pesanan-baju-kaos
31 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 26 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Meretas Sanad Gontor-Mekkah dari Jalur Josari

Oleh Khoirul Fata, Dosen UNIDA Gontor

Edithya Miranti by Edithya Miranti
26 December 2024
in Kolom
0
Meretas Sanad Gontor-Mekkah dari Jalur Josari

Ponorogo, Gontornews — Pesantren Josari, Jetis, Ponorogo, tidak bisa dipisahkan dari perjalanan keilmuan Trimurti pendiri Gontor. Semua Trimurti Gontor, mulai dari Kiai Ahmad Sahal, Kiai Zainuddin Fanani, Kiai Imam Zarkasyi pernah mukim menjadi santri di Josari. Selama di Josari, Trimurti menempuh dua model pendidikan sekaligus, formal dan pesantren. Pagi hari menjalani pendidikan formal di Vervolk School (sekolah Ongko Loro Jetis), selepas sekolah, Trimurti kembali ke pesantren mendaras kitab-kitab kuning model pemaknaan tradisional ala utawi iki iku.

Usaha ini digawangi oleh ibunda Trimurti, Nyai Santoso Anom, sebagai bentuk tanggung jawab dan langkah taktis menyiapkan ketiga putranya melanjutkan estafet Pesantren Gontor yang ‘mati suri’ sepeninggal sang suami Kiai R. Santoso Anom Besari. Tekad yang kuat mengembalikan kejayaan Pesantren Gontor menggelora dalam batin sang bunda. Hingga setiap kali menjenguk ketiga putranya di pondok, setiap itu pula Nyai Santoso memohon barakah doa dari kiai pengasuh agar kelak ketiga putranya fokus mengasuh pesantren, tidak tergoda menjadi pegawai. Kisah ini dituturkan oleh Kiai Sunjarib (dzuriyyah Josari), Imam Masjid Josari ke-10.

Di Josari, Trimurti dibekali pengetahuan agama level dasar dan menengah, dari Tauhid, Fiqih Syafi’iyyah, Hadis, Gramatika Arab, Akhlak, Sirah al-Barzanji, dan Tasawuf dasar. Namun, dari sekian banyak ilmu, tampaknya ilmu Tauhid dan ilmu Fiqih yang paling kuat pengaruhnya dalam diri Trimurti (baca: Biografi Kiai Zarkasyi dari Gontor Merintis Pesantren Modern).

Sebagai bukti adalah kitab-kitab tauhid yang menjadi referensi Kiai Zarkasyi dalam menulis buku Ushuludin Aqaid, adalah kitab-kitab khas yang dikaji di pesantren salaf, di antaranya Aqidatul Awam, Qothrul Ghois, Kifayatul al-Awam, Jawahirul Kalamiyah, Ummul Barahin, Jauharut Tauhid dll. Kitab-kitab tauhid tersebut besar kemungkinan dikaji oleh Trimurti selama mondok di Josari.

BACA JUGA

100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

Di Bawah Asuhan Gontor

Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

Sosiologi Ketahanan Gontor

Sebelum “Giliran” Kita Tiba: Refleksi Peringatan 100 Tahun Gontor

Demikian juga dengan ilmu Fiqh Syafi’iyah level lanjutan, seperti kitab Fathul Qorib, Fathul Mu’in (Zainuddin al-Malibari), dan I’anah al-Tholibin (Sayyid Abi Bakar Syatha al-Dimyati), turut dikaji pula oleh Trimurti selama di Josari. Asumsi ini dibangun atas dasar keterangan Kiai Zarkasyi dalam biografinya, bahwa kitab-kitab dasar Fiqih Syafi’iyyah seperti, Safinat an-Naja, Sulam Safinah dan matn al-Ghoyah wa al-Taqrib sudah dikaji di pesantren Joresan, sebelum mondok di Josari. Sehingga besar kemungkinan Trimurti mengkaji kitab-kitab Syafi’iyyah level lanjutan di Josari. Dengan demikian, Fiqih Syafi’iyyah Trimurti Gontor memiliki transmisi sanad melalui jalur Josari dan Joresan.

Pengaruh Syafi’iyyah dalam Fiqih Gontor ini bisa ditelaah dalam materi ajar Fiqih 1 dan Fiqih 2 yang ditulis sendiri oleh Kiai Zarkasyi, demikian pula pada diktat-diktat ubudiyah santri Gontor, yang referensinya didominasi kitab-kitab Syafi’iyah seperti I’anat Tholibin. Bahkan anjuran mengkaji kitab Fathul Qorib, Fathul Mu’in dan I’anat Tholibin menjadi wasiat Kiai Zarkasyi yang dibacakan setiap haflatul wada’ bagi santri Gontor kelas akhir. Wasiat ini tentunya diperuntukkan bagi alumni yang ingin melanjutkan pendidikannya ke pesantren salaf.

