pesanan-majalah-edisi-khusus
28 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 2 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Tafsir

Lisan yang Menyejukkan dan Tanggung Jawab Setiap Ucapan

Oleh Prof Dr H Sofyan Sauri MPd, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
16 December 2025
in Tafsir
0
Lisan yang Menyejukkan dan Tanggung Jawab Setiap Ucapan

Foto: Informatika UII

Landasan Teologis

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ

“Tidak ada suatu kata pun yang terucap, melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).” (QS Qāf Ayat 18)

Interpretasi Para Mufasir

BACA JUGA

Siapkan Bekal Kehidupan Abadi Demi Gapai Ridha Ilahi

Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Menjadi Pribadi yang Menenangkan, Bukan Meresahkan

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Tafsir Al-Baghawi menyebutkan, “Tidaklah seseorang mengucapkan suatu perkataan” yakni tidaklah ia berbicara suatu kata, melainkan ia melontarkan kata itu dari mulutnya, “melainkan di sisinya ada malaikat pengawas (penjaga) dan yang selalu hadir di mana pun ia berada.”

Mengenai dua Malaikat Penjaga, Hasan al-Bashri mengatakan, “Sesungguhnya para malaikat menjauh dari manusia dalam dua keadaan: ketika ia buang hajat dan ketika ia berhubungan suami–istri.” Sedangkan Mujahid berkata, “Kedua malaikat itu mencatat segala sesuatu tentang manusia sampai pun keluhannya ketika sakit.”

Sementara itu Ikrimah mengatakan, “Mereka tidak mencatat kecuali apa yang manusia diberi pahala atasnya atau diberi dosa karenanya.” Sedangkan Adh-Dhahhāk menyebutkan, “Tempat duduk kedua malaikat itu berada di bawah geraham, dekat langit-langit mulut.” (Riwayat serupa juga disebutkan dari al-Hasan.)Dan al-Hasan sangat menyukai untuk membersihkan rambut halus di wajahnya.

Tafsir Ibnu Katsir menyebutkan, para ulama berbeda pendapat tentang apakah malaikat mencatat semua ucapan manusia. Hasan Al-Bashri dan Qatadah berpendapat, malaikat mencatat seluruh perkataan. Sedangkan Ibnu Abbas berpendapat, yang dicatat hanya perkataan yang mengandung pahala atau dosa.

Imam Ahmad meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya seseorang benar-benar mengucapkan satu kata yang diridhai Allah, sementara ia tidak mengira kata itu akan sampai pada derajat tersebut, maka Allah menuliskan keridhaan-Nya baginya hingga hari ia bertemu dengan-Nya. Dan sesungguhnya seseorang benar-benar mengucapkan satu kata yang dimurkai Allah, sementara ia tidak mengira kata itu akan sampai pada derajat tersebut, maka Allah menuliskan kemurkaan-Nya atasnya hingga hari ia bertemu dengan-Nya.”

Tafsir Al-Qurtuby menyebutkan, terdapat tiga pendapat tentang makna raqīb: 1) Yang selalu mengikuti dan mengawasi segala urusan, 2) Yang menjaga (hafizh); pendapat ini dikemukakan oleh As-Suddi, 3) Yang menjadi saksi; pendapat Adh-Dhahhak.

Sedangkan makna ‘atīd, ada dua pendapat: 1) Yang hadir dan tidak pernah absen, 2) Yang menjaga dan telah dipersiapkan, baik untuk menjaga maupun untuk menjadi saksi.

Abu Al-Jauza’ dan Mujahid berkata: Dicatat atas manusia segala sesuatu, bahkan rintihan karena sakit. Sedangkan ‘Ikrimah berkata: Tidak dicatat kecuali yang mengandung pahala atau dosa. Sementara Ali RA mengatakan, “Sesungguhnya Allah memiliki malaikat-malaikat yang membawa lembaran-lembaran putih. Maka isilah awalnya dan akhirnya dengan kebaikan, niscaya akan diampuni apa yang ada di antaranya.”

Tafsir At-Thabari menyebutkan, diriwayatkan dari Mujahid, ia berkata: “Yang di sebelah kanan malaikat yang menulis kebaikan, dan yang di sebelah kiri malaikat yang menulis keburukan.”

