15
Tonton Selengkapnya
30 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 4 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Tafsir

Masjid sebagai Pusat Pendidikan (Bagian 2)

Oleh Dr Piet Hizbullah Khaidir, SAg, MA, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu al-Qur’an dan Sains al-Ishlah (STIQSI) Lamongan

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
2 April 2023
in Tafsir
0
Foto: solopos.com

Muhammad Mutawalli al-Sha’rawi dalam menafsirkan ayat-ayat di atas memaknai lafal masjid dalam maknanya yang umum sebagai tempat bersujud dan tempat untuk mendirikan shalat. Dalam pengertian ini, seluruh tempat di muka bumi ini dapat menjadi masjid. Lalu mengapa ada masjid dirar dan masjid takwa? Dalam sejarahnya, masjid pertama yang didirikan oleh kaum Muslimin yaitu masjid Quba’, bangunan masjid yang dibangun oleh Bani Amr bin ‘Auf. Untuk menyaingi Masjid Quba’ tersebut, Bani Ghunm bin ‘Auf juga mendirikan masjid serupa. Kaum munafik ini berniat untuk menyaingi dan memecah-belah di antara pengikut Rasulillah SAW. Masjid ini dinamai masjid dirar, dalam penafsiran al-Sha’rawi, karena diniatkan untuk sum’ah, riya’, dan memecah-belah. Jadi, setiap masjid yang dimaksudkan dibangun dengan landasan niat seperti ini dapat dimengerti sebagai masjid dirar. Perbuatan ini merupakan perilaku kaum kafir dan munafik yang selalu menginginkan terjadinya keresahan di kalangan umat Islam. Perilaku yang menginginkan mental spiritual umat Islam rontok dan rapuh oleh perpecahan yang tidak perlu.

Sebaliknya, masjid takwa adalah masjid yang dibangun karena kecintaan kepada ibadah dan kebersihan hati untuk semakin dekat kepada Allah dan ketaatan kepada-Nya. Menurut al-Sha’rawi, dalam konteks masjid takwa dan masjid dirar ini, yang terpenting dan yang menjadi masalah bukanlah bangunan masjid dan bentuk bangunannya. Melainkan, pada siapa yang mengelolanya, yang menjadi takmirnya, dan yang menjadi aktivis masjid tersebut. Masjid takwa dibangun oleh mereka yang beriman kepada Allah, kepada Hari Akhir, dan melakukan kebajikan dengan upaya maksimal. Masjid takwa adalah masjid yang diniatkan oleh para pemakmurnya sebagai basis aktivitas pengembangan mental spiritual, berhimpunnya kebajikan, ajang silaturrahim menumbuhkan saling kasih-sayang dan bersatu atas dasar kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya, serta dalam kasih sayang kepada sesama mahkluk Allah dan alam semesta. Singkatnya, masjid yang diperuntukkan sebagai pusat pendidikan bagi pengembangan kapasitas keilmuan, penguatan praktik mental spiritual dan ketaatan kepada Allah, serta perkaderan kader-kader Islam yang dapat menebar kebajikan dan rahmat bagi alam semesta.

Masjid sebagai Centre of Excellence

Syahdan, menurut riwayat yang shahih, QS Al-Tawbah: 122 diwahyukan terkait dengan pendidikan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW di Masjid Nabawi. Berdasarkan sebab turunnya, al-Qurtubi menjelaskan bahwa hukum berjuang di medan perang dan mendalami agama sama-sama fardhu kifayah. Dalam ayat ini diuraikan bahwa harus ada sekelompok orang yang terjun berjuang ke medan laga dalam mempertahankan eksistensi agama Islam. Tak kalah krusialnya harus ada sebagian kelompok lainnya yang tetap mendampingi Rasulillah Muhammad SAW, di Majelis Ilmunya. Sehingga, tatkala perang telah usai, para sahabat yang konsen belajar dan mendalami agama bersama Rasulullah SAW harus mengajarkan apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada para sahabat yang ikut berperang dan belum mendapatkan pengetahuan tentang ajaran Islam yang disampaikan oleh Rasulullah SAW.

BACA JUGA

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Ibadah dan Amal Terbaik  

Peran Jin dan Manusia dalam Kehidupan Sehari-hari

Membangun Integritas Pendidik dan Peserta Didik

Belajar Ikhlas dan Taat dalam Perjalanan Haji

Tafaqquh fi al-Din adalah perlambang nilai-nilai ajaran Islam. Islam dalam lintasan sejarah peradaban umat manusia hadir secara kuat sebagai agama dengan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan bagi al-Qur’an yang perlu diajarkan kepada umat manusia bukan sekedar pengetahuan yang berfungsi untuk pengetahuan belaka. Melainkan untuk pengembangan kejernihan berpikir, yang tunduk kepada Allah SWT serta diikuti secara bersamaan dengan kebajikan akhlak yang luhur.

