Seoul, Gontornews — Perdana Menteri Korea Selatan, Han Duck-soo, Jumat (30/12/2022), mengatakan pemerintah mewajibkan pelancong asal Cina untuk menunjukkan tes Covid-19 negatif sebelum masuk ke wilayahnya. Kebijakan ini muncul seiring dengan peningkatan lonjakan infeksi di Cina dalam beberapa waktu terakhir.
PM Han mengatakan, pada akhir Februari tahun depan, otoritas terkait akan meminta hasil tes PCR atau antigen negatif Covid-19 dari setiap kedatangan dari Cina sebelum melakukan penerbangan menuju Korea Selatan.
Mereka harus menerima hasil tes PCR dalam rentang waktu 48 jam terakhir sebelum kedatangan atau tes antigen 24 jam sebelum kedatangan mereka. Tidak hanya itu, pemerintah Korea Selatan juga mewajibkan para semua pelancong asal Cina untuk menjalani tes PCR pada hari pertama kedatangan mereka.
“Pemerintah pasti memperkuat beberapa langkah anti-epidemi untuk mencegah penyebaran di dalam negeri karena situasi Covid-19 yang memburuk di Cina,” ucap PM Han kepada kantor berita Yonhap.
Korea Selatan juga akan membatasi penerbitan visa jangka penden bagi warga negara Cina kecuali para diplomat, pejabat publik, bisnis penting atau tujuan kemanusiaan. Pembatasan ini akan mulai berlaku pada akhr Januari 2023 mendatang.
Selain itu, Korea Selatan juga menghentikan sementara perluasan penerbangan ke Cina dan mengharuskan seluruh penerbangan dari Cina untuk mendarat di bandara internasional Incheon dalam rangka manajemen penahanan yang tepat.
Sementara itu, pada hari yang sama, pemerintah Korea Selatan melansir bahwa kasus Covid-19 baru di wilayahnya turun dalam rentang waktu tiga hari berturut-turut. Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea, KDCA, mengonfirmasi 65.207 kasus Covid-19 baru termasuk 68 kasus dari luar negeri. Dengan demikian total kasus Covid-19 hingga Jumat 30 Desember 2022 mencapai 28.996.347 kasus. KDCA juga melaporkan 68 kematian dan 562 pasien kritis dalam periode yang sama.
Pemerintah Korea Selatan berencana untuk menghapus aturan penggunaan masker di dalam ruangan dan sejumlah pembatasan pandemi paling cepat akhir Januari mendatang. [Mohamad Deny Irawan]
























