Tripoli, Gontornews — Pemerintah persatuan Libya yang didukung PBB mengumumkan keadaan darurat di ibukota, Tripoli, dan sekitarnya atas bentrokan yang terjadi antara milisi yang bersaing.
Keputusan itu muncul setelah total 38 orang tewas dalam kekerasan yang pecah antara milisi yang selaras dengan pemerintah persatuan yang didukung PBB di tenggara Tripoli sejak Ahad lalu. Demikian dijelaskan kantor berita resmi Anadolu Agency, Ahad (2/9).
Diwartakan Anadolu Agency, kekerasan meletus setelah Pasukan Infanteri 7 yang berafiliasi pada Kementerian Pertahanan menuduh Brigade Revolusi Tripoli, yang selaras dengan Kementerian Dalam Negeri menyerang posisinya di Tripoli selatan.
Dalam sebuah pernyataan yang dikutip Anadolu Agency, pemerintah mengatakan, keadaan darurat telah dinyatakan di dalam dan di sekitar ibu kota Tripoli, dengan mempertimbangkan kepentingan publik dan kemungkinan bahaya dari situasi saat ini.
Libya telah dirundung gejolak sejak 2011, ketika pemberontakan yang didukung NATO berdarah menyebabkan kematian orang kuat Muammar Gaddafi setelah lebih dari empat dekade berkuasa.
Sejak itu, divisi politik Libya telah menghasilkan dua kursi kekuasaan yang bersaing; satu di Tobruk dan satu lagi di Tripoli dan sejumlah kelompok milisi bersenjata lengkap. [Muhammad Khaerul Muttaqien]





















