Kuwait, Gontornews–Rencana Amerika akan mendamaikan Palestina dan Israel yang disebutnya sebagai “Kesepekatan Abad Ini” mendapat tanggapan dari beberapa negara, Kuwait, Iran dan Lebanon.
Kuwait telah menyatakan memboikot konferensi di Bahrain ini. “Kuwait adalah pendukung Palestina yang diduduki dan menolak normalisasi hubungan dengan Israel,” ujar Ketua Parlemen Kuwait Marzouq Al-Ghanim, sebagaimana dilaporkan Middle East Monitor.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi juga mengecam perhelatan konferensi ekonomi di Bahrain. Ia menilai konferensi tersebut bertujuan menjual Palestina. Konferensi dan penjualan Palestina ini tidak akan mengarah ke mana pun.
Hal senada juga dikemukakan oleh Ketua parlemen Lebanon Nabih Berri. Ia menegaskan negaranya tidak akan menghadiri konferensi ekonomi di Bahrain. Hal itu merupakan bentuk solidaritas negaranya terhadap Palestina.
“Mereka yang berpikir bahwa melambaikan miliaran dolar dapat memikat Lebanon, yang berada di bawah tekanan krisis ekonomi yang mencekik, untuk menyerah atau menukar prinsip-prinsipnya, keliru,” kata Berri.
Partai-partai politik Mesir yang berhaluan kiri dan liberal mengecam konferensi ekonomi yang akan digelar AS di Bahrain.
Menurut mereka, kegiatan itu bertujuan melegitimasi pendudukan tanah Arab. Mereka mengatakan, setiap partisipasi negara Arab akan melampaui batas normalisasi dengan Israel. [Fathurroji]






















