Ada beragam tragedi dalam sejarah Indonesia yang harus diingat masyarakat terutama generasi muda saat ini. Salah satunya tragedi yang ditorehkan organisasi terlarang Partai Komunis Indonesia (PKI), yang pada setiap tanggal 30 September masih terus diingat oleh sebagian besar bangsa Indonesia, karena tewasnya sejumlah perwira tinggi militer dalam upaya kudeta yang dilakukan PKI pada tahun 1965. Bahkan ketika kemerdekaan Indonesia masih seumur jagung, partai haram tersebut sudah berani mengadakan perlawanan terhadap pimpinan nasional Indonesia. ”Kita semuanya ditakdirkan untuk merenungkan kembali bahwa Indonesia pernah ada satu musibah besar yaitu hadirnya komunisme,” ungkap sejarawan dan penulis buku Api Sejarah, Prof Ahmad Mansur Suryanegara kepada Majalah Gontor. Untuk mengetahui lebih lanjut apa saja yang dilakukan oleh PKI terhadap bangsa dan negara Indonesia, wartawan Majalah Gontor Muhammad Khaerul Muttaqien berhasil mewawancarai sejarawan dan penulis buku Api Sejarah, Prof Ahmad Mansur Suryanegara. Berikut petikan wawancaranya:
Setiap bulan September rakyat Indonesia menyandang suasana kebatinan penuh keprihatinan dan trauma akan peristiwa makar Partai Komunis Indonesia (PKI) yang terjadi pada bulan ini. Apa pelajaran yang bisa dipetik dari peristiwa pemberontakan G30S/PKI?
Kita semuanya ditakdirkan untuk merenungkan kembali bahwa Indonesia pernah ada satu musibah besar yaitu hadirnya komunisme dan kita bisa melihat bahwa PKI sebenarnya tidak bisa menggunakan kekuatannya sendiri walaupun saat itu PKI merupakan partai besar, namun dengan bantuan dari Republik Rakyat Cina (RRC) mereka baru bisa bergerak. Dulu juga pada waktu di Madiun tanpa ada bantuan dari Rusia, PKI juga tidak bisa bergerak. Sebenarnya kita harus menilainya dari situ, karena banyak orang hanya mengatakan PKI kuat, PKI hebat, tapi sebenarnya PKI tidak mempunyai kekuatan yang bisa dibanggakan, walaupun mempunyai massa yang cukup besar dalam berita. Tapi dalam kenyataannya kalau sudah dipukul sekali, maka rakyat yang dikatakan membela PKI tidak berpihak lagi. Dalam kenyataan PKI sebenarnya tidak besar, hanya dalam pemberitaan-pemberitaan yang dibesar -besarkan. Orang tidak memperhatikan itu, PKI sepertinya kuat tapi ketika dipukul mundur oleh Hizbullah, dipukul mundur oleh tentara Siliwangi, berantakan semua PKI itu.
Siapa yang paling dirugikan akibat pemberontakan G30S/PKI?
Yang dirugikan kalau dilihat sepintas ialah TNI sendiri. Karena TNI kehilangan perwira-perwiranya, yang selama 20 tahun berjuang untuk republik ini dipangkas oleh PKI. Tapi kalau dilihat dari sisi kekalahan, yang rugi PKI sendiri. Kalau di Madiun korbannya itu ulama-ulama. Ulama-ulama yang dibunuh.
Apa dosa besar PKI, selain G30S/PKI, yang tidak bisa dilupakan umat Islam?
