Washington, Gontornews β Para ilmuwan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA) dan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyatakan lubang ozon Antartika akan terus membesar dan dalam sampai November. Sebelumnya, pada 20 September 2020, pengamatan menunjukkan lubang ozon Antartika mencapai ukuran puncak sekitar 9,6 juta mil persegi atau setara tiga kali luas Benua Amerika.
Lubang di atas Antartika terbentuk karena suhu musim dingin yang masih bertahan pada musim semi yang memungkinkan terjadinya penipisan ozon. Ozon terdiri dari tiga atom oksigen dan sangat reaktif dengan bahan kimia lain.
Pusaran kutub yang dikenal dingin, stabil, disertai angin yang kuat mendukung pembentukan lubang ozon Antartika. Senyawa buatan manusia yang mengandung bahan kimia aktif seperti klorin dan bromin, yang bereaksi pada permukaan partikel awan, juga menyebabkan molekul ozon hancur.
βLubang itu akan menjadi sekitar 1 juta mil persegi lebih besar jika masih ada klorin di stratosfer seperti tahun 2000,β kata Paul A Newman, kepala ilmuwan Ilmu Bumi di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA, dikutip nasa.gov.
Lapisan ozon berfungsi melindungi planet dari sinar ultraviolet matahari. Akibat yang ditimbulkan radiasi ultraviolet di antaranya kanker kulit dan katarak pada manusia, serta merusak tanaman dan plankton sensitif pada dasar rantai makanan global. [Sabarita Febri]





















