Riyadh, Gontornews — Presiden Rusia, Vladmir Putin mengunjungi Arab Saudi, Senin (14/10). Selain bertemu Raja Salman, kunjungan pertamanya itu juga untuk menandatangani perjanjian minyak antara Rusia-Saudi serta membahas keamanan regional, khususnya, persaingan Arab Saudi yang sedang berlangsung dengan Iran.
Di Istana, Putin mendengarkan band militer Saudi yang memainkan lagu kebangsaan Rusia. Lalu kemudian ia menyapa para pejabat sebelum duduk bersama Raja Salman untuk percakapan yang direkam oleh televisi pemerintah.
“Rusia melihat perluasan hubungan persahabatan dan saling menguntungkan dengan Arab Saudi itu adalah hal yang sangat penting,” kata Putin yang memuji upaya Raja Salman dalam menjaga hubungan, seperti dikutip Aljazeera.
Sementara itu dalam sambutan singkatnya, Raja Salman yang berusia 83 tahun itu mengatakan Saudi berharap dapat menjalin kerjasama dengan Rusia termasuk dalam menciptakan stabilitas keamanan serta dapat bersama memerangi terorisme.
“Kami berharap dapat bekerja dengan Rusia untuk mencapai keamanan dan stabilitas dan memerangi terorisme,” ucapnya.
Pangeran Abdulaziz bin Salman yang merupakan Menteri Perminyakan negara itu, memimpin upacara penandatanganan 20 perjanjian antara kedua negara. Sebagian besar nota kesepahaman di bidang energi, petrokimia, transportasi dan kecerdasan buatan.
Pertemuan Saudi-Rusia menandakan hubungan yang kuat antara kedua negara, yang telah bekerja bersama dalam beberapa tahun terakhir untuk menjaga pasokan minyak rendah tetap bernilai tinggi. Akan tetapi keduanya berada di sisi yang berlawanan dari konflik regional.
Moskow telah mendukung Presiden Bashar al-Assad dalam perang saudara Suriah, sementara Riyadh mendukung kelompok-kelompok yang berjuang untuk menggulingkannya.
Selain itu, Rusia juga telah memperkuat hubungannya dengan Iran dalam beberapa tahun terakhir sehingga dianggap mengancam keberadaan Arab Saudi di Timur Tengah.
Sebelumnya, Putin mengatakan dirinya bisa memainkan peran positif dalam mengurangi ketegangan antara Teheran dan Riyadh, mengingat hubungan yang kuat Rusia dengan kedua belah pihak.[Devi Lusianawati]





















