pesanan-majalah-edisi-khusus
29 °c
Pecenongan
Tue
Wed
Monday, 3 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Tafsir

Makna ‘Allahu Akbar’ dalam Membangkitkan Semangat Merebut Kemerdekaan

Oleh Prof Dr H Sofyan Sauri MPd, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
17 August 2025
in Tafsir
0
Makna ‘Allahu Akbar’ dalam Membangkitkan Semangat Merebut Kemerdekaan

Foto: Elshinta.com

Landasan Teologis

وَقَاتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَ

“Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu dan jangan melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS Al-Baqarah: 190)

Asbabun Nuzul

BACA JUGA

Siapkan Bekal Kehidupan Abadi Demi Gapai Ridha Ilahi

Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Menjadi Pribadi yang Menenangkan, Bukan Meresahkan

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Asbabun nuzul Surat Al-Baqarah Ayat 190  menurut Abu Hayyan dalam tafsirnya Al-Bahrul Muhith meriwayatkan asbabun nuzul dari Al-Baqarah 190-193, berikut adalah riwayatnya:

Ibnu Abbas berkata: “Ayat ini turun sehubungan kaum musyrikin menghalangi Rasulullah SAW (pergi ke Baitullah untuk melaksanakan umrah) pada tahun dilaksanakannya perjanjian Hudaibiyah. Kaum musyrikin mengajak damai Nabi SAW untuk kembali pada tahun depannya saja, sehingga kemudian mereka akan memperbolehkan Nabi SAW mengunjungi Baitullah selama tiga hari.

Kemudian Nabi SAW kembali (pada tahun depannya) untuk melaksanakan umrah qadha, namun umat Islam khawatir orang-orang Quraisy tidak menepati janji mereka dan menghalang-halangi kembali, serta memerangi mereka di tanah Haram dan di bulan yang haram pula. Umat Islam tidak menyukainya, kemudian turunlah ayat ini.

Interpretasi Para Mufasir

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah menyebutkan, dalam ayat ini Allah mengajarkan orang-orang beriman asas-asas jihad di jalan Allah untuk berinteraksi dengan orang-orang yang memerangi Islam dan kaum Muslimin. Allah berfirman kepada mereka: “Perangilah orang-orang kafir yang memerangi kalian demi menolong agama Allah, namun janganlah kalian menzalimi orang-orang yang memerangi itu dengan memutilasi jasad mereka, jangan pula menzalimi orang-orang yang tidak memerangi kalian seperti para wanita, anak-anak, dan orang-orang yang sudah renta.”

Kemudian Allah menekankan larangan berbuat zalim ini dengan menyatakan bahwa Dia tidak mencintai orang-orang yang zalim, dan Dia akan menghukum orang-orang yang zalim tersebut.

Sedangkan dalam Tafsir Al-Mukhtashar disebutkan, berperanglah kalian untuk meninggikan kalimat Allah melawan orang-orang kafir yang hendak memalingkan kalian dari agama Allah. Dan janganlah kalian melampaui batas-batas yang telah ditetapkan oleh Allah dengan membunuh anak-anak, kaum wanita dan orang-orang lanjut usia, atau memutilasi tubuh korban dan sebagainya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas-batas yang ditetapkan-Nya melalui syariat dan hukum-Nya.

Tafsir Al-Wajiz juga menyebutkan bahwa tujuan orang yang beriman disuruh berperang untuk meninggikan kalimat Allah dari orang-orang kafir yang melanggar perjanjian, dan janganlah menyakiti orang yang tidak berperang. Sesungguhnya Allah akan menghukum orang yang melanggar.

Imam As-Suyuthi dalam Tafsirul Jalalain menjelaskan bahwa maksud ayat 190 di atas secara ringkas ialah perintah untuk berjihad memerangi orang-orang kafir yang memerangi umat Islam (kafir harbi). Hal demikian dilakukan bukan untuk ajang balas dendam, melainkan untuk menegakkan agama Allah. Itupun dengan catatan umat Islam tidak melewati batas dengan memulai peperangan terlebih dahulu. Karena yang demikian itu tidak diperkenankan oleh Allah.

