Darunnajah menjadikan wakaf sebagai ladang amal yang terus tumbuh dan bermanfaat bagi umat, yang pahalanya tidak terputus dengan kematian wakifnya.
Wakaf bukan hanya tentang memberi, namun lebih kepada membangun masa depan yang unggul.
Pola wakaf yang telah dijalankan di Darunnajah menjadi perhatian Gubernur Sumatera Barat, H Mahyeldi Ansharullah SP dan in syaa Allah Pemprov Sumbar yang akan berkolaborasi dan kerjasama dalam pengembangan wakaf dengan Darunnajah.
Pak Gubernur menyampaikan bahwa masyarakat memiliki tradisi keislaman yang kuat dan menjadikan wakaf sebagai gaya hidupnya.
In syaa Allah Pak Gubernur akan berkunjung ke Darunnajah untuk melihat secara langsung pengelolaan wakaf di Darunnajah dan apa apa saja yang dapat ditransformasikan ke Sumatera Barat.
Darunnajah merupakan salah satu pesantren tertua di Jakarta yang menjadi cikal bakal Universitas Darunnajah (UDN). Saat ini Universitas Darunnajah memiliki tiga fakultas yaitu Fakultas Sains dan Teknologi, Bisnis, serta Fakultas Agama Islam yang sudah berakar.
Pendiri Darunnajah, KH Abdul Manaf Mukhayyar, berasal dari Betawi. Abdul Manaf Mukhayyar lahir di Kampung Kebon Kelapa, Palmerah, Jakarta Barat, pada 22 Juni 1922.
Kini Darunnajah sudah berumur 87 tahun. Ini dihitung sejak dirinyis pada tahun 1938 dengan nama Madrasah Islamiyah. Tahun 2025 Darunnajah terus mengembangkan wakafnya, tercatat sekarang ada 23 cabang di seluruh Indonesia dengan 78 unit pendidikan, 1 universitas dengan 11 program studi.
Aset wakaf ini merupakan amanah bersama, harus kita jaga, kembangkan menjadi lembaga berdampak di Indonesia bahkan dunia. []






















