Seoul, Gontornews — Pemerintah Korea Selatan, Selasa (27/7/2021), mulai memberikan vaksin bagi pekerja industri elektronik semisal penyedia piranti lunak maupun keras. Pemerintah berupaya untuk meminimalisir gangguan dalam rantai pasokan global seiring dengan perjuangan dunia dalam kampanye vaksinasi.
Beberapa perusahaan Korea Selatan yang terlibat dalam upaya vaksinasi ini yaitu Samsung Electronis, Samsung Display, SK Hynix dan LG Display. Mereka memulai program vaksinasi secara internal bagi karyawan mereka mulai Selasa.
Pemerintah menyetujui rencana vaksinasi internal perusahaan bulan lalu. Program vaksinasi menargetkan lebih dari 303.000 pekerja dari 40 perusahaan. Langkah ini terjadi seiring dengan terhambatnya pasokan chip global dari seluruh dunia khususnya yang terkait dengan industri mobil. Dalam hal ini, Samsung dan SK Hynix menjadi dua pembuat chip memori teratas dunia.
Kedua perusahaan terlampir berencana untuk menggunakan vaksin Pfizer dalam kampanye vaksinasi mereka setelah sebelumnya berencana menggunakan vaksin Moderna. Namun, terhambatnya pasokan Moderna membuat pihak Samsung menggunakan Pfizer-BioNTech sebagai vaksin pilihan.
βModerna telah memberi tahu kami tentang adanya penyesuaian jadwal pasokan karena masalah produksi. Kami sedang bediskusi dengan mereka untuk mengonfirmasi rencana terperinci mengenai pengiriman dan volume,β kata Perdana Menteri Korea Selatan, Kim Boo-kyum, kepada Reuters.
Korea Selatan terus mempeluas kampanye vaksinasi bagi warga yang telah berusia 50 tahun ke atas pada Senin. Mereka memutuskan untuk beralih menggunakan vaksin Pfizer karena keterlambatan pengiriman vaksin Moderna. Negeri Ginseng tersebut memiliki kontrak dengan Moderna untuk memasok 40 juta dosis vaksin dengan 1,1 juta dosis telah tiba.
Korea Selatan melaporkan penambahan 1.365 kasus baru pada Senin (26/7/2021) sehingga terakumulasi 191.531 kasus dan 2.079 kematian.
Sejauh ini, Korea Selatan telah berhasil menginokulasi hampir 34 persen dari 52 juta populasinya dengan setidaknya 1 dosis serta 13,5 persen warga telah menerima vaksin penuh. [Mohamad Deny Irawna]





