Senada dengan apa yang diungkapkan oleh Imam As-Suyuthi, Syekh Nawawi al-Bantani dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat 190 di atas merupakan perintah untuk memerangi orang-orang kafir yang memerangi umat Islam, tapi bukan umat Islam yang memulai peperangan. Namun, Syekh Nawawi memberi catatan bahwa maksud dari larangan melewati batas pada ayat tersebut ialah tidak diperbolehkan memulai peperangan di tanah Haram.

Sementara dalam Ad-Durrul Mantsur, Imam As-Suyuthi menjelaskan maksud dari ‘jangan melewati batas’ pada ayat di atas ialah tidak diperkenankan membunuh wanita, anak kecil, orang yang tua renta, dan orang yang sudah menyerah dalam peperangan.

Dikuatkan dengan riwayat dari Ibnu Abi Syaibah, Al-Bukhari dan Muslim yang bersumber dari Ibnu Umar mengatakan bahwa ia pernah menemukan perempuan terbunuh pada sebagian perang yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah SAW melarang untuk membunuh wanita dan anak kecil dalam peperangan.

Nilai-nilai Pendidikan

QS Al-Baqarah: 190 mengandung sejumlah nilai-nilai pendidikan bagi manusia, khususnya umat Islam. Pertama, Nilai Ketaatan kepada Allah. Dalam ayat ini disebutkan “di jalan Allah” menunjukkan bahwa segala tindakan, termasuk berperang, harus dilandasi oleh niat ikhlas karena Allah. Ini mendidik kita untuk selalu menjadikan tujuan hidup kita berlandaskan nilai-nilai ilahiah, bukan hawa nafsu atau kepentingan duniawi.

Karena itu guru, orangtua dan para tokoh harus terus membangkitkan semangat peserta didik dan mendidik agar taat kepada Allah sebagai generasi penerus perjuangan dengan mensyukuri kemerdekaan dan menjaga bangsa karena kemerdekaan merupakan karunia yang besar dari Allah yang harus kita pertahankan. Gemakanlah kalimat-kalimat agung kepada Allah sebagai salah satu bentuk ketaatan.

Kedua, Nilai Keadilan dan Tidak Melampaui Batas. Dalam ayat ini Allah membolehkan berperang, tapi hanya terhadap mereka yang menyerang lebih dahulu. Ini mendidik bahwa keadilan harus ditegakkan dan kezaliman harus ditolak, tetapi tidak membalas dengan cara yang zalim.

Allah juga memerintahkan untuk tidak melampaui batas dalam peperangan, seperti membunuh warga sipil, menghancurkan tempat ibadah, atau menyiksa tawanan. Ini mengajarkan pengendalian diri, moralitas dalam konflik, dan menghargai hak asasi manusia.

Guru, orangtua dan tokoh masyarakat harus menanamkan nilai keadilan dan tidak suka melampaui batas kepada peserta didik agar mereka mampu membedakan kebenaran dan kebatilan.

Ketiga, Nilai Jihad. Ayat ini menekankan bahwa jihad atau peperangan dalam Islam bukan untuk menyerang atau menjajah, tetapi untuk membela diri dan kebenaran. Ini menunjukkan pentingnya nilai keadilan dan etika, bahkan dalam situasi ekstrem seperti perang.

Guru, orangtua dan tokoh masyarakat harus mengajarkan nilai jihad dalam kehidupan sehari-hari. Seperti berjihad dalam mencari ilmu, berjihad memakmurkan masjid dan berjuang di jalan Allah. Dengan memiliki nilai jihad yang tinggi maka seseorang akan memperoleh kemuliaan.

