Depok, Gontornews — Pengkhianatan adalah hal yang paling dibenci dalam pernikahan. Andaikan itu terjadi, banyak pasangan yang lebih memilih untuk berpisah ketimbang harus tetap setia. Lantas, adakah solusi dalam mengatasinya?
Perselingkuhan dalam rumah tangga bak duri tertajam yang sulit terobati lukanya. Banyak korban perselingkuhan yang lantas membalas tindakan serupa pada pasangan atau mengalihkan permasalahan pada kesibukan.
Orang yang berselingkuh cenderung orang yang tidak percaya diri dan belum dewasa. Ia selalu ingin lebih dipahami tapi tak mau memahami.
Menurut Ninik Rahayu, Komnas Perempuan, mengatakan, “Perselingkuhan tidak hanya berupa kontak fisik atau ketertarikan pada lawan jenis saja.”
Kekerasan psikis, lanjutnya, juga bisa dikategorikan sebagai perselingkuhan. Semisal mementingkan kesibukan hingga mengabaikan pasangan dan tidak menghargainya.”
Setiap pernikahan yang sudah dinodai pengkhianatan harus segera dicarikan solusinya. Jika masih ingin dipertahankan maka harus dilakukan atas komitmen bersama.
Karena itu, pasangan hendaknya menjalankan kata hati atas dasar kekuatan iman. Bukan kata nafsu. Selain itu, pilihlah lingkungan yang islami agar selalu terjaga dari godaan.
Terapi yang dilakukan oleh orang yang berselingkuh beragam. Mengatasi masalah ini, anak-anak sebaiknya ikut dilibatkan. Anak-anak bisa membantu mendorong orang tua untuk kembali mempertahankan keutuhan keluarga.
Menurut ajaran Islam, perselingkuhan hanya dapat dihindari dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu, berikan pelayanan terbaik lahir dan bathin kepada pasangan.
Namun, jika servis dirasa sudah cukup sempurna dan pasangan terlanjur selingkuh, teruslah kenali akar permasalahan.
Tips Jitu Mempertahankan Keluarga Akibat Noda Perselingkuhan:
- Selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT
- Masalah harus benar-benar selesai
- Saling memaafkan
- Menjaga kemesraan pasangan
- Menghindari campur tangan orang luar
- Berjanji untuk serius berkomitmen
- Selalu adakan evaluasi bersama
- Bersabar dan hindari kekerasan pada pasangan
- Setiap keputusan yang diambil, harus tetap mempertimbangkan kebahagiaan anak. <Edithya Miranti>






