Diriwayatkan dari Ibrahim At-Taimi, ia berkata: “Malaikat di sebelah kanan merupakan pemimpin atau pengawas atas malaikat di sebelah kiri. Jika seorang hamba melakukan keburukan, malaikat kanan berkata kepada malaikat kiri: ‘Tahanlah dahulu, semoga ia bertobat’.”

Mujahid berkata: “Ada satu malaikat di sebelah kanan manusia dan satu malaikat di sebelah kirinya. Yang di kanan menulis kebaikan, dan yang di kiri menulis keburukan.” Ia juga berkata: “Setiap manusia bersama dua malaikat: satu di kanan dan satu di kiri. Yang di kanan menulis kebaikan, dan yang di kiri menulis keburukan.” Disebutkan bahwa penulis kebaikan merupakan pemimpin atas penulis keburukan. Jika seseorang berbuat dosa, ia berkata: “Jangan tergesa-gesa, barangkali ia memohon ampun.”

Inti Reflektif

Surat Qāf ayat 18 mengingatkan bahwa setiap ucapan yang keluar dari lisan manusia tidak pernah lepas dari pengawasan Allah, karena selalu dicatat oleh malaikat yang senantiasa hadir. Ayat ini menegaskan bahwa lisan bukan sekadar alat berbicara, melainkan amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Setiap kata memiliki konsekuensi, baik yang menyejukkan hati maupun yang melukai perasaan.

Karena itu, seorang Mukmin dituntut untuk menghadirkan kesadaran sebelum berbicara, menimbang manfaat dan mudarat setiap ucapan, serta menjadikan lisan sebagai sarana kebaikan, nasihat, dan penenang jiwa. Dengan menjaga lisan, manusia tidak hanya melindungi dirinya dari penyesalan di dunia, tetapi juga dari hisab yang berat di akhirat.

Nilai-nilai Pedagogis

Surat Qāf ayat 18 mengandung sejumlah nilai-nilai pendidikan (pedagogis) bagi manusia. Pertama, Nilai Tanggungjawab (Akuntabilitas). Ayat ini mengingatkan bahwa setiap ucapan manusia dicatat dan akan dimintai pertanggungjawaban. Karena itu, guru dan orangtua harus mengajarkan peserta didik untuk bertanggung jawab atas perkataan dan perbuatannya. Sehingga mereka menjadi manusia yang jujur, berakhlak mulia dan bertanggung jawab atas apa saja amanah yang diembannya.

Kedua, Nilai Akhlak dalam Berbicara. Ayat ini menanamkan kesadaran untuk menjaga lisan, berkata jujur, sopan, dan tidak menyakiti orang lain, karena setiap ucapan bernilai moral dan spiritual. Demikian guru dan orangtua harus mendidik siswa agar berbicara dengan baik dan bijaksana agar anak tumbuh menjadi generasi berakhlak dan saling menjaga perasaan orang lain.

Ketiga, Nilai Kesadaran Spiritual (Muraqabah). Ayat ini mendidik agar kita yakin bahwa Allah selalu mengawasi melalui malaikat-Nya, membentuk sikap merasa diawasi (ihsan), sehingga mendorong perilaku yang baik meskipun tanpa pengawasan manusia. Guru dan orangtua harus mengajarkan kepada peserta didik bahwa segala apa yang kita ucapkan dan lakukan diawasi oleh Allah melalui kedua malaikat yang menyertai kita, sehingga peserta didik akan menjadi pribadi yang beriman, bertakwa dan hati-hati dalam melakukan apa pun.

Keempat, Nilai Disiplin Diri dan Kontrol Emosi. Pesan ayat ini mendidik manusia agar mampu mengendalikan diri, tidak mudah berbicara tanpa berpikir, serta menahan emosi negatif.

Kelima, Nilai Kejujuran dan Integritas. Ayat ini mengajarkan kejujuran dan integritas karena semua perkataan dan perbuatan dicatat oleh malaikat. Guru dan orangtua haru mendidik siswa untuk bersikap jujur dan konsisten antara ucapan dan perbuatan sehingga mereka menjadi pribadi yang jujur dan integritas dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Keenam, Nilai Kesadaran Akhirat. Ayat ini mengingatkan bahwa catatan yang sudah dilakukan akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat, sehingga menumbuhkan orientasi hidup yang tidak hanya duniawi. Guru dan orangtua harus mengajarkan kepada peserta didik bahwa akhirat merupakan kehidupan yang abadi sedangkan kehidupan dunia merupakan tempat menanam amal kebaikan untuk akhirat kelak.

