Demak, Gontornews — Demak kental dengan sejarah penyiaran Islam di Pulau Jawa. Satu dari 35 kabupaten di Jawa Tengah (Jateng) itu bahkan dijuluki sebagai Kota Wali karena kaya jejak peninggalan wali sanga atau wali sembilan yang aktif berdakwah pada masa awal penyiaran Islam di Pulau Jawa.
Banyaknya jejak peninggalan para wali itu membuat Demak kaya destinasi wisata religi atau wisata ziarah yang hingga kini ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. Ada beberapa objek daya tarik wisata religi di Kabupaten Demak ini.
Masjid Agung Demak
Masjid Agung Demak adalah salah satu masjid tertua yang ada di Indonesia. Masjid ini terletak di Kauman, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak. Masjid ini dipercayai pernah menjadi tempat berkumpulnya para ulama yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa yang disebut dengan wali sanga atau kerap pula ditulis dengan ejaan walisongo.
Masjid bersejarah itu, kini menjadi tujuan utama wisatawan dalam menjalani wisata religi di Kabupaten Demak. Pada hari-hari tertentu seperti malam Jumat dan hari-hari besar Islam, masjid ini makin penuh wisatawan yang berdatangan dari berbagai daerah.
Museum Masjid Demak
Museum Masjid Agung Demak didirikan tak jauh dari Masjid Agung Demak, tepatnya di sisi utara masjid bersejarah itu. Mudahnya akses ke museum tersebut memungkinkan wisatawan Masjid Agung Demak senantiasa menyempatkan diri singgah pula di Museum Masjid Agung Demak.
Sebagaimana dilansir museumindonesia.com, Museum Masjid Agung Demak memiliki banyak koleksi menarik terkait sejarah siar Islam di Pulau Jawa, seperti serat-serat dan kitab kuno yang ditulis oleh para wali. Di antara koleksi pustaka bersejarah itu terdapat kitab tulisan tangan tafsir juz 15-30 Alquran karya Sunan Bonang.
Disimpan pula di museum tersebut artefak terkait Masjid Agung Demak seperti beduk dan kentongan wali dari abad XV. Bahkan sakatatal atau saka guru Masjid Agung Demak yang konon dibikin Sunan Kalijaga dari tatal atau potongan-potongan kayu kecil juga disimpan di museum itu. Disimpan pula Pintu Bledeg karya Ki Ageng Sela.
Makam Raja-Raja Demak
Demak di Bintoro menurut Babad Tanah Jawi merupaka kerajaan Islam pertama di Tanah Jawa yang muncul setelah surutnya pengaruh Kerajaan Majapahit. Posisi itu membuat raja-raja Kasultanan Demak menjadi penting dalam catatan sejarah siar Islam di Pulau Jawa. Tak heran, makam raja-raja Demak juga kerap menjadi tujuan para wisatawan penziarah yang singgah ke kabupaten Demak.
Makam raja-raja Demak, sebagaimana diulas tempatwisataunik.com, terletak di bagian utara Masjid Agung Demak, masih di Kauman, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak. Saat memasuk area dalam Masjid Demak, wisatawan harus memilih arah kiri sesampai serambi yang berada di kolam untuk tempat wudu untuk menemukan makam raja raja Demak terdahulu itu.
Makam Sunan Kalijaga
Sunan Kalijaga (Kalijogo) adalah salah satu dari walisongo yang dianggap sebagai tokoh sentral dalam catatan sejarah persebaran Islam di Pulau Jawa. Sunan Kalijaga dianggap istimewa di antara kesembilan wali tersebut karena kental memanfaatkan tradisi Jawa dalam penyiaran agama baru di tanah yang sebelumnya telah mengenal agama Hindu dan Buddha.
Makam Sunan Kalijaga dimakamkan di Demak, tepatnya di permakaman Kadilangu, Desa Kadilangu, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak. Makam salah satu dari wali sanga ini ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah.
Sentra Kaligrafi, Rebanda hingga Batik
Kabupaten Demak juga terkenal sebagai pusat kerajinan, selain mengunjungi tempat wisata sejarah Islam di Demak, masih banyak tempat liburan yang keren lainnya, tapi jangan lewatkan juga berburu barang seninya. Mulai Kaligrafi, baju batik hingga alat rebana.
Banyak tempat liburan seru dan terbaru di Demak yang rekomended untuk aktivitas liburan akhir pekan anda. Sentra Kerajinan Kaligrafi berada di Rejosari RT 2/RW 4, Kec. Mijen, Kab. Demak. Pusat Kerajinan Batik beralamat di Wedung, Kec. Wedung, Demak. Pengrajin Alat Rebana berlokasi di Pasean, Karangmlati, Kec. Demak, Kab. Demak. [Fath]


















