Saat jadi dokter muda, kami jaga malam dan dua hari tidak tidur dengan beban mental karena tugas dan takut dosen..
Saat jadi PPDS, kami jaga malam dan bisa tiga hari tidak tidur dengan beban mental karena pasien tidak boleh meninggal dan banyaknya tugas serta sangat takut konsulen..
Saat inipun setelah jadi dokter spesialis, saya dapat jatah tiap bulan harus jaga selama 7 x 24 jam jadi konsulen dengan beban mental berat tuntutan Malpraktik..
Alhamdulillah…sudah 18 tahun jadi dokter, saya masih hidup…tidak meninggal “kelelahan” …
Jadi adalah “sepantasnya” jika saudara saya.. dokter Ani Hasibuan merasa heran,
jika ada petugas pemilu yang demikian banyak jumlahnya..
lebih dari 600 orang..
Dengan usia bervariasi…
Bukan hanya usia tua, tapi tidak sedikit juga yg masih muda..
Bukan hanya yg sudah punya riwayat penyakit kronis sebelumnya, tapi banyak pula yang tiba tiba menjadi sakit dan wafat.
Apalagi semua saudara kita yang gugur, tidak satupun yang di Visum lengkap sebelumnya oleh dokter Ahli, untuk cari tahu apakah penyebab kematian mereka memang murni karena sebuah penyakit.
Kami para dokter wajib berpikir ilmiah dan harus menegakkan diagnosis penyakit apalagi penyebab sebuah kematian suai dengan standar prosedur yang telah ditentukan…
Jadi adalah wajar jika kami para dokter merasa gusar ketika terjadi musibah..
berguguran ratusan jiwa para pejuang demokrasi.. tapi hanya dianggap sebagai hal biasa..dan tanpa investigasi..tanpa audit forensik..tiba-tiba mereka yang bukan dokter bisa dengan enaknya menegakkan diagnosis bahwa mereka meninggal “hanya karena kelelahan ”
Saya..dr Ani …dan banyak teman sejawat ..belum pernah mendapatkan pasien kami meninggal hanya karena kelelahan…
Jadi apakah salah jika dr Ani, kami bertanya…kritis tentang hal ini..
Sebagai ahli..harusnya pertanyaan kami ini didengar sebagai masukan..
Bukan seperti ini..dengan memanggil saudara kami ke kantor polisi…
Ada Apa ????
Apakah bicara kebenaran saat ini sama dianggap ujaran kebencian ??
Atau dianggap pemicu perpecahan ??
Harusnya menghadapi pertanyaan ini..para pihak terkait cepat ambil sikap, lakukan investigasi..
Umumkan didepan publik jika memang mereka meninggal karena penyakit, sehingga rakyat merasa tenang dan percaya..
Semoga saudara kami hanya ditanya sebagai saksi dan bisa kembali ke rumah tanpa harus dianggap bersalah..
#SaveDokterAniHasibuan
#SaveNKRI
Keadilan adalah milik seluruh rakyat Indonesia
