Landasan Teoretis

Kalimat اَللّٰهُ اَكْبَرُ  atau “Allah Maha Besar” memiliki makna mendalam yang mencerminkan keagungan dan kekuasaan Allah Ta’ala yang melampaui segala sesuatu. Di dalamnya terkandung pengakuan bahwa ilmu dan qudrah (kekuasaan) Allah tidak tertandingi dan berada di atas segala sesuatu. Tidak ada yang berada di luar pengetahuan-Nya, dan tidak ada yang bisa lari dari kendali-Nya. Allah lebih besar dari segala yang kita anggap besar dan yang kita takuti. Dengan kata lain, Allah lebih besar daripada segala hal yang kita anggap luar biasa, termasuk proses penciptaan dan pembangkitan makhluk, serta pemberian kebahagiaan abadi.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa kalimat takbir ini bermakna bahwa Allah bagi seorang hamba lebih besar dari segala sesuatu. Tidak ada yang lebih agung, lebih kuat, atau lebih berkuasa daripada Allah SWT. Kebesaran-Nya meliputi segala aspek, baik dalam Zat-Nya, Nama-nama-Nya, Sifat-sifat-Nya, maupun Perbuatan-perbuatan-Nya.

Dengan demikian, kalimat اَللّٰهُ اَكْبَرُ  tidak hanya sekadar lafadz, tetapi juga merupakan manifestasi dari pengakuan akan keagungan dan kebesaran Allah SWT yang meliputi segala sesuatu. Kalimat ini menjadi sumber kekuatan spiritual dan tempat bersandar bagi umat manusia dalam menghadapi berbagai tantangan dan keajaiban di dunia ini.

Kalimat ‘Allahu Akbar’ membangkitkan semangat membara untuk memperoleh sesuatu yang ingin dicapai termasuk merebut kemerdekaan sebagaimana para pahlawan telah mengambil alih kemerdekaan bangsa dari tangan para penjajah.

Mengucapkan ‘Allahu Akbar’ berarti mengakui dan menegaskan keagungan Allah yang tak terbatas. Ini pernyataan keyakinan bahwa Allah Pencipta dan Penguasa alam semesta, Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Dengan mengucapkannya, seorang Muslim menyatakan ketundukan dan kepatuhan total kepada Allah semata.

Allah berfirman:

مَا خَلْقُكُمْ وَلَا بَعْثُكُمْ اِلَّا كَنَفْسٍ وَّاحِدَةٍۗ اِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌۢ بَصِيْرٌ

“Menciptakan dan membangkitkan kamu (bagi Allah) hanyalah seperti (mudahnya menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”  (QS Luqman : 28)

Ayat ini menegaskan bahwa pengumpulan seluruh umat manusia merupakan hal yang mudah bagi Allah, seperti menciptakan satu jiwa saja. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika setiap kali manusia menghadapi sesuatu yang besar, musibah yang besar, atau target yang luar biasa, mereka mengucapkan اَللّٰهُ اَكْبَرُ  sebagai bentuk penghiburan diri dan sumber kekuatan.

Lebih dari sekadar ungkapan verbal, Allahu Akbar merupakan manifestasi keimanan yang mendalam. Ia menjadi pengingat akan kebesaran Allah di tengah kesibukan duniawi, sekaligus ekspresi rasa syukur dan kagum atas keagungan ciptaan-Nya. Kalimat ini juga berfungsi sebagai sumber kekuatan spiritual, mengingatkan bahwa Allah lebih besar dari segala masalah dan tantangan yang dihadapi manusia.

Dengan memahami dan menghayati makna ‘Allahu Akbar’, seorang Muslim dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang, fokus, dan penuh keyakinan. Kalimat ini menjadi pengingat konstan akan tujuan hidup yang sejati, yaitu mengabdi kepada Allah SWT. Dengan memahami dan mengamalkan makna ‘Allahu Akbar’ secara mendalam, seorang Muslim dapat meningkatkan kualitas ibadah dan kehidupannya. Kalimat ini menjadi pengingat konstan akan kebesaran Allah, mendorong untuk senantiasa berbuat baik, dan memberikan kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup termasuk meraih kemerdekaan.

Hakikat Kemerdekaan

Imam Asy-Syafi’i rahimahullah dalam kitab al-Umm menegaskan makna spiritual dari kebebasan: “Sesungguhnya kemerdekaan yang hakiki merupakan pembebasan diri dari perbudakan hawa nafsu dan syahwat, serta mengarahkan diri sepenuhnya kepada Allah semata.”

