Istanbul, Gontornews — Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional (IUMS) mengutuk penerbitan kembali karikatur Nabi Muhammad Saw oleh majalah satir asal Perancis, Charlie Hebdo. Bagi IUMS, Charlie Hebdo telah menghina Nabi Muhammad Sawa dan menyinggung perasaan umat muslim sedunia.
Jelang persidangan tersangka teror Paris serta penyerangan kantor Charlie Hebdo pada 2015, Charlie Hebdo, Rabu (2/9), menerbitkan ulang karikatur Nabi Muhammad Saw. Sekretaris Jenderal IUMS, Ali Al-Qaradaghi menyebut Charlie Hebdo tidak memiliki moral dan kehormatan karena telah menghina Nabi Muhammad Saw.
Al-Qaradaghi, sambung Anadolu, mengatakan bahwa umat Islam tidak akan menanggapi ketidaktahuan seperti itu dengan ketidaktahuan. Ia menekankan bahwa baik majalah maupun manajernya tidak memahami status terhormat nabi Muhammad Saw.
Sebagai informasi, majalah Charlie Hebdo mengusung ide penafsiran kembali konsep sekulerisme, hak asasi manusia dan kebabasan. Sebaliknya, Islam mendukung ide-ide kebaikan, kebenaran dan menghormati kepercayaan agama yang dianut orang lain.
Terlepas dari kritik dan kecaman yang muncul, Charlie Hebdo telah menerbitkan beberapa karikatur yang menghina Islam dan Nabi Muhammad Saw sejak 2006. [Mohamad Deny Irawan]





