Kembali ke pembahasan, Josari selain berperan membekali Trimurti dengan pengetahuan agama yang matang, juga membuka akses untuk meretas tangga-tangga ilmu keislaman di level lanjutan. Sebab dari Josari inilah, Trimurti kemudian menjelajah pesantren-pesantren besar di luar Ponorogo, seperti Siwalan Panji Sidoarjo dan Termas Pacitan (Kiai Ahmad Sahal dan KH Zainuddin Fanani), dan Jemsaren Solo (Kiai Imam Zarkasyi). Ada fakta menarik, bila ditelisik lebih lanjut hubungan pesantren Josari dengan beberapa pesantren di atas, maka akan tampak bahwa Josari, Siwalan Panji, Termas, dan Jemsaren terikat dalam satu mata rantai sanad keilmuan.

Rantai sanad keilmuan Josari bisa terhubung dengan pesantren-pesantren besar di Jawa, bahkan di Mekkah melalui perantara al-Alim al-Allamah al-Arif Billah Kiai Muhammad Mansur (1831-1943). Kiai Mansur merupakan generasi ketujuh, yang memimpin pesantren dan masjid jami’ Josari tahun 1896-1943. Di masa itulah, Trimurti mondok di Josari. Artinya Trimurti dididik langsung oleh Kiai Mansur dalam rentang waktu cukup lama, istilah pesantrennya dibimbing kiai sampai khatam.

Kiai Mansur sendiri memulai pendidikannya di pesantren Josari, dibimbing langsung oleh sang ayah Kiai Na’im, pengasuh dan imam masjid Josari generasi keenam. Kiai Na’im sendiri berasal dari Jepara, kemudian mondok di Josari dan diambil menantu oleh Kiai Muhammad Syafi’i, Pengasuh dan Imam Masjid Josari generasi keempat. Setelah menyelesaikan pendidikan di Josari, Kiai Mansur mengembara ke Semarang berguru ke Kiai Muhammad Sholeh bin Umar atau populer dengan nama Kiai Sholeh Darat (1820-1903).

Seperti diketahui, Kiai Sholeh Darat merupakan maha guru para ulama Nusantara, sebut saja Syaikh Mahfudz al-Turmusi (guru besar di Mekkah), Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ariy (pendiri NU) dan Kiai Ahmad Dahlan (Pendiri Muhammadiyah), Kiai Dimyati Termas (guru dari Kiai Ahmad Sahal dan Kiai Zainuddin Fanani), Kiai Idris Jemsaren Solo (guru dari Kiai Imam Zarkasyi), dll. Kebetulan, Kiai Naim (ayah Kiai Mansur) dan Kiai Sholeh Darat sama-sama berasal dari Jepara.

Selain berguru ke Kiai Sholeh Darat, Kiai Mansur juga nyantri di pesantren Demangan, Bangkalan, Madura, di bawah bimbingan al-Allamah Sohibul Karomah Kiai Muhammad Kholil bin Abdul Lathif atau masyhur dengan sebutan Kiai Kholil Bangkalan (1835-1925). Sosok Kiai Kholil tidak bisa dipisahkan sejarah berdirinya NU, dan maha guru para pendiri pesantren besar di Jawa Timur seperti Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari Tebuireng, Kiai Wahab Hasbullah Tambakberas, Kiai Abdul Karim Lirboyo, Kiai Syamsul Arifin Situbondo, Kiai Khozin Siwalan Panji, dll. Adanya informasi gotakan atau kamar santri Madura di area masjid Josari, membuktikan adanya relasi antara Josari dengan para santri Kiai Kholil di Madura.

Selain nyantri di Bangkalan, Kiai Mansur juga mengembara ilmu ke wilayah Pasuruan, tepatnya di pesantren Cangaan Bangil. Pesantren Cangaan merupakan pesantren tertua ketiga di Pulau Jawa, didirikan oleh Kiai Jalaludin atau masyhur dengan sebutan Mbah Lowo Ijo. Konon, julukan Lowo Ijo merujuk pada kebiasaan Kiai Jalaludin berkhalwat di dedaunan dan ranting-ranting pohon. Sumber setempat mengatakan bahwa Kiai Jalaluddin merupakan murid Sunan Bonang.

Pesantren Cangaan masyhur dengan kajian ilmu Tauhid. Ajaran Kiai Jalaluddin tentang tauhid khususnya penjabaran kalimat Laa Ilaaha Illa Allah dan sifat tiga (wajib, jaiz, dan muhal) dibukukan dalam kitab Mufidul Islam. Kitab ini dibaca dan menjadi kajian santri Cangaan secara turun temurun. Menurut info setempat (portal terafiliasi ke pesantren Cangaan), Trimurti Gontor pernah bertabarruk ilmu di Cangaan, walau info ini belum terkonfirmasi pada keluarga Gontor. Namun jejak Kiai Mansur mondok di Cangaan, menjadi jalur yang menghubungkan Gontor, Josari, dan Cangaan, baik langsung maupun tidak.

