Nairobi, Gontornews — Militan al-Shabaab yang terkait dengan Al-Qaeda, yang bermarkas di Somalia, pada 5 Januari menyerang sebuah pangkalan militer AS-Kenya yang berlokasi di kota pesisir Lamu, militer Kenya mengonfirmasi.
Pasukan pertahanan Kenya mengumumkan telah berhasil memukul mundur serangan itu dan menewaskan empat gerilyawan.
“Lapangan terbang itu aman. Ada kebakaran dari beberapa tangki bahan bakar yang terletak di landasan pacu. Tapi api dapat dipadamkan dan sekarang sedang berlangsung standar prosedur keamanan,” ujarnya seperti dirilis hurriyetdailynews.
Kepada Kantor Berita Anadolu, Komisaris Kabupaten Lamu Irungu Macharia membenarkan telah terjadi serangan itu. Dia mengatakan, asap yang dapat dilihat dari segala arah, terjadi di landasan terbang dan apinya dapat dipadamkan. “Operasi militer sedang berlangsung,” ujarnya dikutip hurriyetdailynews.com.
Kantor Komando AS Afrika juga mengonfirmasi serangan itu. Mereka mengakui bahwa ada serangan di Lapangan Terbang Teluk Manda, dan bahwa Kenya sedang memantau situasi. “Al-Shabaab mengaku bertanggung jawab atas insiden itu.”
Al-Shabaab merilis pernyataan yang mengklaim serangan terhadap lapangan udara itu, dengan menyebut korban dan kerusakan parah pada kendaraan militer. Namun klaim ini belum dikonfirmasi.
Ini terjadi hanya beberapa hari sejak militan al-Shabaab menyerang sebuah bus di daerah yang sama, yang menewaskan tiga orang.
Para militan kemudian dikejar oleh pasukan Kenya, yang berhasil membunuh empat dari mereka.
Militan Al-Shabaab telah lama melakukan serangan serupa di Kabupaten Lamu, yang terletak di pantai Kenya, karena kedekatannya dengan perbatasan Kenya-Somalia yang tak aman.
Pada 2015, para militan menewaskan lebih dari 148 orang dalam serangan terhadap sebuah universitas di timur negara itu. Sebagian besar korban mahasiswa. [RM]























