Mosul, Gontornews– Milisi Syiah mengatakan telah melancarkan serangan di sebelah barat Mosul, membuka front baru dalam pertempuran untuk mengusir ISIS dari kota itu.
Koalisi milisi yang dikenal sebagai “Popular Mobilisation Units”, itu tidak memainkan peran penting dalam pertempuran, tapi serangan Sabtu (29/10) itu menunjukkan peran yang lebih besar daripada yang diperkirakan para pengamat.
Jamal Elshayyal dari Al Jazeera melaporkan dari Irak, meskipun banyak kota dan desa ke arah Mosul telah diambil alih oleh tentara Irak dan pasukan Peshmerga Kurdi, namun posisi ISIS di Kota Mosul masih tetap tangguh seperti sebelum operasi pengambilan kota dimulai 12 hari lalu.
“Bagian barat Mosul mungkin merupakan perbatasan paling penting karena itu adalah salah satu yang mengarah ke Suriah,” ujar Elshayyal.
“Pasukan milisi Syiah itu telah merencanakan serangan untuk memotong rute antara Mosul dan Suriah dan membantu mengepung ISIS,” katanya.
“Sejumlah pengamat berharap Popular Mobilisation Units tidak akan memainkan peran besar dalam pertempuran Mosul, karena Muslim Sunni memandang mereka sebagai ‘musuh’ sebagaimana ISIS,” kata Elshayyal.
“Itu sebabnya di awal dari serangan itu, pemerintah Irak menekankan bahwa operasi akan dipimpin oleh tentara Irak dan pasukan Peshmerga Kurdi,” katanya.
“Sekarang mereka telah mengumumkan seluruh perbatasan dipimpin oleh mereka, ini akan menyebabkan banyak persoalan, terutama karena ada laporan bahwa mereka menargetkan warga sipil Sunni.”
Sementara itu, milisi Syiah Irak mengumumkan rencananya untuk menyeberangi perbatasan Suriah untuk berjuang bersama Presiden Bashar al-Assad setelah “membersihkan” pejuang ISIS dari Irak, kata seorang jurubicara, Sabtu.
Pengumuman oleh koalisi, yang dikenal sebagai Hashid Shaabi atau Popular Mobilisation, akan ‘meresmikan’ keterlibatannya di Suriah.
“Setelah membersihkan semua tanah kami dari geng teroris, kami sepenuhnya siap untuk pergi ke tempat yang mengancam keamanan nasional Irak,” kata Ahmed al-Asadi, jurubicara koalisi Syiah, dalam konferensi pers di Baghdad. [Rusdiono Mukri]




















