pesanan-baju-kaos
29 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 2 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Sikap

Muslim Harus Jaga Persatuan dan Saling Menghormati Perbedaan

Oleh Prof Dr Din Syamsuddin

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
3 January 2021
in Sikap
0
Foto: Islampos

Mendapati sebuah perbedaan dalam menjalani kehidupan, termasuk menjalankan syariah, merupakan hal lumrah. Namun yang penting bagaimana seorang Muslim mampu menghormati perbedaan tersebut dan tidak menjadikannya masalah sehingga persatuan sesama Muslim dapat terus terjaga.

Islam adalah agama yang dihadirkan untuk membawa perdamaian di alam semesta atau Rahmatan Lil ‘Aalamiin. Islam telah memberikan pilihan-pilihan kepada manusia untuk memilah ajaran-ajaran agama yang akan dilaksanakan tanpa paksaan melalui madzhab.

Madzhab adalah jalan atau metode dalam memahami hukum-hukum Islam yang dianut oleh umat Islam di dunia. Madzhab dalam Islam tidak hanya ada satu, namun ada empat, yaitu: Madzhab Hanafi, Madzhab Maliki, Madzhab Syafi’i, dan Madzhab Hanbali.

Sebagai organisasi masyarakat (Ormas) Islam, baik Muhammadiyah maupun Nahdhatul Ulama (NU), memiliki perbedaan dalam mengaplikasikan ajaran-ajaran syariah. Namun tidak lantas menjadikan perbedaan tersebut sebagai pemecah belah umat, justru harus menjadi perekat dengan saling menghargai satu dengan lainnya. Tidak hanya dua Ormas Islam itu saja, tapi juga seluruh Ormas Islam yang ada di Indonesia.

BACA JUGA

Perintah Istiqamah dan Keutamaannya

Keutamaan Ilmu dalam Islam dan Manfaatnya bagi Kehidupan

Adab dalam Majelis Ilmu

Pentingnya Menjaga Silaturahmi Pascapemilu

2024: Pentingnya Umat Islam Bersatu

Pemikiran mengenai syariah Islam yang berbeda dalam sebuah kelompok merupakan kewajaran yang harus diterima, bukan untuk ditolak dan dipermasalahkan. Selama masih bersumber dari Alquran dan Hadis Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam, maka harus dihargai.

Namun saat ini, perbedaan-perbedaan tersebut justru dijadikan alat untuk memecah belah umat. Bahkan Pemerintah Indonesia ikut andil di dalamnya. Hal yang sangat disayangkan.

Misalnya saja mengenai penggunaan celana cingkrang, niqab (cadar) hingga orang-orang yang berjenggot. Mereka dianggap sebagai sumber radikal hanya karena berbeda dengan apa yang dianut atau diajarkan oleh Ormas tertentu itu.

Padahal, Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 sudah sangat jelas mengatakan bahwa masyarakat Indonesia bebas menjalankan syariah atau ajaran agama sesuai dengan kepercayaan mereka masing-masing, dan yang mereka lakukan merupakan cara untuk mengaplikasikan apa yang disebutkan dalam ideologi bangsa.

Kebebasan dalam menjalankan agama ataupun ajaran harus dihargai dan dihormati, agar bangsa Indonesia tidak terpecah belah. Sebab umat Islam adalah umat yang satu walaupun berbeda-beda.

Tentunya, apa yang disampaikan Menteri Agama RI beberapa bulan lalu, mengenai orang yang menggunakan celana cingkrang maupun Muslimah yang menggunakan cadar dianggap sebagai sumber radikalisme sangat menyakitkan hati. Umat Islam dipojokkan dan diadu domba, padahal Indonesia merupakan negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia.

Saat Ketua Umum NU, almarhum Hasyim Mudzadi,  masih ada, hubungan antara Muhammadiyah dan NU sangat harmonis walaupun diwarnai dengan perbedaan-perbadaan yang ada di masing-masing Ormas terbesar di Indonesia itu.

Keduanya saling menghargai dan saling mendukung karena masing-masing memiliki ajaran yang bersumber pada Alquran dan Hadis serta ijtihad para ulama terdahulu. Sehingga keharmonisan terus terjaga.

Namun saat almarhum sudah tidak ada, banyak sekali perubahan yang terjadi termasuk dari para tokoh NU. Ceramah-ceramah para tokoh NU yang banyak beredar di media sosial, menyakitkan umat Islam lainnya.

Namun hal tersebut harus disikapi dengan bijaksana, kearifan, dan kedewasaan, tidak dengan emosi ataupun membalas dengan saling mengejekkan satu sama lainnya. Sebab jika hal itu terjadi, maka perpecahan umat Islam Indonesia akan benar-benar terjadi dan itulah yang diinginkan pihak-pihak yang tidak menyukai Islam.

Sebagai umat yang besar, perbedaan tidak harus menjadi halang rintang dalam menguatkan ukhuwa Islamiyah. Jika ada qudwah hasanah yang bisa diikuti atau ditiru dan berpegang teguh pada dua sumber Islam yang kokoh, maka tidak salah untuk diikuti dan dihormati.

Sebab, persaudaraan merupakan fondasi dari kekuatan umat Islam. Tarahim atau saling menyayangi kemudian Ta’aruf, saling memahami dan saling menghargai, sehingga muncul respek saling menghormati. Jika hal itu terjadi maka akan membawa umat Islam ini pada tingkat yang lebih tinggi lagi yaitu Ta’awun atau saling bekerjasama dalam kebaikan dan ketakwaan, bukan saling bekerjasama dalam dosa dan pertentangan.

Paling idealnya lagi, tingkatan yang lebih tinggi, yaitu Takaful atau Tadhamun yaitu saling memproteksi dan menjaga. Saat ada saudara diserang, disakiti, maka kita akan bersama-sama untuk melindungi. Wallahu a’lam. []

Tags: Din SyamsuddinPersatuanUmat Islam
Share39Tweet25Send
Previous Post

Uni Eropa Mengkhawatirkan Nasib Para Migran di Kamp-kamp Bosnia

Next Post

Waketum MUI Pusat Jadi Saksi Nikah Din Syamsuddin

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

27 September 2026
100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

25 September 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

29 September 2026
Dari PPM Darel Azhar Banten untuk Dunia

Dari PPM Darel Azhar Banten untuk Dunia

27 September 2026
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

28 September 2026
Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

0
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

0
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

0
Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

0
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

0
Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

1 October 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

29 September 2026
Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

29 September 2026
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

29 September 2026
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

28 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
â–²
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result