Bogor, Gontornews — Mahasiswa Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor mengakhiri masa Kuliah Kerja Nyata (KKN) setelah selama sebulan penuh melakukan pengabdian kepada masyarakat.
KKN diadakan di delapan desa delapan kecamatan di Kabupaten Bogor. Kedelapan kecamatan itu, yaitu: Kecamatan Leuwiliang, Cigudeg, Leuwisadeng, Tenjolaya, Ciampea, Rumpin, Sukajaya, dan Kecamatan Jasinga.
Di setiap desa/kecamatan ditempatkan satu kelompok mahasiswa yang terdiri dari 10-11 mahasiswa dari berbagai program studi.
Aneka kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan oleh mahasiswa. Kelompok 2 Desa Pabangbon Kecamatan Leuwiliang, misalnya, mengadakan kegiatan bimbingan belajar, pengajian, mengajari kaum ibu untuk membuat donat ubi ungu, membuat keripik daun melinjo, sosialisasi kepemilikan sertifikat tanah, dan lain-lain.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang telah ikut ambil bagian mendidik warga desa,” ujar Kepala Desa Pabangbon Iik Rukmana pada acara pentas seni dan perpisahan mahasiswa KKN kelompok 2 di desanya, Ahad (7/10).
Sementara itu Dosen Pemimbing Kelompok 2, Ir H Rusdiono MPd, mengucapkan terima kasih kepada kepala desa dan masyarakat Pabangbon yang mau menerima dan memberi kesempatan kepada mahasiswa INAIS untuk belajar kehidupan.
“Apa yang kita peroleh di bangku kuliah itu hanya sebagian kecil dari kegiatan pembelajaran. Pembelajaran yang sesungguhnya kita peroleh dari kehidupan di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.
Karena itulah kegiatan KKN wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa. [Rusdiono Mukri]






















