Beirut, Gontornews — Pasukan Militer Lebanon menemukan 4,35 Ton Amonium Nitrat di dekat pintu masuk Pelabuhan Beirut, Jumโat (4/9). Penelusuran ini dilakukan menyusul terjadinya ledakan dahsyat yang disebabkan oleh 2.750 Ton Amonium Nitrat di Pelabuhan Beirut awal bulan lalu.
Kantor berita NNA melaporkan bahwa saat ini seorang insinyur Angkatan Darat sedang menangani temuan bahan kimia mudah meledak tersebut.
Ledakan dahsyat yang terjadi pada 4 Agustus lalu menewaskan setidaknya 190 orang. Selain itu, ledakan tersebut menghancurkan ribuan bangunan serta melukai lebih dari 6.000 orang yang berada di sekitar lokasi ledakan.
Presiden Lebanon, Michel Aoun, mengonfirmasi ledakan dahsyat tersebut disebabkan oleh 2.750 Ton Amonium Nitrat di gudang pelabuhan dalam kondisi tidak aman selama bertahun-tahun.
Akibat insiden tersebut, Perdana Menteri, Hassan Diab, dan sejumlah petinggi negara mengudurkan diri menyusul kemarahan publik atas kondisi Lebanon yang dihantam krisis ekonomi.
Sebelumnya, Presiden Aoun memerintahkan perbaikan infrastruktur pengisian bahan bakar di Bandara Beirut, Kamis (3/9). Ia juga meminta otoritas terkait membuka penyelidikan atas laporan bocornya ribuan liter bahan bakar dari sistem.
Kepala bandara Beirut, Fadi el-Hassan, mengatakan ada kebocoran 84.000 liter bahan bakar sejak Maret 2019. Ia menargetkan perbaikan selesai dalam dua bulan ke depan. Penyelidik internasional menggambarkan penyelidikan tersebut sebagai hal yang memuaskan.
โTidak ada ledakan lagi yang menunggu kami,โ pungkas Hassan sebagaimana dilansir Reuters. [Mohamad Deny Irawan]





















