Amman, Gontornews — Yordania telah menangkap puluhan orang yang dituduh terlibat dalam protes menentang kenaikan harga bahan bakar yang menyebabkan seorang perwira polisi senior ditembak mati, kata badan keamanan negara itu, Sabtu (17/12).
Kolonel Abdul Razzaq Dalabeh, wakil kepala polisi Provinsi Maan, tewas akibat tembakan di kepala di kota Al-Husseiniya pada hari Kamis saat menghadapi apa yang oleh pihak berwenang disebut sebagai “kerusuhan”.
“Empat puluh empat orang yang ikut serta dalam kerusuhan di sejumlah wilayah di kerajaan telah ditangkap dan mereka akan dibawa ke pengadilan,” kata Direktorat Keamanan Publik dalam sebuah pernyataan dirilis Arabnews.com.
Dikatakan bala bantuan telah dikirim ke provinsi itu, dan menuduh “pengacau dan penjahat” berada di balik kekerasan di Maan, di bagian selatan negara itu.
Raja Yordania Abdullah II memperingatkan pada hari Jumat bahwa “siapa pun yang mengangkat senjata melawan negara akan ditindak tegas.”
Menteri Dalam Negeri Mazen Al-Faraya, juga pada hari Jumat, mengatakan “dinas keamanan berupaya untuk menangkap pelaku dan membawanya ke pengadilan secepat mungkin.”
Dua polisi lainnya ditembak dan terluka, juga di Al-Husseiniya, kata direktorat keamanan.
Pengemudi taksi dan truk di beberapa provinsi di Yordania selatan mulai melakukan aksi mogok lebih dari sepekan yang lalu.
Mereka bergabung dengan supir bus, dan pedagang yang menutup toko mereka pada hari Rabu untuk memprotes kenaikan harga bahan bakar.
Protes pecah pekan ini ketika para demonstran memblokir jalan dengan membakar ban dan menghadapi pasukan keamanan di beberapa daerah.
Harga bahan bakar naik hampir dua kali lipat di Yordania dibandingkan tahun sebelumnya, khususnya solar yang digunakan truk dan bus, dan minyak tanah untuk pemanas.
Pemerintah telah mengusulkan langkah-langkah bantuan termasuk bantuan keuangan untuk keluarga yang paling terkena dampak.[]






















