Kuala Lumpur, Gontornews — Tim penyelamat yang mencari para pekemah yang hilang terjebak dalam tanah longsor pada hari Jumat (16/12) di tempat perkemahan tanpa izin di Malaysia menemukan mayat seorang wanita dan seorang anak laki-laki, menambah jumlah korban tewas menjadi 24.
Tanah longsor di Batang Kali, daerah perbukitan yang populer sekitar 50 km sebelah utara Kuala Lumpur, meluluhlantahkan perkemahan sementara orang-orang tidur di tenda mereka, menewaskan para korban termasuk enam anak.
Dari 94 orang yang tertimbun longsoran, 61 selamat dan 10 masih hilang, menurut departemen pemadam kebakaran dan penyelamatan negara bagian Selangor.
Operasi pencarian dan penyelamatan dilanjutkan untuk hari kedua pada hari Sabtu setelah berhenti semalam karena hujan lebat yang mempersulit evakuasi, kata kepala pemadam kebakaran dan penyelamatan negara bagian, Norazam Khamis.
“Kita harus hati-hati karena ada aliran air yang kuat dari atas dan di dalam tanah. Ini mempersulit operasi pencarian karena tanahnya lunak,” katanya.
Sebanyak 135 petugas kembali menjelajahi lumpur tebal dan menebang pohon sekitar pukul 8.30 pagi (0030 GMT) dengan bantuan ekskavator dan tujuh canine, menurut Norazam.
Norazam mengatakan kepada wartawan kemungkinan korban selamat kecil dari kekurangan oksigen dan beratnya lumpur.
Penyelidikan awal menunjukkan tanggul sekitar 450 ribu meter kubik tanah telah runtuh. Tanah runtuh dari ketinggian sekitar 30 meter dan menutupi area seluas sekitar 0,4 hektar.
Badan Penanggulangan Bencana Nasional Malaysia mengatakan mereka telah mengidentifikasi enam korban. Yang termuda seorang anak laki-laki berusia 9 tahun.
Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengatakan kepada wartawan pada Jumat malam bahwa pemerintah akan memberikan bantuan sebesar 10.000 ringgit ($2.260) kepada keluarga dari setiap orang yang tewas dalam tragedi itu, sementara orang yang selamat akan menerima 1.000 ringgit per keluarga.
Setelah bencana itu, Departemen Kehutanan di beberapa negara bagian memerintahkan penutupan tempat perkemahan dan jalur hiking dan off-road yang dianggap berisiko tinggi.
Tanah longsor biasa terjadi di Malaysia, tetapi biasanya hanya terjadi setelah hujan lebat. Banjir sering terjadi, sekitar 21 ribu orang mengungsi tahun lalu akibat hujan lebat di tujuh negara bagian. []























