Yogyakarta, Gontornews — Acara Covid Talk Muhammadiyah Covid Comand Center (MCCC) bertajuk, Maulid Nabi Muhammad SAW dan Semangat Sehat Mental, yang diselenggarakan secara daring pada Senin (26/10) kemaren turut mengundang dua narasumber berkompeten yakni Dr Bagus Riyono MA Psikolog (dosen psikologi di UGM) dan Siti Majidah (dosen Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di UAD dan UNISA).
Dalam paparannya, Siti Majidah menerangkan bahwa banyak keteladanan yang bisa kita ambil dari sosok Nabi Muhammad SAW khususnya dalam segi menjaga aspek mental kita. Perlu diketahui bahwa pada tahun ini seluruh dunia telah banyak mengalami masalah akibat dari pandemi COVID-19 dimana banyak krisis multidimensi dari aspek sosial, kesehatan, ekonomi, dan pendidikan.
Namun jika dikembalikan dalam al-Qur’an disebutkan bahwa setiap masalah yang menimpa umat manusia telah digambarkan dalam al-Qur’an. Contohnya sebagaimana ditulis dalam QS. Al-Baqarah ayat 155, dimana Allah SWT akan menguji kalian dari ketakutan (kesehatan, nasib, cemas akan ekonomi), kekurangan harta dan jiwa, dan buah-buahan. Lalu Allah SWT memerintahkan untuk memberi kabar gembira kepada mereka yang bersabar, yaitu mereka yang jika ditimpa musibah akan berkata, “Innalillahi wa inna ilaihi rajiun”.
Uniknya, al-Qur’an juga turut memberikan solusi, seperti yang dikutip dalam QS. al-Baqarah 153, “Maka memohon ampunlah kepada Allah SWT dengan kesabaran dan shalat.” Sayangnya banyak umat yuang belum paham dengan betul akan makna sabar dan shalat.
Padahal kesabaran itu ada rumusnya, menerima dengan ikhlas bahwa Allah SWT tidak akan membebani kita kecuali atas kemampuan kita, lalu yakin bahwa setiap sesuatu itu akan ada solusinya, dan yang terakhir adalah kita tawakkal kepada Allah SWT. Shalat pun bukan sebatas gerakan shalat saja, namun tujuannya adalah kita berdoa kepada Allah SWT. Nah itulah solusi yang diberikan oleh al-Qur’an saat kita sedang diuji dengan beragam ujian kehidupan,” terang Majidah, alumnus Gontor Putri tahun 2003.
Jika dikaitkan dengan kehidupan Rasulullah SAW, sejatinya beliau adalah manusia yang tidak luput dari banyak ujian dan cobaan. Ketika istri Rasulullah SAW ditanya bagaimana dengan akhlak Nabi SAW, maka jawabannya akhlak Nabi SAW adalah al-Qur’an. Akhlak adalah sesuatu yang umum tentang bagaimana sikap seseorang dalam menghadapi masalah, kesedihan, ataupun kesenangan. Dan semua itu telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, sebagaimana beliau adalah permisalan yang sangat agung.
Dakwah beliau bahkan bisa berhasil dalam waktu yang singkat dikarenakan beliau selalu optimis dan husnudzon, serta tawakkal kepada Allah SWT. Oleh karena itu penting dimengerti bahwa tawakkal itu adalah gabungan antara usaha, doa, serta penyerahan diri kepada Allah SWT,” pungkas pengisi program Lentera Rohani, Radio Redjobuntung Fm itu kepada Gontornews.com. <Edithya Miranti>


















