pesanan-baju-kaos
27 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Sunday, 20 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Mengapa Rakyat Nekat?

Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
19 May 2019
in Kolom
0
Menguji Janji Capres

Diancam akan ditembak di tempat jika ganggu NKRI, rakyat tak bergeming. Disiapin 150 anjing pemburu (dari Hendropriyono), cuek. Ulama dan tokohnya ditangkap, gak takut juga. Tetap saja mau turun ke jalan? Nekat!

Setidaknya ada tiga faktor utama. Akumulasi tiga faktor ini memberi suplai energi kenapa rakyat jadi “terkesan” nekat. Turun jalan dan protes. Padahal lagi bulan Ramadhan.

Pertama, faktor ekonomi. Listrik naik, rakyat menahan sabar. BBM naik, rakyat diam. Karena hanya itu yang bisa mereka lakukan. Terpaksa! Impor beras dan garam di musim panen, rakyat hanya ngelus dada. Lapangan kerja direbut pekerja China, rakyat tetap bungkam. Mereka pasti kecewa, mungkin marah. Tapi hanya ditahan di dalam dada.

Kedua, faktor ketidakadilan hukum. Satu persatu ulama dan tokoh oposisi jadi tersangka. Entah sudah berapa banyak jumlahnya. Mereka dituduh menebar kebencian dan dijerat UU ITE. Akhir-akhir ini pasal makar mulai dikenakan. Disisi lain, laporan kubu oposisi terhadap sejumlah orang yang diduga bersalah, tak ada tindak lanjut. Hukum terkesan sekali “tebang pilih” kata Anwar Abbas, Sekjen Majlis Ulama Indonesia. Tapi, rakyat bisa apa?

BACA JUGA

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Nyali Kemandirian ala Pesantren

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

Dimana mahasiswa? Emak-emak telah menggantikan peran mereka. Para alumni yang sudah lulus, bongkar lagi lemari, ambil jaket almamater dan memakainya lagi untuk turun ke jalan. Emak-emak dan para alumni telah ambil peran mahasiswa.

Emak-emak malu memiliki anak-anak yang tak peduli kepada nasib bangsanya. Mereka tak pernah berniat melahirkan dan membiayai anaknya kuliah untuk jadi mahasiswa yang cuek dan tak peduli kepada nasib bangsanya.

Banyak yang bertanya, setengah curiga: apakah mereka sudah terbeli atau takut dengan intimidasi? Begitulah spekulasi dan rumor yang beredar di diskusi publik.

Kesal dengan mahasiswa, emak-emak dan para alumni memberi hadiah daster, boneka barby dan jepitan rambut kepada sejumlah ketua BEM ITS. Serendah itukah?

Apakah semua ini karena para rektor ditunjuk oleh menteri? Sehingga mimbar kebebasan mahasiswa jadi sempit. Atau mahasiswa sekarang sudah sedemikian pragmatis hidupnya? Entahlah!

Di masa Orde Baru ada olok-olokan yang sangat populer: mahasiswa takut sama dosen, dosen takut sama dekan, dekan takut sama menteri, menteri takut sama presiden, dan presiden takut sama mahasiswa.

Tapi sekarang, presiden tak perlu takut sama mahasiswa. Mahasiswa sudah jinak. Tak lagi kritis dan berani seperti kakak-kakak mereka yang sudah lulus. Sama emak-emak aja kalah.

Yang pasti, mereka beda dengan para mahasiswa yang lahir dan dididik di abad 20. Terutama mahasiswa angkatan 66 dan 98. Kendati sejumlah alumni kedua angkatan ini ada yang masuk angin juga ketika bersentuhan dengan kekuasaan. Faktanya, posisi seringkali membunuh iman dan integritas seseorang. Idealis ketika jadi oposisi, pragmatis ketika ikut menikmati kekuasaan. Kasih posisi komisaris, kelar!

Ketiga, faktor kedaulatan. Hak untuk menyuarakan pendapat dan melakukan sosial control terhadap kebijakan penguasa semakin sempit. Pasal pidana mengancam nyali rakyat.

Media bungkam, tak berkutik, kecuali menjadi sarana iklan penguasa. Tak lagi leluasa untuk menyampaikan fakta. Kabar yang beredar, sejumlah pemilik media telah jadi tersangka. Cukup “satu lembar surat” membuat media diam. Benarkah?

