Kathmandu, Gontornews – Dengan hanya memiliki satu kaki, Jarah al-Hawamdeh, seorang pengungsi Palestina di Yordania berhasil mendaki Gunung Everest, salah satu gunung tertinggi di dunia.
Saat ini ia telah berhasil mendaki gunung sekitar 5.100 meter dari permukaan bumi, dan ia akan terus berupaya untuk bisa mencapai basecamp di puncak gunung yang berada pada ketinggian 8.848 meter tersebut.
Pendakian gunung yang berada di perbatasan Nepal-Cina, yang dilakukan al-Hawamdeh merupakan kampanye untuk membantu sekolahnya, Al Jufe School, yang saat ini tengah mengalami kekurangan anggaran yang parah.
Al-Jufe School di Yordania adalah sekolah yang diperuntukkan bagi pengungsi Palestina (UNRWA) yang dijalankan oleh Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB. Ada sekitar 750 pengungsi Palestina yang saat ini mengenyam pendidikan di sekolah tersebut.
“Pengungsi Palestina juga memiliki hak untuk mewujudkan impian mereka,” kata al-Hawamdeh kepada kantor berita Anadolu.
Melalui pendakian tersebut, al-Hawamdeh ingin membuktikan bahwa segalanya tidak mustahil untuk dilakukan dan ia berharap dengan meningkatkan kesadaran, ia bisa menaikkan anggaran US$ 1 juta untuk sekolah yang memberinya pendidikan.
Al-Hawamdeh, yang dibesarkan di sebuah kamp pengungsi di Amman, ibukota Yordania, adalah pendaki gunung berlisensi Palestina pertama dengan anggota badan buatan. Ia harus kehilangan satu kakinya lantaran kanker tulang yang dideritanya.
Tahun lalu, laki-laki berusia 22 tahun itu berhasil mendaki Gunung Kilimanjaro di Afrika untuk meningkatkan kesadaran tentang korban kanker. [Devi Lusianawati]





















