Kepemimpinan Dalam Al-Qurán
Kepemimpinan dalam Al-Qurán terdiri dari dua macam: pertama adalah kepemimpinan agama dan kedua kepemimpinan politik. Dua macam kepemimpinan ini tersirat dalam ayat diatas. Nabi Samuel adalah pemimpin agama, sementara Thalut adalah pemimpin politik yaitu sebagai raja.Dalam kepemimpinan agama Allah telah menunjuk manusia pilihan untuk diangkat melalui wahyu sebagai nabi dan rasul dimulai dari Nabi Adam dan nabi nabi setelahnya sampai kepada Nabi Muhammad. Tugas mereka adalah menyampaikan pesan pesan Allah kepada umat manusia yang ada di sekitarnya. Diantara para nabi ada dua nabi yang memegang dua kepemimpinan yaitu kepemimpinan agama dan politik. Keduanya adalah Nabi Daud dan Nabi Sulaiman.
Dalam kepemimpinan politik Al-Qurán menjelaskan tentang adanya beberapa kerajaan pada masa lalu, baik secara implisit maupun eksplisit. Diantara mereka adalah :Raja Mesir dari kaum Heksus, ‘Amaliqah, pengembara, yang memerintah di Mesir sebelum era Raja Fir’aun (Surah Yusuf:43)yaitu sekitar tahun 1900-1525 SM (Thanthawi). Lalu raja Firáun pada masa Nabi Musa (1303-1213 SM)yang terkenal sangat lalim. Raja Thalut, Raja/Nabi Daud (1011-971 SM), dan Raja/Nabi Sulaiman (Shad:35). Secara implisit Al-Qur’an menyebutkan raja Namrudz bin Kan’an (Ibnu Katsir ) yang berdebat dengan Nabi Ibrahim tentang persoalan theologi (th 2324-1850 SM). Ratu Saba’ dari Yaman yang dijuluki sebagi Ratu Balqis pada masa Nabi Sulaiman (an-Naml:23). Raja Abrahah (Lih. Surah al-Fil dan penjelasannya). Raja Diqyanus (Surah al-Kahf. al-Maraghi).. Dzu Nuwas al-Himyari ( al-Buruj. Ibn Katsir). Raja Dzurqarnain (Surah al-Kahf:83). Raja Sabur dari kekaisaran Iran dan Heraklius dari Imperium Romawi ( Surah ar-Rum:1. Ibn Katsir)Raja Nebukadnezar atau Bukhtunassar dari Babilonia (hidup sekitar tahun 588 SM) (Surah al-Isra’:6. Ibn Katsir, Thanthawi) Raja Najasyi dari Ethiopia pada masa Nabi Muhammad (Surah Maryam. Ibnu Katsir).Raja Muqauqis di Mesir yang dikirimi surat oleh nabi untuk masuk islam.Nabi Muhammad sendiri adalah seorang hamba Allah yang ditunjuk sebagai nabi. Nabi bukan raja dan tidak mau menjadi raja, tapi nabi adalah pemimpin umat. Tidak tanduk kesehariannya bukan mencerminkan kehidupan seorang raja.
Dari sekian banyak raja raja yang disebut diatas ada yang raja raja yang memerintah dengan bijak tapi tegas seperti Nabi Daud dan Nabi Sulaiman, Dzul Qarnain, dan Ratu Balqis. Dibawah kepemimpinan mereka rakyat menjadi patuh, keadaan negeri juga tenteram, damai dan sejahtera. Ada raja raja yang memimpin secara otoriter, zalim seperti Fir’aun, Dzu Nuwas al-Himyari dan lain lain.Pada akhirnya mereka dikalahkan oleh musuh musuh mereka dan mati dalam keadaan terhina. Bersambung…






