Tanpa media dan tanpa mahasiswa, akhirnya rakyat harus berjuang sendiri. Termasuk emak-emak. Terpaksa turun ke jalan ketika dinding psikologis mereka tak lagi mampu menampung beban. Bukan saja beban ekonomi dan ketidakadilan hukum, tapi juga karena hilangnya hak mereka untuk menyuarakan perubahan.

Demonstrasi yang masif di berbagai daerah pasca pilpres kali ini mengambil tema kedaulatan rakyat. Saat mereka “merasa” suaranya dan pilihan politiknya dirampas (dicurangi), disitulah dinding psikologis mereka jebol. Harapan untuk memperbaiki nasib ekonomi bangsa dan keadilan hukum sirna. Kira-kira narasinya begini: Apalagi yang bisa dipertahankan dalam hidup ini jika rakyat kehilangan kesempatan untuk berharap terjadinya perubahan di negeri sendiri.

Akhir-akhir ini, isu kecurangan seperti anti klimaks. Tak ada lagi kata maaf. Begitulah kira-kira yang ada di pikiran mereka. Apa yang diucapkan Prabowo dan Sandiaga Uno seperti merepresentasikan hati dan pikiran para pendukungnya.

2014, Prabowo legowo kalah, meski merasa dicurangi. Tapi tidak di 2019. Pertama, tak mungkin mengalah kedua kali. Kedua, rakyat yang mendukungnya tak mengijinkan Prabowo mengalah lagi. Maka ia katakan “akan selalu bersama-sama dengan rakyat memperjuangkan kedaulatan”. Ketiga, membayangkan Indonesia tak punya masa depan jika setiap kejujuran rakyat dan harapannya untuk melakukan perubahan selalu dibungkam. Karena itu, untuk kali ini Prabowo akan all out memperjuangkannya. “Lebih baik mati terhormat demi memperjuangkan kedaulatan rakyat”, katanya. Wow.

Tekat Prabowo sepertinya sudah bulat. “Point of no return” katanya. Tak ada celah untuk urungkan niat dan batalkan tekad. Maju terus!

Tidak hanya Prabowo, Sandi, sang wakil yang kalem, dan dikenal sebagai sosok yang gak suka keributan, iapun memiliki tekad yang sama: akan memperjuangkan sampai titik darah penghabisan. Wiw! Sandi gitu loh…

Suara Prabowo dan Sandi adalah suara para pendukungnya, yang di dalamnya banyak tokoh dan ulama. Bahkan juga puluhan purnawirawan jenderal TNI yang pernah menduduki posisi strategis saat masih aktif di militer. Mereka kompak: berjuang bersama-sama untuk menuntut dikembalikannya kedaulatan rakyat.

Kedaulatan rakyat inilah yang mereka anggap satu-satunya ikhtiar yang memberi sisa-sisa harapan untuk memungkinkan negara ini berubah. Bangkit dari keterpurukan ekonomi dan keluar dari ketidakadilan hukum. Makanya, mereka perjuangkan sampai titik darah penghabisan. Ngeri bahasanya. Hehehe…

Berkaca pada 411 dan 212, rakyat turun jalan secara damai. Tak ada tindakan anarkis. Tak ada pelanggaran hukum. Berorasi, sampaikan pendapat kepada penguasa. Mereka berharap penguasa mendengarnya. Titik!

Kedua belah pihak, dalam konteks ini adalah penguasa dan oposisi, harus bersepakat untuk menjaga situasi agar tetap kondusif. Penguasa tak perlu provokatif. Menghindari narasi bersifat ancaman, apalagi tindakan main tangkap. Mesti dihentikan. Begitu juga oposisi. Tetap konsisten dengan konstitusi dan tak terprovokasi. Jika situasi tetap kondusif, maka diharapkan suara rakyat itu akan terdengar jernih di telinga elit dan penguasa. Disitulah mungkin kebenaran dan kejujuran sebagai basis moral berbangsa akan hadir untuk memberi solusi.

Tags: NKRIPemiluRakyat
Share31Tweet15Send
Previous Post

Dokter Kritis Mendiagnosis Korban, Salah?

Next Post

Mesir: Bom Serang Bus Wisata Dekat Piramida Giza

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

17 September 2026
SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

16 September 2026
K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

16 September 2026
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

11 September 2026
Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

15 September 2026
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

0
Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

0
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

0
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

0
Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

0
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

17 September 2026
Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

17 September 2026
Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

17 September 2026
Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

17 September 2026
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

17 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
â–²
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result