Ibnu ‘Āsyūr dalam kitab Maqāṣid al-Syarī’ah al-Islāmiyyah menjelaskan bahwa kebebasan memiliki dua sisi. Pertama, kebebasan dari perbudakan fisik, yaitu kemerdekaan dalam arti literal. Kedua, kebebasan dalam makna batiniah, yaitu kemampuan seseorang untuk mengatur hidupnya sendiri dengan sadar, tanpa tekanan dan paksaan.

Syariat Islam sangat menjunjung tinggi prinsip kebebasan dalam banyak aspek. Islam menjamin kebebasan berkeyakinan (ḥurriyyah al-i’tiqād), kebebasan berbicara dan menyampaikan pendapat (ḥurriyyah al-aqwāl), kebebasan dalam belajar, mengajar, dan berkarya (ḥurriyyah al-‘ilmi wa at-ta’līm wa at-ta’līf), serta kebebasan dalam bekerja dan berwirausaha (ḥurriyyah al-a’māl). Semua bentuk kebebasan ini diarahkan untuk meneguhkan nilai-nilai luhur yang berlandaskan tauhid.

Membangkitkan Semangat

Lalu bagaimana makna ‘Allahu Akbar’ membangkitkan semangat merebut kemerdekaan? Pertama, yakin akan kekuasaan dan pertolongan Allah yang Mahabesar. Allah berfirman:

وَمَا بِكُمْ مِّنْ نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللّٰهِ ثُمَّ اِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَاِلَيْهِ تَجْـَٔرُوْنَۚ

“Segala nikmat yang ada padamu (datangnya) dari Allah. Kemudian, apabila kamu ditimpa kemudaratan, kepada-Nyalah kamu meminta pertolongan.” (QS An-Nahl: 53)

Kemerdekaan tidak berhenti pada kedaulatan semata, tetapi juga bermuara pada kesadaran kolektif untuk membangun peradaban yang merdeka dalam berpikir, berkarya, dan berakhlak. Karena mereka yakin segala sesuatu akibat pertolongan Allah.

Kedua, senantiasa berdoa dengan lembut dan rendah hati serta tidak melampaui batas karena Allah Mahasegalanya. Allah berfirman:

اُدْعُوْا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَّخُفْيَةًۗ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَۚ

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS Al-A’raf: 55)

Ketiga, dengan mengingat Allah mendatangkan ketenangan dalam merebut kemerdekaan di tangan penjajah. Allah berfirman:

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.” (QS Ar-Ra’ad: 28)

Keempat, Allah senantiasa bersama orang yang berdzikir memanggil nama-Nya. Rasulullah SAW bersabda:

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله- صلى الله عليه وسلم-: يَقُولُ الله تَعَالَى: أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، وَأَنَا مَعَهُ إذَا ذَكَرَنِي، فَإنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي، وَإنْ ذَكَرَنِي فِي مَلإٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلإٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ، وَإنْ تَقَرَّبَ شِبراً إلَيَّ تَقَرَّبْتُ إلَيهِ ذِرَاعاً، وَإنْ تَقَرَّبَ إلَيَّ ذِرَاعاً تَقَرَّبْتُ إلَيهِ بَاعاً، وَإنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً.

“Dari Abu Huraira Radhiyallahu `anhu, dari Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam, bahwa ia bersabda: Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: ‘Aku memberi hamba-Ku balasan sesuai dengan dugaannya terhadap-Ku, dan Aku selalu bersamanya bila dia berzikir kepada-Ku, jika ia berzikir kepada-Ku di saat sendiri, maka Aku menyebutnya  sendiri, dan jika ia berzikir kepada-Ku di khalayak ramai maka Aku menyebutnya di khalayak ramai yang lebih baik daripada mereka, bila ia mendekatkan diri kepada-Ku sejengkal, Aku akan mendekatinya sehasta, dan apabila ia mendekatkan diri kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa, dan apabila ia mendatangi-Ku dengan berjalan Aku mendatanginya dengan berlari’.” (HR Muttafaq ’alaih)

Kelima, Allah menurunkan para malaikat, rahmat-Nya, ketenangan dan Allah menyebut mereka di hadapan para makhluk-Nya. Rasulullah SAW bersabda:

«لا يَقْعُدُ قَومٌ يَذْكُرُونَ الله عَزَّ وَجَلَّ إلا حَفَّتْهُمُ الملائِكَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَنَزَلَتْ عليهمُ السَّكِينةُ، وَذَكَرَهُمُ الله فِيْمَنْ عِنْدَهُ»

“Tidak suatu kaum duduk lalu berzikir kepada Allah melainkan para malaikat mengitari mereka dan rahmat meliputi mereka dan ketenangan turun di tengah mereka, dan Allah menyebut mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya.” (HR Muslim)

Keenam, mengingat Allah lebih besar keutamaannya daripada menebas leher musuh sehingga orang yang mengingat Allah tidak akan gentar menghadapi musuh-musuhnya. Rasulullah SAW bersabda:

قال النبي- صلى الله عليه وسلم-: «أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِخَيرِ أَعْمَالِكُمْ، وَأزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيكِكُمْ، وَأَرْفَعِهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ، وَخَيرٌ لَكُمْ مِنْ إنْفَاقِ الذَّهَبِ وَالوَرِقِ، وَخَيرٌ لَكُمْ مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوا أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوا أَعْنَاقَكُمْ» قَالُوا: بَلَى قَالَ: «ذِكْرُ الله تعالى». أخرجه الترمذي وابن ماجه

“Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam  bersabda: ‘Maukah aku beri kabar kalian dengan amalan kalian yang terbaik, paling suci di sisi penguasa kalian, paling meninggikan derajat kalian, lebih baik bagi kalian daripada menginfakkan emas dan perak, lebih baik bagi kalian daripada kalian bertemu musuh kalian (kafir) lalu kalian menebas leher mereka dan merekapun menebas leher kalian?’, para sahabat berkata: ‘Tentu’, ia bersabda: ‘Berdzikir kepada Allah Ta’ala’.” (HR Tarmizi dan Ibnu Majah)

Kisah Teladan

Kenikmatan duniawi terkadang membuat seseorang lupa daratan dan tidak ingat pada Sang Pemberi Nikmat, yaitu Allah SWT. Jika hal ini terjadi, kenikmatan tersebut dapat berubah menjadi malapetaka. Hal ini sebagaimana terjadi pada hamba Allah yang dikisahkan oleh Syekh Ahmad Syihabudin Al-Qulyubi dalam kitab An-Nawadir fi Hikayatis Shalihin wa ‘Aja’ibil Mutaqaddimin.

Dikisahkan seorang hamba yang bertahun-tahun lamanya tidak pernah lagi berdzikir kepada Allah. Hal ini membuat malaikat heran sekaligus geram. Malaikat tersebut kemudian memberanikan diri untuk bertanya kepada Allah. “Wahai Tuhan kami, sesungguhnya si Fulan sudah sekian lama tidak berdzikir kepada-Mu,” kata Malaikat kepada Allah.

Allah kemudian berfirman: “Dia tidak lagi berdzikir mengingat-Ku karena larut dalam kenikmatan yang telah Aku berikan padanya. Jika Aku berikan penderitaan niscaya dia akan kembali mengingat-Ku.”

Selanjutnya Allah memerintahkan Malaikat Jibril untuk memberi peringatan pada hamba tersebut dengan cara membuat setiap tetes keringat yang keluar dari badannya menjadi penyakit yang merusak kulitnya.

Benar saja, setelah hamba tersebut terbujur sakit dan tidak dapat lagi merasakan kenikmatan duniawi, akhirnya dia kembali ingat pada Allah. “Wahai Tuhanku… Wahai Tuhanku….” keluh hamba tersebut merasakan sakit yang dideritanya.

Allah kemudian menjawab: “Aku mendengar keluhanmu, wahai hamba-Ku. Ke mana saja kamu selama ini?”

Kisah pendek di atas dapat menjadi peringatan bagi para hamba Allah, termasuk kita. Ketika kesenangan melalaikan kita dari dzikir kepada Allah, boleh jadi kesedihan dan penderitaan akan datang sebagai teguran untuk kembali mengingat-Nya. Dzikrullah atau mengingat Allah merupakan perintah yang harus dilaksanakan oleh umat Islam.

