Jakarta, Gontornews–Semangat persatuan umat Islam, semakin terlihat belakangan ini. Berawal dari semangat bela qur’an aksi damai 212 tahun lalu, kini semangat kebangkitan umat Islam meluas ke spektrum ekonomi.
Sebagai ikhtiar untuk mewujudkan kekuatan umat Islam di bidang ekonomi bertempat di Masjid Andalusia STEI Tazkia, Sentul City, Bogor (06/01/2017) GNPF (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa) MUI meluncurkan Koperasi Syariah 212.
Namun Koperasi Syariah 212 secara resmi berdiri pada tanggal 24 Januari 2017 berdasarkan Keputusan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 003136/BH/M.KUKM.2/I/2017 dan Akta No. 02 tanggal 10 Januari 2017 yang dibuat dan disampaikan oleh Notaris SURJADI, SH., MKn., MM dan diterima pada tanggal 19 Januari 2017.
Terkait perkembangannya saat ini, Wakil Ketua Koperasi Syariah 212 Valentino Dinsi menjelaskan, dari tanggal berdirinya koperasi syariah 212 hingga saat ini telah menghimpun dana sebesar Rp 10,5 miliar.
Dikatakannya, dana yang terhimpun tersebut akan diinvestasikan ke tiga bidang ekonomi. Pertama, kata dia, koperasi syariah 212 akan meluncurkan reksa dana syariah 212 “Targetnya insya Allah 10 Triliun, ”bebernya kepada Gontornews.com.
Kedua, properti. “Alhamdulillah kemarin kami sudah groundbreaking di Depok, Tower 212, ada 29 lantai dan 324 kamar. Kami bekerja sama dengan pengembang, sistemnya partnership,” imbuhnya.
Selain di properti, dan reksadana syariah, imbuh dia, pihaknya juga mengembangkan bisnisnya di sektor ritel dengan nama Kita Mart. “Targetnya tahun ini ada 200 minimarket insyaallah, nanti tersebar di seluruh Indonesia,”ungkapnya. (Muhammad Khaerul Muttaqien)




















