Ramallah, Gontornews — Sebuah museum yang dibangun di lantai dasar markas presiden Palestina di Ramallah, yang didedikasikan untuk warisan Yasser Arafat, telah dibuka untuk umum pada ulang tahun ke-12 kematian pemimpin Palestina itu.
Museum itu, menurut Nasser al-Kidwa, ketua dewan Yasser Arafat Foundation, dimaksudkan untuk menyajikan peristiwa-peristiwa paling penting dalam sejarah Palestina dari awal abad ke-20 sampai kematian Arafat pada tahun 2004.
Berbicara pada hari Kamis (10/11) di Ramallah, Tepi Barat yang diduduki, di sebuah acara mengenang Arafat, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan, “Tahun 2017 akan menjadi tahun terakhir pendudukan, dan meskipun Arafat sudah tiada namun semangatnya masih hidup di antara kami.”
Arafat meninggal 11 November 2004 di sebuah rumah sakit militer Prancis setelah menderita sakit mendadak setelah tiga tahun pengepungan militer Israel di sekitar markasnya di Ramallah.
Pembangunan proyek senilai 7 juta dolar AS itu dimulai pada 2010. Kidwa mengatakan, pengunjung akan dapat berjalan kaki dari museum ke bekas kantor Arafat dan kamar tidur melalui jembatan.
Pada layar ditampilkan barang-barang pribadi Arafat, termasuk pistol dan surban keffiyeh-nya.
“Tim kurator membutuhkan waktu yang lama untuk mengumpulkan barang-barang Arafat,” kata Kidwa seperti dikutip Al Jazeera.
Dia mengatakan, barang-barang peninggalan Arafat di Ramallah mudah ditemukan. Namun, sebagian besar barang-barang Arafat di Jalur Gaza hilang setelah kelompok Hamas mengambil alih wilayah itu pada tahun 2007.
Kidwa menuturkan, medali Hadiah Nobel Perdamaian yang diperoleh Arafat, yang ia menangkan setelah menandatangani perjanjian interim dengan Israel pada tahun 1993, ditemukan di sebuah pasar di Gaza. [Rusdiono Mukri]




















