Bogor, Gontornews — Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memberikan tips mengenali dan mengendalikan “tawon ndas” atau Vespa affinis. Upaya ini dilakukan menyusul jatuhnya 10 korban meninggal dunia dan 250 korban lain akibat sengatan tawon ndas.
Kepala Bidang Pusat Penelitian Biologi LIPI, Cahyo Rahmadi mengatakan bahwa upaya pengendalian masalah dan penanganan satwa sudah menjadi salah satu kegiatan penelitian LIPI untuk menjaga keseimbangan dan keberlangsungan ekosistem dan ekologi.
Sementara itu pakar tawon LIPI, Hari Nugroho, mengatakan bahwa meningkatnya populasi tawon di daerah pemukiman warga terjadi akibat hilangnya habitat alami tawon.
“Tawon agresif di siang hari. Hal ini dikarenakan suhu yang hangat berpengaruh terhadap metabolisme tubuh tawon. Berbeda dengan kondisi dingin dan gelap, mereka cenderung pasif,” ungkap Hari Nugroho sebagaimana dilansir laman lipi.go.id.
Seperti diketahui, tawon ndas merupakan tawon yang cenderung agresif dan berbahaya terkhusus kala mereka merasa terganggu atau terancam. Lebih lanjut, Hari menjelaskan bahwa tawon ndas betinalah yang berfungsi sebagai pemburu mangsa sekaligus alat pertahanan terakhir terhadap gangguan dan ancaman.
“Pada saat tawon menyengat, tawon akan mengeluarkan zat kimia feromon yang berfungsi sebagai alarm bagi kawanannya bahwa ada ancaman terhadap koloni. Zat ini yang mengundang tawon lain dalam satu koloni untuk ikut menyerang,” ujar Hari.
Sementara itu, sebagai langkah penanganan, LIPI menyarankan agar pembasmian sarang tawon cukup dilakukan di lokasi yang dianggap membahayakan keselamatan manusia. Selain itu, upaya pemindahan sarang melalui mekanisme sarang palsu juga dapat dilakukan demi menekan munculnya sarang baru di pemukiman warga.
Terakhir, LIPI menyarankan agar warga membuat perangkap tawon serta membersihkan sarang lama yang sudah kosong.
“Di samping itu, penanganan secara local wisdom juga dapat menjadi solusi alternatif, namun harus tetap mengedepankan aspek keselamatan serta prosedural,” kata Sih Kahono dari Pusat Penelitian Biologi LIPI.
“Selama Outbreak tawon, lakukan pemeriksaan rumah dan lingkungan secara berkala dan jika terkena sengatan tawon dalam jumlah banyak hubungi rumah sakit terdekat agar mendapatkan penanganan medis yang tepat,” pungkas Hari. [Mohamad Deny Irawan]





