Selain itu, Imam Qurthubi juga menyebut bahwa dzikir merupakan sebuah ketaatan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, siapa pun yang tidak taat kepada-Nya, maka ia tidak termasuk orang yang berdzikir, meskipun mulutnya selalu membaca tasbih, tahlil, dan membaca Al-Qur’an. Dengan demikian, kisah ini menjadi pelajaran penting agar umat Islam tidak terlena dengan kenikmatan duniawi, karena pada hakikatnya kenikmatan tersebut merupakan anugerah dari Allah yang kapan saja dapat diambil kembali oleh-Nya termasuk menjaga kenikmatan kemerdekaan yang harus terus kita jaga dan syukuri.

رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا بَلَدًا اٰمِنًا وَّارْزُقْ اَهْلَهٗ مِنَ الثَّمَرٰتِ مَنْ اٰمَنَ مِنْهُمْ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ

“Ya Tuhanku, jadikanlah (negeri) ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan (hasil tanaman, tumbuhan yang bisa dimakan) kepada penduduknya, yaitu orang yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari Akhir.” (QS Al-Baqarah: 126) []

Tags: Dirgahayu Kemerdekaan RIKemerdekaanMerebut kemerdekaan
Share88Tweet55Send
Previous Post

Dirgahayu RI Ke-80: Menuju Indonesia Emas 2045

Next Post

Keberkahan Wakaf: 87 Tahun Perjalanan Darunnajah

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ribuan Santri dan Guru Sukseskan Pagelaran Apel Tahunan Ponpes Al-Amanah Al-Gontory

Ribuan Santri dan Guru Sukseskan Pagelaran Apel Tahunan Ponpes Al-Amanah Al-Gontory

29 July 2026
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

25 July 2026
Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

26 July 2026
Siapkan Bekal Kehidupan Abadi Demi Gapai Ridha Ilahi

Siapkan Bekal Kehidupan Abadi Demi Gapai Ridha Ilahi

30 July 2026
Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

25 July 2026
INAIS Bogor Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Berkarakter Etos Kerja Jepang dan Dorong Mutu Pendidikan Bogor Barat

INAIS Bogor Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Berkarakter Etos Kerja Jepang dan Dorong Mutu Pendidikan Bogor Barat

0
Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

0
BAZNAS RI Salurkan Bantuan Operasi Katarak untuk Mustahik di RS Muhammadiyah Bandung Selatan

BAZNAS RI Salurkan Bantuan Operasi Katarak untuk Mustahik di RS Muhammadiyah Bandung Selatan

0
Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

0
Shafar Keadilan

Shafar Keadilan

0
Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

3 August 2026
Hari Pertama IFESDC 2026 di Kantor Pusat Bank Dunia: Soroti Inovasi Digital dan Keuangan Syariah Inklusif

Hari Pertama IFESDC 2026 di Kantor Pusat Bank Dunia: Soroti Inovasi Digital dan Keuangan Syariah Inklusif

3 August 2026
BAZNAS RI Salurkan Bantuan Operasi Katarak untuk Mustahik di RS Muhammadiyah Bandung Selatan

BAZNAS RI Salurkan Bantuan Operasi Katarak untuk Mustahik di RS Muhammadiyah Bandung Selatan

3 August 2026
INAIS Bogor Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Berkarakter Etos Kerja Jepang dan Dorong Mutu Pendidikan Bogor Barat

INAIS Bogor Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Berkarakter Etos Kerja Jepang dan Dorong Mutu Pendidikan Bogor Barat