Landasan Teoretis

Islam mengajarkan bahwa lisan idealnya digunakan untuk menyampaikan kebenaran, menenangkan hati, mempererat ukhuwah, serta mencegah kerusakan sosial.

Al-Qur’an memberikan enam konsep dasar komunikasi melalui istilah qaulan, yaitu qaulan sadīdan (ucapan yang benar dan lurus), qaulan ma‘rūfan (ucapan yang baik dan pantas), qaulan balīghan (ucapan yang efektif dan menyentuh), qaulan layyinan (ucapan yang lembut), qaulan karīman (ucapan yang mulia dan menghormati), serta qaulan maisūran (ucapan yang mudah dan menenangkan).

Keenam konsep ini menjadi landasan teoretis bahwa ucapan yang baik dalam Islam tidak hanya dituntut benar secara substansi, tetapi juga etis, santun, dan berorientasi pada kemaslahatan. Lisan yang menyejukkan dengan demikian mencerminkan kedewasaan spiritual sekaligus kecerdasan emosional seorang Mukmin dalam berinteraksi dengan sesame.

Situasi Terkini

Saat masyarakat berada dalam keadaan rapuh, lisan dapat menjadi sumber ketenangan atau justru pemicu kepanikan. Banyaknya hoaks tentang gempa susulan, banjir besar, atau jumlah korban yang dilebihkan membuat situasi semakin kacau hanya karena seseorang abai terhadap tanggung jawab ucapannya.

Begitu pula komentar yang menyalahkan korban atau mengaitkan bencana dengan tuduhan-tuduhan tertentu justru menambah luka di tengah kesedihan. Karena itu, ayat ini mengajarkan bahwa di saat bencana, setiap Muslim wajib menghadirkan lisan yang menyejukkan: berbicara dengan empati, menenangkan, memberi harapan, dan hanya menyampaikan informasi yang benar, sebab dalam kondisi genting satu kata bisa menyelamatkan, satu kata pula bisa melukai atau menakutkan.

Lisan yang menyejukkan merupakan lisan yang berkata baik, jujur, lembut, dan bermanfaat, mencerminkan ketakwaan serta mempererat hubungan. Sementara tanggung jawab setiap ucapan berarti setiap kata akan dihisab di akhirat, sehingga perlu berpikir sebelum bicara, menghindari ghibah, fitnah, dan kata kasar, serta memilih diam jika tidak ada kebaikan, menjadikannya bagian dari keimanan untuk meraih ketenangan dan kebaikan dunia akhirat.

Sebuah pepatah bahasa Arab menyatakan bahwa keselamatan seseorang bergantung pada cara bagaimana ia menjaga lisannya. Pepatah itu berasal dari hadis Nabi:

سَلَامَةُ اْلإِنْسَانِ فِي حِفْظِ اللِّسَانِ

“Keselamatan manusia terletak dalam menjaga lisannya.” (HR Bukhari)

Perkataan yang baik, menyejukkan dan bertanggung jawab diperintahkan langsung oleh Allah SWT dalam firmannya:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ

”Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.” (QS Al-Ahzab: 70)

Karena itu kita harus mengucapkan yang baik, menyejukkan dan bertanggung jawab. Kalau kita tidak mampu maka diamlah, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi landasan pentingnya menahan lisan dari ucapan yang sia-sia atau buruk. Ketika seseorang menjaga lisannya, ia menunjukkan tingkat keimanan dan ketakwaannya. Dalam situasi emosional, diam menjadi langkah terbaik. Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ

“Jika salah seorang di antara kalian marah, hendaklah ia diam.” (HR Ahmad)

Hadis ini mengajarkan bahwa kita harus menjaga lisan baik saat marah dan lain sebagainya agar kita mampu bertanggung jawab atas ucapan yang kita lontarkan.

Seseorang yang mampu menjaga lisan akan mampu menjadikan lisannya menyejukkan semua orang dan tanggung jawab setiap ucapannya.