Dari Cangaan Bangil, Kiai Mansur memperluas cakrawala pengetahuan di kota Mekkah. Langkah ini ditempuh Kiai Mansur, sebagai bentuk tabarrukan ilmu dan meretas sanad keilmuan lebih luas seperti yang dilakukan oleh kedua gurunya, Kiai Sholeh Darat dan Kiai Kholil Bangkalan, yang keduanya merupakan alumni Mekkah.

Kiai Mansur bermukim di Mekkah selama empat tahun. Di kota suci ini, sanad keilmuan Kiai Mansur terhubung dengan banyak ulama besar, baik ulama Timur Tengah, maupun ulama Nusantara yang menjadi guru besar di Mekkah. Sebut saja, Sayyid Abi Bakar Syatha al-Dimyati (pengarang kitab I’anah al-Tholibin), Syaikh Amin al-Athar, Syaikh Nawawi al-Bantani, Syaikh Ahmad Khotib al-Minangkabawi, Syaikh Mahfudz al-Turmusi, dll. Nama-nama ulama di atas berdasar pada keterangan dzuriyah Kiai Mansur, bahwa Kiai Mansur dan Kiai Dahlan ‘tunggal guru’ atau memiliki guru yang sama sebab keduanya bertemu di Mekkah.

Ada dugaan kuat, selain berinteraksi dengan Kiai Dahlan, Kiai Mansur juga bertemu dengan Kiai Hasyim Asy’ariy. Sebab sepulang dari Mekkah, selain mengajar dan memimpin Josari, Kiai Mansur juga terlibat dalam pendirian ormas Muhammadiyah (1921) dan NU (1930) di wilayah Ponorogo. Kiai Mansur tercatat sebagai Rois Syuriah pertama PCNU Ponorogo, sementara di Muhammadiyah terlibat dalam perintisan, bahkan putra Kiai Mansur yang bernama Kiai Ridwan Hadjir merupakan santri Kiai Ahmad Dahlan generasi pertama. Ini menunjukkan Kiai Mansur adalah sosok figur yang berpandangan luas, antisektarian, dan penuh pengabdian. Figur Kiai Mansur yang “ berwawasan luas “ tampaknya ikut mewarnai pandangan murid-muridnya termasuk Trimurti Gontor, hingga menjadi salah satu motto pondok Gontor, yaitu berwawasan luas dan berpikiran bebas.

Untuk mengurai transmisi sanad Trimurti Gontor, diperlukan tsabat atau catatan genealogi sanad ulama. Maka, Syaikh Mahfudz al-Turmusi berperan sebagai transmiter melalui kitabnya “Kifayatul Mustafidz Lima Ala Minal Asanid“, yang tak lain adalah guru dari Kiai Mansyur. Uraian sanad Trimurti jalur Kiai Mansyur sebagai berikut:

