Makassar, Gontornews — Pemerintah melalui Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Prof Dr Mahfud MD menegaskan bahwa organisasi masyarakat (ormas) Islam merupakan aset nasional yang sangat penting demi memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mahfud menganggap Wahdah Islamiyah sebagai ormas Islam yang bisa memperkuat NKRI sebagaimana ormas-ormas Islam yang lain.
βOrmas Islam adalah aset nasional yang bisa memperkuat NKRI sebagaimana ormas-ormas lain,β ungkap Prof Mahfud dalam rilis yang diterima Gontornews.
Mahfud menjelaskan peran tokoh-tokoh Islam juga sangat besar dalam kemerdekaan NKRI, termasuk perannya dalam merancang konstitusi dan Pancasila. βDalam sejarah kemerdekaan Indonesia, kita mengenal tokoh-tokoh Islam seperti Agus Salim, Ki Bagus Hadikusumo, Wahid Hasyim yang terus ikut memperjuangkan NKRI. (Mereka) bahkan terlibat langsung dalam penyusunan konstitusi dan dasar-dasar negara. Oleh karena itu, mari kita jaga NKRI dengan sepenuh hati,β sambung Mahfud.
Secara khusus, Mahfud menilai positif keberadaan dan kiprah ormas Wahdah Islamiyah. Ia bahkan antusias saat menghadiri Dialog Kebangsan bertema βDengan Takwa dan Komitmen pada konstitusi, kita wujudkan NKRI Jaya dan Harmonβ yang digelar oleh Wahdah Islamiyah.
βSaya menyambut gembira dan terharu dengan Dialog Kebangsaan yang memilih tema βDengan Takwa dan Komitmen pada Konstitusi Hukum, Kita Wujudkan NKRI Jaya dan Harmoniβ. Dari tema ini ada kata takwa, konstitusi dan harmoni sebagai 3 variabel penting. Tema ini jadi pertimbangan bagi saya untuk hadir,β jelas Mahfud.
Mahfud juga berkisah tentang awal perkenalannya dengan Wahdah Islamiyah. Saat itu, Wahdah Islamiyah mengundang Mantan Kepala Mahkamah Konstitusi itu sebagai pembicara dalam muktamar yang diselenggarakan secara online karena masih dalam situasi pandemi. Ia bahkan mengaku berdiskusi dengan Badan Intelejen Nasional (BIN) untuk mengetahui βidentitasβ Wahdah Islamiyah.
βDan waktu itu saya tanya sama BIN. BIN mengidentifikasi bahwa Wahdah Islamiyah adalah organisasi Islam yang berasas kebangsaan, menyatakan kesetiaanya kepada NKRI. Oleh karena itu, BIN merekomendasikan kami untuk datang ke sana dengan tujuan mensolidkan komitmen tersebut,β jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah Ustaz Zaitun Rasmin secara singkat mengenalkan ormas yang dipimpinnya kepada Mahfud MD dan para hadirin yang mengikuti Dialog Kebangsaan. Wahdah, kata Ustadz Zaitun, adalah ormas nasional yang didirikan dan terdaftar secara resmi di Kemendagri pada 2002, berasakan Islam dan Pancasila serta berlandaskan paham Ahlussunah wal jamaah.
βWahdah Islamiyah selalu menyampaikan pesan dan nasihat kepada para pemuda agar tidak terlibat dalam kegiatan-kegiatan ekstremisme dan terorisme,β tambah UZR.
Terkait isu radikalisme dan terorisme, UZR menyampaikan bila Wahdah telah mengeluarkan puluhan pernyataan yang mengecam tindakan tersebut. Baik yang terjadi di dalam maupun luar negeri.
Wahdah, kata UZR, juga bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk pemerintah pusat dan daerah melakukan kegiatan-kegiatan kebangsaan. Hal itu dilakukan untuk menunjukkan bahwa Wahdah benar-benar merupakan bagian dari bangsa ini dan mampu bekerja sama dengan komponen bangsa lainnya.
Pada kesempatan tersebut, UZR juga menyampaikan adanya isu, kecurigaan dan juga fitnah yang dilakukan pihak lain terhadap Wahdah Islamiyah. Fitnah tersebut adalah soal gerakan radikal yang disematkan kepada Wahdah. βItu semua kami terima dengan penuh kesabaran,β kata UZR.
Isu dan fitnah yang dialamatkan pada Wahdah itu, kata UZR, pada akhirnya tidak terbukti. βAlhamdulillah sampai hari ini tidak satupun dari pengurus atau kader Wahdah yang dinyatakan terlibat atau ikut kegiatan terorisme atau radikalisme,β tegasnya. [Mohamad Deny Irawan]






