Berikut ini tujuh adab menjaga lisan menurut Sayyid Abdullah bin Alawi al-Haddad dalam kitab Risâlatul Mu‘âwanah wal Mudhâharah wal Muwâzarah: 1) Hendaklah Anda tidak melibatkan diri dalam hal-hal yang tidak ada gunanya bagi Anda, 2) Jangan sering-sering bersumpah demi Allah, dan jangan bersumpah demi nama-Nya kecuali memang benar-benar mendesak, 3) Hindarilah segala macam kebohongan sebab hal itu berlawanan dengan iman, 4) Jauhkan dirimu dari pergunjingan dan fitnahan serta bercanda secara keterlaluan, 5) Hindarilah setiap ucapan keji, 6) Jagalah lisanmu dari ucapan yang kurang baik apalagi yang tercela, 7) Pikirkan baik-baik apa yang akan Anda ucapkan sebelumnya. Jika itu baik menurut Anda, katakanlah. Jika tidak, diamlah.

Lisan diibaratkan seperti pisau bermata dua. Di satu sisi, lisan dapat digunakan untuk menyebarkan kebaikan. Namun, di sisi lain, lisan juga bisa melukai hati orang lain melalui perkataan buruk, seperti fitnah, gosip, dan ujaran kebencian.

Oleh karena itu, Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa menjaga adab berbicara. Ucapan yang baik tidak hanya mendamaikan hati sesama manusia, tetapi juga menjadi ibadah yang berbuah pahala.

Dampak Lisan yang Menyejukkan dan Tanggung Jawab Setiap Ucapan

Lalu apa saja dampak lisan yang menyejukkan dan tanggung jawab atas setiap ucapan? Pertama, Mengantarkan ridha Allah sampai hari kiamat. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ مَا يَظُنُّ أَنْ تَبْلُغَ مَا بَلَغَتْ فَيَكْتُبُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ بِهَا رِضْوَانَهُ إِلَى يَوْمِ

“Sungguh seorang hamba mengucapkan sebuah kalimat yang mengandung keridhaan Allah, dia tidak menyangka ucapannya begitu tinggi nilainya, maka Allah ‘Azzza wa Jalla akan menuliskan keridhaan baginya sampai hari kiamat.” (HR Tirmidzi)

Kedua, Mengangkat derajat seorang hamba. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ لَا يُلْقِي لَهَا بَالًا يَرْفَعُهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَاتٍ

“Sungguh seorang hamba mengucapakan sebuah kalimat yang Allah ridhai, yang dia tidak memperhatikannya, namun dengan sebab itu Allah mengangkatnya beberapa derajat.” (HR Bukhari)

Ketiga, Menjauhkan dari murka Allah. Rasulullah SAW bersabda:

قال رَسُول اللهِ صَلَّى الله عَلَيه وَسَلَّم :إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سُخْطِ اللَّهِ، لَا يَرَى بِهَا بَأْسًا، فَيَهْوِي بِهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ سَبْعِينَ خَرِيفًا

”Rasulullah SAW bersabda: Bisa jadi seseorang mengatakan satu kalimat yang dimurkai Allah, suatu kalimat yang menurutnya tidak apa-apa. Akan tetapi, dengan sebab kalimat itu dia jatuh ke neraka selama tujuh puluh tahun.” (HR Ahmad)

Keempat, Mengantarkan ke surga. Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ وَقَاهُ اللَّهُ شَرَّ مَا بَيْنَ لَحْيَيْهِ، وَشَرَّ مَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ دَخَلَ الجَنَّةَ (رواه الترمذي)

“Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: Siapa yang dijaga oleh Allah dari kejahatan sesuatu yang ada di antara kedua jambangnya (lisan) dan kejahatan di antara kedua kakinya (kemaluan), ia masuk surga.” (HR At-Tirmidzi)

Kelima, Menjaga hubungan kekeluargaan dan persaudaraan.  Allah SWT berfirman:

وَقُلْ لِّعِبَادِيْ يَقُوْلُوا الَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ الشَّيْطٰنَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْۗ اِنَّ الشَّيْطٰنَ كَانَ لِلْاِنْسَانِ عَدُوًّا مُّبِيْنًا

”Katakan kepada hamba-hamba-Ku supaya mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (dan benar). Sesungguhnya setan itu selalu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan musuh yang nyata bagi manusia.” (QS Al-Isra’: 53)

Dampak Tidak Jaga Lisan dan Tidak Tanggung Jawab pada Ucapan

Apa saja dampak akibat tidak menjaga lisan dan tidak tanggung jawab pada ucapannya? Pertama, Terjatuh ke dalam neraka. Rasulullah SAW bersabda:

الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ، يَنْزِلُ بِهَا فِي النَّارِ أَبْعَدَ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan kalimat tanpa dipikirkan terlebih dahulu, dan karenanya dia terjatuh ke dalam neraka sejauh antara timur dan barat.” (HR Muslim)

Kedua, Termasuk Orang yang Binasa. Rasulullah SAW bersabda:

النَّاسُ ثَلَاثَةٌ غَانِمٌ وَسَالِمٌ وَشَاحِبٌ فَالْغَانِمُ الَّذِي يَذْكُرُ اللَّهَ وَالسَّالِمُ السَّاكِتُ وَالشَّاحِبُ الَّذِي يَخُوضُ فِي الْبَاطِلِ

“Manusia itu ada tiga macam: (1) orang yang memperoleh kemenangan, (2) orang yang selamat, (3) orang yang binasa. Orang yang memperoleh kemenangan yaitu orang yang berdzikir kepada Allah. Orang yang selamat yaitu orang yang diam. Sedangkan orang yang binasa yaitu orang yang banyak bicara tentang kebatilan.” (HR Thabrani dan Abu Ya’la)

Dalam kitab Ihya Ulumiddin, Imam Al-Ghazali mengemukakan 14 macam bahaya lidah yang harus diperhatikan manusia.

  • Pertama, perkataan yang tidak bermanfaat yang bisa membuat hati kasar.
  • Kedua, mereka yang banyak omong, maka ia banyak bohong.
  • Ketiga, omong kosong.
  • Keempat, menyebabkan pertengkaran dan dendam kesumat.
  • Kelima, banyak bicara akan menimbulkan permusuhan antarkelompok dan golongan.
  • Keenam, mereka yang berbohong dengan mengaku sebagai pakar suatu bidang.
  • Ketujuh, ucapan yang mengandung hujatan dan cacian.
  • Kedelapan, ucapan yang mengutuk seseorang atau satu golongan.
  • Kesembilan, ungkapan syair atau nyanyian porno yang membangkitkan nafsu kebinatangan seseorang.
  • Kesepuluh, senda gurau dengan memperolok-olok orang lain.
  • Kesebelas, mengejek orang lain.
  • Kedua belas, membuka rahasia orang lain.
  • Ketiga belas, berjanji palsu.
  • Keempat belas, bersumpah palsu.

Semua itu akan merusak nilai-nilai amanah, tanggung jawab yang telah diajarkan Rasulullah SAW.

Marilah kita jadikan lisan sebagai alat untuk menyebarkan kebaikan, menghindari keburukan, dan selalu berusaha berkata yang benar sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan hadis. Sehingga lisan dapat mewujudkan ketenangan dan tanggung jawab atas setiap ucapan.

Kisah Teladan

Diceritakan dalam silsilah liqa’at al-bab al-maftuh, Imam Ahmad pernah didatangi oleh seseorang dan beliau dalam keadaan sakit. Kemudian beliau merintih karena sakit yang dideritanya. Lalu ada yang berkata kepadanya (yaitu Thawus, seorang tabi’in yang terkenal), “Sesungguhnya rintihan sakit juga dicatat (oleh malaikat).” Setelah mendengar nasihat itu, Imam Ahmad langsung diam, tidak merintih. Beliau takut jika merintih sakit, rintihannya tersebut akan dicatat oleh malaikat.

Kisah ini mengajarkan bahwa lisan itu akan dimintai pertanggungjawaban dan dicatat apa yang sudah diucapkan. Karena itu, maka ucapkanlah perkataan yang baik, menyejukkan dan bertanggung jawab atas ucapan kita, jangan menjadikan lisan kita sebagai dosa dan kemurkaan Allah, tapi lisan yang mendatangkan keridhaan Allah.

Diriwayatkan, Abu Bakar mengemut batu untuk menjaga lisannya dari perkataan-perkataan yang tidak berguna selama 12 tahun. Ya, 12 tahun Abu Bakar mengemut batu sehingga berhasil membiasakan diri untuk irit bicara. Ia tak mengeluarkan batu dari mulutnya kecuali saat shalat, makan dan tidur. Bahkan ia berdoa: “Semoga diriku bisu kecuali dari dzikir kepada Allah.” (Kitab  al-Jawahirul Lu’luiyyah fi Syarhil Arba’in an-Nawawiyyah)

Ibnu Mas’ud mengatakan dalam Mukhtashar Minhajil Qashidin, “Tidak ada yang lebih pantas dipenjara dalam waktu yang lama melainkan lisanku ini.”

اَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِى، وَمِنْ شَرِّ بَصَرِى، وَمِنْ شَرِّ لِسَانِى، وَمِنْ شَرِّ قَلْبِى، وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّى

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan pendengaran, penglihatan, lisan, qalbu, dan maniku.” (Sunan Abu Dawud No. 1551 dan Sunan At-Tirmidzi No. 3492)  []

Tags: LisanTanggung jawabUcapan
Share59Tweet37Send
Previous Post

42 Santri Gontor Kampus 12 Siak Ikuti Saka Wira Kartika

Next Post

Tasawuf Tanpa Nama

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

25 July 2026
Ratusan Santriwati Unjuk Kepiawaian dalam Apel Tahunan Al-Imtinan Putri Riau

Ratusan Santriwati Unjuk Kepiawaian dalam Apel Tahunan Al-Imtinan Putri Riau

25 July 2026
Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

26 July 2026
Gali Potensi dan Karakter Santri Lewat Sidik Jari: Pesantren Darul Muttaqien Parung Gandeng Primagen Genetic Mapping Program

Gali Potensi dan Karakter Santri Lewat Sidik Jari: Pesantren Darul Muttaqien Parung Gandeng Primagen Genetic Mapping Program

25 July 2026
Tirakat Orangtua Untuk Anak

Tirakat Orangtua Untuk Anak

11 October 2023
Ribuan Santri dan Guru Sukseskan Pagelaran Apel Tahunan Ponpes Al-Amanah Al-Gontory

Ribuan Santri dan Guru Sukseskan Pagelaran Apel Tahunan Ponpes Al-Amanah Al-Gontory

0
UIN Jakarta Kenalkan Prodi Agribisnis yang Tak Sekadar Bertani

UIN Jakarta Kenalkan Prodi Agribisnis yang Tak Sekadar Bertani

0
Bangun Generasi Muda Palestina, BAZNAS RI Salurkan Beasiswa Rp22 Miliar

Bangun Generasi Muda Palestina, BAZNAS RI Salurkan Beasiswa Rp22 Miliar

0
Sakinah Finance Dorong Literasi Keuangan Syariah bagi Generasi Muslimah di Kampus Aisyah binti Abu Bakar Bogor

Sakinah Finance Dorong Literasi Keuangan Syariah bagi Generasi Muslimah di Kampus Aisyah binti Abu Bakar Bogor

0
Gali Potensi dan Karakter Santri Lewat Sidik Jari: Pesantren Darul Muttaqien Parung Gandeng Primagen Genetic Mapping Program

Gali Potensi dan Karakter Santri Lewat Sidik Jari: Pesantren Darul Muttaqien Parung Gandeng Primagen Genetic Mapping Program

0
Sakinah Finance Dorong Literasi Keuangan Syariah bagi Generasi Muslimah di Kampus Aisyah binti Abu Bakar Bogor

Sakinah Finance Dorong Literasi Keuangan Syariah bagi Generasi Muslimah di Kampus Aisyah binti Abu Bakar Bogor

29 July 2026
Ribuan Santri dan Guru Sukseskan Pagelaran Apel Tahunan Ponpes Al-Amanah Al-Gontory

Ribuan Santri dan Guru Sukseskan Pagelaran Apel Tahunan Ponpes Al-Amanah Al-Gontory

