Bandar Seri Begawan, Gontornews β Rombongan peserta studi akademik mahasiswi Program Studi Ekonomi Islam Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor mengunjungi KBRI Brunei Darussalam, Kamis (19/1). Dalam laporan yang diterima Gontornews, mahasiswi UNIDA mendapatkan informasi tentang sepak terjang Kedutaan Besar Indonesia di Brunei Darussalam.
Dalam pertemuan yang dilangsungkan di Kedutaan Besar Indonesia di Bandar Seri Begawan, Perwakilan RI di Brunei, Arko Hananto Budiadi berkenanΒ menelaskan fungsi ekonomi, politik, protokoler konsuler dan fungsi sosial.
Arko menjelaskan,Β sekitar seperempat dari 471.000 warga Brunei merupakan warga Indonesia. Masyarakat Indonesia di Brunei merupakan tenaga kerja, pengusaha dan pelajar.
βBanyak dari mahasiswa/mahasiswi Indonesia mengambil studinya di Universitas Sultan Sharif Ali (UNISSA),β ungkap Taufiq Affandi, ketua rombongan studi akademik UNIDA Gontor menirukan pernyataan Arko.
Taufiq menambahkan, kantor KBRI merupakan salah satu yang terluas di Brunei Darussalam. Di dalam kantor tersebut tersedia masjid yang mampu menampung hampir 1.500 orang. Masjid ituΒ akan diperluas karena kapasitasnya sudah tidak memadai.
KBRI Brunei juga mengelola beberapa komunitas-komunitas hobi dan profesi dari warga Indonesia untuk meningkatkan persatuan warga Indonesia yang ada di Brunei Darussalam ini. Mereka juga memberikan bantuan untuk memudahkan warga Indonesia yang ingin mengambil beasiswa studi di Brunei Darussalam ini.
Tidak hanya itu, Arko juga menjelaskanΒ kepada mahasiswi UNIDA Gontor tentang bagaimana cara untuk membuka usaha di Brunei Darussalam.
Menurut pelaksana fungsi ekonomi KBRI Brunei, Eko Himawan, syarat utama kemudahan izin usaha di Brunei adalah halal dan sehat. Penyelesaian izin dilakukan hanya dalam 3 hari dan dengan biaya yang tidak terlalu tinggi.
Kunjungan ke KBRI Brunei Darussalam merupakan kegiatan di hari ketiga studi akademik Mahasiswi Unida. Selama 9 hari studi akademik di Brunei Darussalam ini, mahasiswi UNIDA bertempat tinggal dan mendapat dukungan penuh dari UNISSA. [Mohamad Deny Irawan]





