3 August 2026
Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

2 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri
  • KHUSUS ALUMNI GONTOR 📣Perkenalkan usaha Anda.
Majalah Gontor Edisi Khusus September 2026 – Spesial 100 Tahun Gontor.✔️ Perkenalkan usaha Anda kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.
✔️ Kontribusi Rp1.500.000.
✔️ Pendaftaran hingga 7 Agustus 2026 atau kuota terpenuhi.📝 https://tinyurl.com/iklan-magon📞 0877-8707-2412 | 0813-1510-6479
  • Ada momen yang bisa diulang, ada pula yang hanya terjadi sekali dalam sejarah. Jangan lewatkan kesempatan memperkenalkan usaha Anda pada Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Link Pendaftaran :
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg#majalahgontor #gontornews #walisantrigontor #gontor
  • Kesempatan yang Tidak Datang Dua KaliJadilah bagian dari Edisi Khusus Majalah Gontor September 2026 dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Kami mengundang Wali Santri Gontor yang memiliki usaha untuk memperkenalkan produknya kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia melalui edisi koleksi yang akan menjadi bagian dari sejarah.📌 Kontribusi seikhlasnya
📌 Syarat: Anak masih aktif sebagai santri Gontor
📌 Pendaftaran hanya sampai 7 Agustus 2026Kirimkan:
✅ Logo Usaha
✅ Foto Produk
✅ Deskripsi Singkat
✅ Website/Sosial Media (jika ada)📲 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg📞 Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479#majalahgontor #100tahungontor #walisantri #pengusahamuslim #gontornews #pesantrengontor #gontor
  • EDISI KHUSUS SPESIAL 100 TAHUN GONTOR TELAH TERBIT! ✨Perjalanan satu abad tidak datang dua kali.📖 Majalah Gontor Edisi Juli & Agustus 2026 hadir sebagai bagian dari koleksi bersejarah 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Mengangkat perjalanan, gagasan, dan kontribusi Gontor dalam membangun peradaban, dua edisi ini layak menjadi koleksi bagi setiap keluarga besar Gontor.Jangan menunggu sampai stok habis.
📚 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah🌐 www.gontornews.com#majalahgontor #100tahungontor #gontor #pondokmoderngontor #mediaperekatumat #unidagontor #keluargabesargontor #alumnigontor #walisantrigontor #koleksibersejarah
  • Dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Gontor membuka kesempatan bagi 100 UMKM milik wali santri untuk menjadi bagian dari Edisi Khusus September 2026.📌 Yang ditampilkan:
✅ Logo/Nama Usaha
✅ Foto Produk
✅ Deskripsi Singkat
✅ Website/Media Sosial (jika ada)💚 Kontribusi seikhlasnya
⚠️ Kuota hanya 100 UMKM.Jadilah bagian dari edisi koleksi bersejarah yang akan dibaca dan disimpan oleh keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.📲 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg📞 Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479
  • Miliki Majalah Gontor Edisi Bulan Agustus Spesial 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan!📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • PRODUK ALUMNI GONTOR, INI MOMEN YANG TIDAK AKAN TERULANG!September 2026 bukan sekadar edisi biasa.Ini adalah Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang dicetak dengan penambahan oplah terbesar dan diprediksi menjadi salah satu edisi yang paling banyak dicari karena merupakan bagian dari koleksi langka Spesial 100 Tahun Gontor.Ini bukan hanya beriklan.
Ini adalah membangun kepercayaan, memperkuat brand awareness, dan menjadi bagian dari sejarah 100 Tahun Gontor.✅ Mengapa harus ikut?📈 Penambahan oplah cetak dalam jumlah besar.
🎯 Menjangkau keluarga besar Gontor, pesantren alumni, wali santri, simpatisan, dan masyarakat luas.
📖 Edisi koleksi yang akan disimpan bertahun-tahun, sehingga iklan Anda memiliki nilai eksposur yang jauh lebih panjang dibanding promosi digital yang cepat berlalu.🤝 Momentum terbaik untuk memperkenalkan usaha Anda kepada pasar yang loyal dan memiliki ikatan emosional kuat dengan Gontor.⏳ SPACE IKLAN SANGAT TERBATASBatas pendaftaran hingga 15 Agustus 2026 atau lebih cepat jika seluruh space telah terisi.👉 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/iklan-magon📞 Informasi
0813-1510-6479
0877-8707-2412"Dalam bisnis, yang paling mahal bukan biaya promosi, tetapi kesempatan yang terlewat."
  • ✨ Seabad Mendidik Bangsa. Kini saatnya menjadi bagian dari sejarah.📖 Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor – September 2026 hadir mengangkat kisah sukses ribuan Pondok Alumni Gontor yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.⏳ Stok terbatas! Jangan menunggu sampai stok menipis.🛒 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontor #gontornews #pondokmoderngontor #pesantren #pondokalumni #pesansekarang

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result