Sebenarnya Republik Indonesia disusun oleh para ulama. Dasar landasan Indonesia didirikan oleh para ulama. Dikatakan, kemerdekaan itu berkat rahmat Allah, itu PKI-nya tidak ada pada waktu menyusun UUD 18 Agustus 1945. PKI saat itu tidak ada, dan Pancasila yang dipidatokan oleh Bung Karno pada 1 Juni 1945 itu diubah oleh para ulama, yaitu KH Wahid Hasyim dari NU, Ki Bagus Hadikusumo dari Muhammadiyah. Dua tokoh inilah yang menentukan Indonesia berpancasila dan berundang-undang dasar 1945. PKI tidak ada. PKI menginduk kepada Rusia, dan Rusia pada Perang Dunia kedua bergabung dengan sekutu. Sekutu itu mengadakan perjanjian di antara Amerika, Inggris, Prancis dan Rusia di Postdam yang menyatakan kalau Perang Dunia kedua selesai, maka penjajah kembali menjajah daerah jajahannya. Karena Soviet/Rusia ikut menandatangani Belanda harus menerima jajahannya maka Belanda mau kembali sesudah proklamasi karena tidak mau menerima proklamasi. PKI karena tunduk kepada Rusia dan Rusia membenarkan adanya penjajah kembali menjajah tanah jajahannya, maka PKI tidak menentang Belanda, tapi ikut Rusia lalu membantu Belanda untuk membatalkan proklamasi. Itulah sebabnya mengapa setelah proklamasi PKI melakukan kudeta-kudeta, mencoba berani mengadakan perlawanan terhadap pimpinan nasional Indonesia, kapan saja selama Indonesia negaranya masih berpancasila. Menurut catatan sejarah pemberontakan pertama terjadi pada 12 Februari 1946 di Cirebon dengan dipimpin oleh Mohammad Joesoep dan Mr Suprapto, namun berhasil dikalahkan TNI. Pemberontakan kedua terjadi pada 3 Juli 1946 di Yogyakarta. Pemberontakan ketiga terjadi di Madiun pada 18 September 1948 dipimpin oleh Muso yang merupakan agen dari Stalin.
Mengapa bisa begitu, apa motifnya?
Karena di dalam ideologi PKI dinyatakan, tidak ada penguasa yang mau menyerahkan kekuasaannya dengan sukarela kepada PKI, tidak akan mungkin, maka PKI harus merebut. Konsep yang diajarkan oleh Karl Marx sendiri, maka tidak ada jalan lain, selain konflik teorinya. Jadi harus melalui konflik. Bagaimana pun dan di mana pun juga harus merebut. Itu konsep mereka.
Belakangan ada beberapa pihak mengatakan bahwa PKI dan komunisme sudah bubar dan tak perlu ditakuti karena referensinya Eropa Timur dan Uni Soviet yang sudah bubar, menurut Anda bagaimana?
Salim Said sendiri, tokoh sejarawan dan pernah menjadi Duta Besar di Ceko, pernah mengatakan PKI itu sudah bangkrut, tidak akan bisa bangkit lagi. Tapi yang bangkrut itu kan PKI. PKI itu kan Partai Komunis Indonesia, itu yang bangkrut, yang tidak bangkrut Korea Utara kemudian RRC yang luar biasa. Maka kalau dikatakan sesudah adanya G30S/PKI, sesudah Uni Soviet rontok, sesudah Pak Harto dijatuhkan, PKI tidak akan bisa berbuat apa-apa, tapi kenyataannya kita bisa melihat pikiran-pikiran yang dilempar sekarang ini, persis seperti pesan yang dikatakan Aidit bahwa PKI harus berani sampai sumpah darah menyatakan tidak PKI lagi. Mengapa PKI sekarang ini pakai baju baru? Itu pesan Aidit. Kalau Salim Said mengatakan di TV, PKI sudah bangkrut, pernyataan bangkrut itu dipikirkan kembali. Apakah bangkrut dalam arti tidak berdaya? Tapi ternyata belakangan ada orang dengan bukunya menyatakan “Saya bangga jadi anak PKI”. Ini fakta ternyata PKI bangkit kembali.
Dari mana kita bisa mengetahui tanda-tanda kebangkitannya dan apa buktinya kalau komunisme masih ada hingga saat ini?
Kita bisa melihat siapa saja, karena Aidit pernah menyatakan supaya PKI masuk ke dalam seluruh organisasi Islam, sosial dan politik. Ada semuanya. Itu kerja mereka dari 1965 sampai sekarang. Dari pikirannya yang dikemukakan, maka kita bisa melihat pikiran PKI. Kita tidak usah melihat itu PKI atau bukan, tapi pikirannya sudah berganti seperti itu. Pepatah menyebutkan, kita tidak bisa menyembunyikan batuk dan cinta, maka akan kelihatan nanti. Bahkan ada tokoh dari kampus Islam sampai mengatakan lebih baik sejarah jangan dihapuskan tapi agama yang dihapuskan. Itu kalimat-kalimat orang yang antiagama. Bisa dilihat dari konsep-konsep pikirannya. Walaupun pakai baju agama, baju militer, itu diperintahkan oleh Aidit bahwa sesudah G30S gagal, maka jangan diterima konsep bahwa G30S adalah PKI. Mereka menulis G30S, PKI tidak ada, hanya G30S. Lalu dianjurkan semua PKI harus berani sumpah darah bahwa mereka tidak akan menjadi PKI lagi. Tapi mereka tetap orang PKI dengan baju baru.