Trimuti Gontor (Kiai Ahmad Sahal, Kiai Zainuddin Fanani, Kiai Imam Zarkasyi) belajar fiqih dari Kiai Mansur Josari (wafat 1943), Kiai Mansur berguru fiqih pada Syaikh Mahfudz Termas (1338 H), Syaikh Mahfudz berguru pada Sayyid Abi Bakar Syatho (wafat 1310 H), Sayyid Abi Bakar berguru pada Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan (wafat 1304 H), dari Syaikh Utsman bin Hasan Dimyati, dari Syaikh Abdullah as-Syarqowi, dari al-Ustadz Muhammad bin Salim Hifni, dari Syaikh Ahmad al-Khulaifi, dari Syaikh Ahmad al-Bisbisyi (1096 H), dari Syaikh Sulthan bin Ahmad al-Mazzahi, dari Syaikh Ali az-Ziyadi (1024 H), dari Syaikh Muhammad al-Qosriy, dari Al-Muhaqqiq Syaikh Ahmad bin Hajar al-Haitami (964), dan Syaikh Al-Khothib Asy-Syirbini, Syaikh Ar-Romli Al-Kabir dan Syaikh Ar-Romli As-Shoghir, dari Syaikhul Islam Zakariya al-Anshari (929 H), Syaikh Jalaludin al-Mahalli (864 H), dan Syaikh Jalaluddin Al-Bulqini (824 H), dan Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqolani (852 H) dan Syaikh Syamsuddin Al-Yaquti, dari Syaikh Al-Wali Ahmad bin Abdurrahim al-‘Iraqi, dari Syaikh Abdurrahim bin Husain al-‘Iraqi (806 H), dari Syaikh Sirajuddin al-Bulqini (805 H), dari Syaikh ‘Alauddin bin al-‘Atthar, dari Al-Imam Yahya an-Nawawi al-Dimasyqi (Muharrar al-Madzhab) (676 H), dari Syaikh Abi Hafsh (Umar bin As’ad az-Zai’i), dari Syaikh Abi Umar (Ustman bin Abdurrahman/Ibnu Shalah asy-Syahruzuri) (643 H), dari Syaikh Abdurrahman (ayah Ibnu Shalah) (618 H), dari Syaikh Abi Sa’ad (Abdullah bin Abi ‘Ashrun) (585 H), dari Syaikh Abi Ali al-Fariqi (528 H), dari Syaikh Abi Ishaq (Ibrahim Syaerozi) (476 H), dari Syaikh al-Qodhi Abi al-Thayyib (Thahir bin Abdullah al-Thabri) (450 H), dari Syaikh Abil Hasan (Muhammad bin Ali al-Masirji) (384 H), dari Syaikh Abi Ishaq (Ibrahim bin Ahmad al-Marwazi) (340 H), Syaikh Abil Abbas (Ahmad bin Syuraij al-Bagdadi) (306), dari Syaikh Abil Qosim (Ustman bin Sa’id bin Basyar al-Anmathi) (288 H), dari al-Imam Ismail bin Yahya al-Muzani (264 H), dari al-Imam al-A’dzhom Abi Abdillah Muhammad bin Idris asy-Syafii (Imam Syafi’i) (204 H), dari al-Imam al-A’dzhom Abi Abdillah Malik bin Anas (Imam Malik) ( 179 H), dari Imam Nafi’ (117 H), dari Ibnu Umar (73 H), dari Sayyiduna Rasulullah SAW. Nafa’ana Alloh bi ‘ulumihi awa masyayikhihi, wallahu ‘alam bi shawab.

Disarikan dari beberapa sumber:
Wawancara Kiai Sunjarib, Imam Masjid Josari ke-10, cucu Kiai Mansur.
Kitab Kifayatul Mustafid Syaikh Mahfudz Turmusi.
https://pwmu.co/299590/06/15/kh-ridwan-hadjir-santri-kiai-dahlan-dari-ponorogo/.
Biografi KH Imam Zarkasyi dari Gontor Membangun Pesantren Modern.
Pesan dan Nasihat KH Ahmad Sahal dan KH Imam Zarkasyi.

Tags: Khoirol Fatasanad Gontor
Share49Tweet31Send
Previous Post

Tingkatkan PPDB Tahun Ajaran 2025, OSB School Serpong Datangkan Konsultan Manajemen Sekolah Dr Awaluddin Faj

Next Post

SDIT Darussalam Gontor Sabet Belasan Kejuaraan di Ajang Bumi Reyog Marching Competition 2024

Edithya Miranti

Edithya Miranti

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
al amien prenduan

Keluarga KH Moh. Tidjani Djauhari Terima ‘100th Gontor Awards’ di Peringatan Satu Abad Gontor

22 September 2026
Pimpinan Gontor dari Masa ke Masa

Pimpinan Gontor dari Masa ke Masa

23 October 2020
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

17 September 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Sosiologi Ketahanan Gontor

24 September 2026
KH Haekal Yanuarsyah Ibadillah, Putra Kiai Gontor, Meninggal Dunia

KH Haekal Yanuarsyah Ibadillah, Putra Kiai Gontor, Meninggal Dunia

30 November 2020
Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

0
100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

0
Di Bawah Asuhan Gontor

Di Bawah Asuhan Gontor

0
Kontingen Terbaik: PKBM Primago Indonesia Bawa Pulang 4 Piala di Ajang Gema Tunas PKBM V Se-Jawa Barat Tahun 2026

Kontingen Terbaik: PKBM Primago Indonesia Bawa Pulang 4 Piala di Ajang Gema Tunas PKBM V Se-Jawa Barat Tahun 2026

0
YMIP Serahkan Wakaf 115 Sepeda dan 50 Juta kepada Gontor

YMIP Serahkan Wakaf 115 Sepeda dan 50 Juta kepada Gontor

0
100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

25 September 2026
Di Bawah Asuhan Gontor

Di Bawah Asuhan Gontor

25 September 2026
Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

25 September 2026
Kontingen Terbaik: PKBM Primago Indonesia Bawa Pulang 4 Piala di Ajang Gema Tunas PKBM V Se-Jawa Barat Tahun 2026

Kontingen Terbaik: PKBM Primago Indonesia Bawa Pulang 4 Piala di Ajang Gema Tunas PKBM V Se-Jawa Barat Tahun 2026

24 September 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Sosiologi Ketahanan Gontor

24 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result