Jakarta, Gontornews — Ahad (9/4), di Bandara Changi, Singapura, telah terjadi kesalahpahaman antara Steven Hadisurya Sulistyo yang merupakan mahasiswa Singapura terhadap Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi yang merupakan Gubernur NTB. Steven mengata-ngatai TGB, “Dasar Indo, Dasar Indonesia, Dasar Pribumi.”
Meski begitu TGB memutuskan tidak menempuh jalur hukum atas kasus tersebut. Dan Steven telah melayangkan permohonan maafnya secara terbuka di media massa nasional pada Kamis (13/4) silam.
Atas kasus tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menyayangkan sikap Steven tersebut.
“Muhammadiyah menyesalkan adanya pandangan-pandangan negatif seperti itu, kejadian tersebut tidak boleh terulang lagi, di zaman modern seperti ini masih ada pandangan yang merendahkan bangsa lain dan umat agama lain. Jika itu terus terjadi maka kita harus kembali belajar peradaban dari nol,” ujarnya seperti dikutip muhammadiyah.or.id.
Haedar menegaskan, merendahkan umat Islam merupakan wujud keprimitifan di tengah kemodernan.
Haedar berpesan baik umat Islam maupun masyarakat Indonesia secara keseluruhan harus bisa menjaga martabat dan sekaligus menunjukkan kepada pihak lain bahwa orang Indonesia dan khususnya Muslim Indonesia merupakan Muslim yang cerdas dan berperilaku mulia.
“Karena itu Muhammadiyah telah konsen membangun keadaban yang cerah mencerahkan, agar manusia tidak saling merendahkan satu sama lain, dan itu merupakan semangat surah al-Hujurat ayat 13,” pungkasnya. [Muhammad Khaerul Muttaqien/Rus]




