29 July 2026
Bangun Generasi Muda Palestina, BAZNAS RI Salurkan Beasiswa Rp22 Miliar

Bangun Generasi Muda Palestina, BAZNAS RI Salurkan Beasiswa Rp22 Miliar

27 July 2026
UIN Jakarta Kenalkan Prodi Agribisnis yang Tak Sekadar Bertani

UIN Jakarta Kenalkan Prodi Agribisnis yang Tak Sekadar Bertani

27 July 2026
Rumah Sehat BAZNAS Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Brebes

Rumah Sehat BAZNAS Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Brebes

26 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • KHUSUS ALUMNI GONTOR 📣Perkenalkan usaha Anda.
Majalah Gontor Edisi Khusus September 2026 – Spesial 100 Tahun Gontor.✔️ Perkenalkan usaha Anda kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.
✔️ Kontribusi Rp1.500.000.
✔️ Pendaftaran hingga 7 Agustus 2026 atau kuota terpenuhi.📝 https://tinyurl.com/iklan-magon📞 0877-8707-2412 | 0813-1510-6479
  • Ada momen yang bisa diulang, ada pula yang hanya terjadi sekali dalam sejarah. Jangan lewatkan kesempatan memperkenalkan usaha Anda pada Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Link Pendaftaran :
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg#majalahgontor #gontornews #walisantrigontor #gontor
  • Kesempatan yang Tidak Datang Dua KaliJadilah bagian dari Edisi Khusus Majalah Gontor September 2026 dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Kami mengundang Wali Santri Gontor yang memiliki usaha untuk memperkenalkan produknya kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia melalui edisi koleksi yang akan menjadi bagian dari sejarah.📌 Kontribusi seikhlasnya
📌 Syarat: Anak masih aktif sebagai santri Gontor
📌 Pendaftaran hanya sampai 7 Agustus 2026Kirimkan:
✅ Logo Usaha
✅ Foto Produk
✅ Deskripsi Singkat
✅ Website/Sosial Media (jika ada)📲 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg📞 Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479#majalahgontor #100tahungontor #walisantri #pengusahamuslim #gontornews #pesantrengontor #gontor
  • EDISI KHUSUS SPESIAL 100 TAHUN GONTOR TELAH TERBIT! ✨Perjalanan satu abad tidak datang dua kali.📖 Majalah Gontor Edisi Juli & Agustus 2026 hadir sebagai bagian dari koleksi bersejarah 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Mengangkat perjalanan, gagasan, dan kontribusi Gontor dalam membangun peradaban, dua edisi ini layak menjadi koleksi bagi setiap keluarga besar Gontor.Jangan menunggu sampai stok habis.
📚 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah🌐 www.gontornews.com#majalahgontor #100tahungontor #gontor #pondokmoderngontor #mediaperekatumat #unidagontor #keluargabesargontor #alumnigontor #walisantrigontor #koleksibersejarah
  • Dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Gontor membuka kesempatan bagi 100 UMKM milik wali santri untuk menjadi bagian dari Edisi Khusus September 2026.📌 Yang ditampilkan:
✅ Logo/Nama Usaha
✅ Foto Produk
✅ Deskripsi Singkat
✅ Website/Media Sosial (jika ada)💚 Kontribusi seikhlasnya
⚠️ Kuota hanya 100 UMKM.Jadilah bagian dari edisi koleksi bersejarah yang akan dibaca dan disimpan oleh keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.📲 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg📞 Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479
  • Miliki Majalah Gontor Edisi Bulan Agustus Spesial 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan!📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • PRODUK ALUMNI GONTOR, INI MOMEN YANG TIDAK AKAN TERULANG!September 2026 bukan sekadar edisi biasa.Ini adalah Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang dicetak dengan penambahan oplah terbesar dan diprediksi menjadi salah satu edisi yang paling banyak dicari karena merupakan bagian dari koleksi langka Spesial 100 Tahun Gontor.Ini bukan hanya beriklan.
Ini adalah membangun kepercayaan, memperkuat brand awareness, dan menjadi bagian dari sejarah 100 Tahun Gontor.✅ Mengapa harus ikut?📈 Penambahan oplah cetak dalam jumlah besar.
🎯 Menjangkau keluarga besar Gontor, pesantren alumni, wali santri, simpatisan, dan masyarakat luas.
📖 Edisi koleksi yang akan disimpan bertahun-tahun, sehingga iklan Anda memiliki nilai eksposur yang jauh lebih panjang dibanding promosi digital yang cepat berlalu.🤝 Momentum terbaik untuk memperkenalkan usaha Anda kepada pasar yang loyal dan memiliki ikatan emosional kuat dengan Gontor.⏳ SPACE IKLAN SANGAT TERBATASBatas pendaftaran hingga 15 Agustus 2026 atau lebih cepat jika seluruh space telah terisi.👉 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/iklan-magon📞 Informasi
0813-1510-6479
0877-8707-2412"Dalam bisnis, yang paling mahal bukan biaya promosi, tetapi kesempatan yang terlewat."
  • ✨ Seabad Mendidik Bangsa. Kini saatnya menjadi bagian dari sejarah.📖 Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor – September 2026 hadir mengangkat kisah sukses ribuan Pondok Alumni Gontor yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.⏳ Stok terbatas! Jangan menunggu sampai stok menipis.🛒 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontor #gontornews #pondokmoderngontor #pesantren #pondokalumni #pesansekarang
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result