus terus meyakini bahwa Tuhan lebih besar daripada laut, lebih luas daripada semesta, dan lebih agung dari segalanya. Maka, tak usah ragu untuk kembali kepada-Nya.
Sebab Tuhan tak akan pernah menolak kita. Sehingga jika ada pepatah mengatakan, “Mengalirlah..karena sesungguhnya air bersih yang diam lebih busuk daripada air kotor yang mengalir.”
Buku ini menuliskan tentang kisah nyata perjalanan hijrah sang mantan preman. Tato di sekujur tubuhnya membuatnya disegani oleh banyak orang. Namun setelah ia bertaubat, Lalan, begitu namanya, telah mengubah 360 derajat pandangan hidupnya.
Ia pun kini berjuang mencari nafkah yang halal untuk keluarga. Lalan juga bangga menjalani dunia barunya, meski hanya sebagai peracik kopi dan harus memulai hidup dalam kemiskinan. Perjalanan seperti apa yang diallui Lalan. Ikuti kisahnya dalam buku menarik berjudul, ‘Hijrah Bang Tato’ ini. <Edithya Miranti>
























