Natuna, Gontornews — Masjid Agung Natuna yang terletak di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Indonesia, merupakan salah satu masjid termegah di Indonesia. Gaya arsitekturnya yang indah dan mewah, disertai tampilan panorama Gunung Ranai di belakangnya, membuat masjid ini semakin memikat hati masyarakat luas.
Diresmikan pertama kali pada tanggal 4 April 2009 oleh Bupati Natuna, Drs H Daeng Rusnadi MSi. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, Masjid Agung Natuna juga sering dijadikan sebagai lokasi penyelenggaraan acara-acara besar kebudayaan dan keagamaan seperti MTQ, Natuna Art, dan lainnya.
Masjid Agung Natuna merupakan simbol kebangkitan Islam di Natuna. Tidal hanya itu, keberadaan masjid ini juga sering dikaitkan sebagai awal kebangkitan bagi pembangunan Islam dan peningkatan keimanan masyarakat Muslim di Natuna.
Sebagaimana yang tertera dalam visi dan misi pemerintah setempat, yakni Pencapaian Natuna Mas (Masyarakat Adil dan Sejahtera) pada tahun 2020 mendatang. Hal tersebut yang melandasi ide pembangunan Masjid Agung Natuna dengan harapan agar pelaksanaan syi’ar Islam dapat ditingkatan.
Tidak sulit untuk menuju masjid ini, dari pusat kota Ranai pengunjung bisa menuju ke arah utara, kurang lebih 2 kilometer. Letaknya di kaki Gunung Ranai. Selanjutnya, dari jalan utama masuk lagi ke dalam kurang lebih 1 kilometer dan di situlah dapat ditemui bangunan masjid cantik berkubah hijau dengan menara-menara kokoh di sekelilingnya.
Arsitektur Masjid
Masjid yang menelan biaya mencapai Rp 400 miliar lebih dalam pembangunannya ini, memiliki sejumlah ornamen cantik yang terinspirasi dari al-Qur’an. Kubahnya yang megah kehijauan, diamini menyerupai kubah Taj Mahal di India.
Satu barisan shaf di dalam masjid ini cukup untuk memuat hingga 180 jemaah. Tak ayal jika Masjid Agung Natuna kerap disebut-sebut sebagai masjid termegah dan terbesar di Propinsi Kepulauan Riau.
Masjid Agung Natuna memiliki ruang dalam yang sangat luas. Bagian tengahnya
diterangi oleh cahaya alami yang bersumber dari kubah masjid. Bagian tepi
masjid tepatnya di lantai satu yang terteduhi bangunan lantai dua, cukup gelap.
Lokasi tempat wudhu, asrama haji, perpustakaan dan mini market, dihubungkan langsung lewat lorong Gerbang Utaraku. Latar belakang mihrab Masjid Agung Natuna dibuat dari bahan kayu dengan bentuk yang cukup besar.
Latar mihrab tersebut didesain dengan labirin busur lancip hingga semakin memperkuat kesan gotiknya. Hingga saat ini, Masjid Agung Natuna masih diharapkan dapat terus menjadi ‘Center of Excellent’ atau pusat kebajikan, bagi masyarakat luas khususnya di Natuna. <Edithya Miranti>






