Katanya PKI sudah dibubarkan, lalu dari mana komunisme gaya baru bisa muncul dan sejak kapan muncul ke permukaan?
Bisa dilihat dari pesan Aidit, gaya barunya dibentuk sejak tahun 1965 agar masuk ke dalam seluruh eselon apa saja, sehingga ini merupakan pelindung sosial yang baik bagi mereka di kemudian hari. Ketika sudah mendapatkan posisi penting, misalnya posisi dalam komunitas Muslim atau partai, mereka tidak dicurigai lagi.
Apa bahaya laten komunisme yang tampak sekarang dan apa yang harus diwaspadai dari gerakan PKI gaya baru ini?
Kata Gus Dur mengapa PKI dibiarkan muncul, karena kalau muncul gampang dipukul. Kata Gus Dur, jangan takut dengan PKI. Itu pernyataan Gus Dur di televisi. Kita semua harus mengetahui bahwa siapa pun nanti, PKI yang sedang sembunyi–sembunyi, nanti akan dibuka semuanya oleh Allah sehingga kita mengetahui. Kata Gus Dur, tidak ada PKI yang kudetanya berhasil. Saya bertanya kepada Gus Dur, mengapa gagal? Kata Gus Dur, karena kualat dengan ulama. Ini hanya analisis gampangan saja. Kalau toh nanti PKI akan muncul lagi, silakan. Kata Gus Dur, kalau muncul gampang dipukul. Kalau sembunyi repot kita, karena tidak tahu aksi mereka. Tapi kalau muncul ke permukaan gampang dipukul. Menurut saya bukan karena ulamanya yang hebat, tapi karena mereka (PKI) melawan Allah, maka nanti Allah yang akan menjawab. Yang aneh dari jawaban-Nya, walaupun semua tentara sekutu bersenjata untuk merebut Indonesia, tetapi hanya dengan bambu runcing ulama-ulama maju ke depan, bayangkan TNI belum ada waktu itu, Panglima Besar Jenderal Sudirman belum ada waktu itu, tapi NU dengan pimpinan KH Hasyim Asyari memberi komando pada 22 Oktober 1945, tanggal 31 Oktober 1945 itu jenderal sekutu tewas. Mari kita semuanya meningkatkan kemampuan beragama kita. Semua agamawan harus bersatu. Jenderal-jenderal yang menjadi korban kekejaman PKI waktu itu juga ada yang bukan dari Islam. Kita orang Islam harus mengetahui kalau PKI itu antiagama. In syaa Allah kita akan menyaksikan apa pun yang diperbuat PKI, karena PKI tidak percaya kepada Allah, pasti PKI akan ditumbangkan oleh Allah, dan kita yang akan menang.
Apakah kebangkitan komunisme akibat reformasi yang kebablasan?
Mungkin juga. Reformasi sekarang ini kan kehilangan bentuk. Bukan “re” tapi “de”, deformasi. Jadi kehilangan bentuk. Sampai UUD 45 juga diamandemen. MPR-nya Pak Amin Rais itu sudah bangkrut, tidak mempunyai tujuan yang pasti, bagaimana pembangunan, pembangunan ke mana arahnya. Kalau kita lihat rakyat itu tidak tahu, karena yang penting bagaimana bisa mempunyai mobil, yang penting bisa makan, yang penting bisa menyekolahkan anak. Semuanya sudah masing-masing sekarang ini. Tidak seperti dulu “Indonesia tanah airku, tanah tumpah darahku.” Sekarang ini orang malah bangga kalau anaknya menjadi asing. Itu tidak hanya satu orang, saya temui beberapa orang dengan kebangkrutan berpikir Indonesianya.
Apa saran Anda bagi pemerintah, ulama dan masyarakat dalam rangka membendung bangkitnya komunisme saat ini?
Sebagai sejarawan saya menyarankan, sejarah PKI harus diajarkan kembali. Pelajaran yang disampaikan, PKI mempunyai sifat yang tidak terpuji. Bukan berarti untuk memihak, tapi untuk menyampaikan penipuan-penipuan PKI yang luar biasa. Kita harus tanamkan kepada anak-anak kita bahwa negeri kita besar. Di Indonesia mata hari terbit tiga kali, ada Indonesia Barat, Indonesia Tengah dan Indonesia Timur. Lautnya terluas seluruh dunia. Jadi kita yakinkan kepada anak cucu kita semua bahwa siapa pun tidak akan bisa menguasai Indonesia. Indonesia adalah negara untuk Indonesia, bukan untuk negara lain. []























