Jakarta, Gontornews — Mungkin kebanyakan orang masih asing dengan nama Chia Seed. Biji hitam yang merupakan sumber asam lemak omega, ternyata memiliki banyak manfaat, dan apa saja manfaatnya?
Selain sebagai sumber asam lemak omega-3 yang dikenal sebagai asam alfa-linolenat (ALA), biji chia juga memiliki kandungan nutrisi yang sangat banyak, sehingga biji chia tersebut dikenal dengan biji-bijian yang kaya manfaatnya.
Dikutip dari health.harvard.edu, kandungan asam lemak omega-3 (ALA) yang ada pada biji chia dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Sebab biji chia tinggi serat dan tidak larut, yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL yang berbahaya.
Selain itu, dalam artikel medicalnewstoday.com, sebuah tinjauan medis yang dilakukan Debra Rose Wilson, Ph.D., MSN, R.N., IBCLC, AHN-BC, CHT menjelaskan, meski memiliki ukuran yang sangat kecil, biji chia memiliki banyak nutrisi penting dan serat yang dibutuhkan oleh tubuh.
Menurut Basis Data Gizi Nasional Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), dalam satu porsi 28 gram biji chia mengandung 131 kalori, 8,4 gram lemak, 13,07 gram karbohidrat, 11,2 gram serat, 5,6 gram protein.
Jika seseorang memakan satu ons biji chia setiap hari, maka akan memenuhi 18 persen kebutuhan kalsium harian, 27 persen fosfor, 30 persen mangan, dan jumlah kalium dan tembaga yang lebih sedikit.
Karena biji chia menyediakan lebih banyak omega-3, kalsium, fosfor, dan serat, biji chia memiliki banyak manfaat, di antaranya dapat menurunkan risiko jantung, obesitas, diabetes dan penyakit berbahaya lainnya.
Serat yang terkandung dalam biji chia sangat dibutuhkan dalam menjaga berat badan. Biji chia mengandung hampir 5 gram serat per sendok makan, dan kadar tinggi asam lemak omega-3 dan asam alfa-linoleat, bahkan mengonsumsi biji chia dapat menurunkan berat badan.
Meski demikian, sebuah ulasan yang diterbitkan dalam Journal of Obesity, menyimpulkan bahwa ada jumlah terbatas untuk menyarankan penggunaan biji chia dalam menurunkan berat badan.
Sementara itu, meski tidak banyak penelitian tentang efek chia pada glukosa darah dan resistensi insulin, sebuah studi tahun 2017 menunjukkan bahwa biji chia kemungkinan memiliki kemampuan untuk mengubah glukosa menjadi karbohidrat meskipun lambat. Ini bisa memiliki efek positif pada penderita diabetes tipe 2.
Selain itu, biji chia juga sangat baik untuk pencernaan dan detoksifikasi karena kandungan serat yang tinggi dan mampu mencegah sembelit dan meningkatkan keteraturan untuk saluran pencernaan yang sehat. Pergerakan usus yang teratur sangat penting untuk ekskresi racun setiap hari melalui empedu dan feses. [Devi Lusianawati]




