Maka, ketika Islam hadir di negeri gurun pasir Hijaz, bukan berarti penduduknya orang-orang bodoh dari pengetahuan. Mereka justru para penyair hebat. Para pengusaha sukses. Para politisi ulung. Para ilmuwan dengan segudang pengetahuan. Tetapi, pengetahuan mereka hanya untuk pengetahuan dan gagah-gagahan, tanpa disertai dengan kehebatan akhlak yang nyata. Pengetahuan mereka disertai justru oleh perilaku buruk terhadap kemanusiaan. Perilaku buruk terhadap perekonomian. Perilaku buruk terhadap mereka sendiri yang syirik dan menggantungkan hidupnya kepada berhala. Merekalah jahiliyah karena justru pengetahuan mereka tidak berdampak kebajikan apapun, melainkan keburukan dan perilaku aniaya. Mereka disindir al-Qur’an sebagai orang-orang yang memiliki hati, tetapi tak dapat mengerti; yang mempunyai indera penglihatan dan pendengaran, tetapi tidak digunakan. Mereka bagaikan binatang, bahkan lebih sesat dan buruk darinya (QS al-A’raf: 179).

Ilmu pengetahuan dalam al-Qur’an merupakan tonggak peradaban kebajikan yang maslahat untuk seluruh umat manusia. Seorang Mukmin yang berpengetahuan merupakan seseorang yang berdedikasi tinggi terhadap kebajikan (al-khayr dan al-ma’ruf). Dia akan selalu berpikir untuk menebarkan kebaikan serta bermanfaat untuk sesama. Berpikirnya jernih, tanpa dusta. Tanpa kamuflase data. Komitmennya terhadap kebaikan penuh dengan integritas. Inilah buah dari pendidikan yang berpusat di masjid takwa. Lahirnya generasi yang unggul dengan pengetahuan dan peradaban berbasis akhlak yang mulia.

Dalam sejarah, masjid takwa telah melahirkan Ali bin Abi Thalib, Abdullah Ibn ‘Abbas, Abdullah Ibn Mas’ud, Abu Hurayrah, Said al-Khudri, Sofyan al-Tsauri, Abdullah Ibn al-Mubarik, Imam Ja’far al-Shadiq, Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam al-Ghazali, Fakhr al-Din al-Razi, Muhyi al-Din Ibn ‘Arabi, dan lain-lain. Dalam konteks Indonesia, masjid takwa telah melahirkan Ahmad Dahlan, Hasyim Asy’ari, Hasan Besari, dan lain-lain. Masjid takwa telah melahirkan kader-kader unggul yang mewarisi keilmuan para Nabi dalam menyebarkan nilai-nilai tauhid dan akhlak terpuji. Kader unggul tersebut lalu menjadi suluh agama, bangsa, dan negara Indonesia tercinta.

Kini masjid dibangun tidak hanya mengiringi pendirian Pesantren. Ada yang dibangun atas swadaya masyarakat di sebuah perkampungan atau perkotaan. Ada juga yang dibangun di terminal, di perkantoran. Kuntowijoyo menyatakan pendapatnya terkait fenomena masjid belakangan dengan tesis Muslim tanpa masjid. Muslim ini tidak berafiliasi ke masjid manapun. Tetapi, dia di sepanjang perjalanan beribadah di dalam masjid yang dibangun tidak terkait dengan afiliasinya itu. Tantangan hari ini menjadikan masjid sebagai Pusat Pendidikan yaitu mengembalikan ruh masjid sebagai kesadaran kolektif umat Islam sebagaimana makna dan konteks maknanya yang disebutkan dalam al-Qur’an di atas. Seraya menjadikan masjid sebagai wadah persatuan dan keilmuan umat Islam. Dari masjid diharapkan lahir karya-karya kadernya yang dapat mencerahkan alam semesta. Sebagaimana masjid sebagai pusat peradaban Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Wallahu a’lam. []

Tags: MasjidPendidikan
Share13Tweet8Send
Previous Post

Kenikmatan Termahal (Bagian 2)

Next Post

Inilah Tanda-tanda Orang yang Dicintai Allah!

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

29 May 2026
Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

29 May 2026
Mendidik Manusia, Bukan Mesin

Mendidik Manusia, Bukan Mesin

28 May 2026
Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

30 May 2026
Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

29 May 2026
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

0
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

0
Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

0
Sakinah Finance, AirNav Indonesia, dan BPJPH Berdayakan 100 Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Bisnis, dan Qurban Inklusif

Sakinah Finance, AirNav Indonesia, dan BPJPH Berdayakan 100 Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Bisnis, dan Qurban Inklusif

0
BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

0
Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

1 June 2026
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

1 June 2026
BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

1 June 2026
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

31 May 2026
BAZNAS RI Salurkan Daging Kurban bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Jurangmangu

BAZNAS RI Salurkan Daging Kurban bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Jurangmangu

31 May 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result